Al-Bukhari
Al-Bukhari
Siapa beliau
Muhammad bin Isma'il Al-Bukhari, yang dikenal sebagai Imam Al-Bukhari, adalah ahli hadis yang lahir di Bukhara. Ia melakukan perjalanan luas untuk mengumpulkan hadis dan menyusun Shahih Al-Bukhari. Sumber-sumber yang sudah diimpor ke wiki ini menyebutnya sebagai kitab paling sahih setelah Al-Qur'an (lihat Mustalah Hadith, yang mengutip Majmu&). Tahun kelahiran, 194 Hijriah, dan tahun wafat, 256 Hijriah, diperiksa melalui pencarian web pada 2026-07-10 terhadap beberapa rujukan biografi umum yang menyepakati kedua tanggal tersebut.
Kedudukan dalam tradisi
Peringkat kitab hadis yang dijelaskan Ibnu Taimiyah dalam Majmu&, menurut Mustalah Hadith, menempatkan Shahih Al-Bukhari di urutan pertama, bahkan di atas Shahih Muslim. Ibnu Taimiyah juga menggolongkan Al-Bukhari, bersama Abu Dawud, sebagai "imam di bidang fikih dan termasuk ahli ijtihad", yaitu mujtahid yang berdiri sendiri. Ia membedakannya dari Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah, yang mengikuti "mazhab ahli hadis" tanpa mencapai kedudukan tersebut (Majmu' Fatawa Jil. 16, hlm. 78–83).
Syarah definitif atas Shahih karya Al-Bukhari adalah Ibn Hajar Al-Asqalani melalui kitab Fathul Baari, yang sudah memiliki halaman Kitab dalam wiki ini dan menunggu proses impor.
Catatan manhaj dan mazhab
Wiki ini belum mendokumentasikan perbedaan dari manhaj Salafi pada Al-Bukhari. Asma Wa Sifat mengutip kitab Khalqu Af'al Al 'Ibad karya Al-Bukhari tentang sifat Kalam Allah, yaitu bahwa Allah berbicara dengan sawt (suara) yang nyata. Halaman itu juga mencatat pendapat Al-Bukhari bersama Husain Al-Karabisi bahwa lafaz kita ketika membaca Al-Qur'an adalah makhluk. Ini adalah posisi khusus tentang lafaz, yang berbeda dari klaim Mu'tazilah bahwa Al-Qur'an itu sendiri adalah makhluk. Wiki mencatatnya secara netral tanpa memberi penilaian, sesuai kebijakan manhaj.
Karya utama
- Shahih Al-Bukhari — koleksi hadis paling sahih menurut peringkat Ibnu Taimiyah; belum ada halaman Kitab khusus dan belum ada salinannya di
arsip sumber. - Khalqu Af'al Al 'Ibad — dikutip dalam Asma Wa Sifat mengenai perdebatan lafaz Al-Qur'an.
- Fathul Baari karya Ibn Hajar Al-Asqalani adalah syarah standar atas Shahih Al-Bukhari. Halaman Kitabnya sudah ada dalam wiki (arsip sumber) dan menunggu proses impor.
Guru dan murid
Belum didokumentasikan dari sumber primer dalam wiki. Muslim sering disebut sebagai muridnya, tetapi hal itu belum terverifikasi dan belum dimasukkan ke frontmatter.
Di Wiki Ini
Al-Bukhari ditautkan sebagai Al-Bukhari pada Surah Al Baqarah, Surah Al-Kahfi, Surah Yusuf, Surah An-Nahl, Surah Al-Isra&, Al-Fath, Az-Zumar, Asma Wa Sifat (dua kali, tentang Khalqu Af'al Al 'Ibad dan perdebatan lafaz Al-Qur'an), serta Iman (di dalamnya Khalq Af'al Al-'Ibad ditandai sebagai calon sumber untuk posisi Imam Ahmad tentang istitsna' fi al-iman).
Ia juga ditautkan pada beberapa halaman dengan teks merah "Imam Al-Bukhari", yaitu Al-Jumuah, Surah Aali &, At-Tahrim, dan Iman. Proses impor ini mengarahkan tautan-tautan tersebut ke halaman Al-Bukhari dengan tetap mempertahankan teks yang tampil.
Terkait
- Muslim — penyusun bersama Ash-Shahihain.
- Ibn Hajar Al-Asqalani dan Fathul Baari — syarah standar atas Shahih Al-Bukhari.
- Mustalah Hadith — peringkat kitab hadis dan klasifikasi para imam menurut Ibnu Taimiyah.
- Asma Wa Sifat — posisi Al-Bukhari tentang sifat Kalam Allah.
Pertanyaan Terbuka
- Tahun kelahiran dan wafat yang tepat: dikonfirmasi melalui pencarian web pada 2026-07-10 sebagai 194 dan 256 Hijriah, yang disepakati oleh berbagai sumber.
- Guru dan murid belum didokumentasikan dari sumber primer di wiki. Muslim sebagai murid merupakan kemungkinan berdasarkan rujukan umum, tetapi belum diverifikasi. Pemeriksaan ini berfokus pada tanggal kelahiran dan wafat.
- Perlu ditentukan apakah Shahih Al-Bukhari tersedia dalam
arsip sumberatau perlu dicari sumbernya untuk halaman Kitab khusus, terpisah dari Fathul Baari sebagai syarahnya. - Tanggal diperiksa silang melalui pencarian web pada 2026-07-10.
Data sumber
- jenis
- ulama
- Arab
- محمد بن إسماعيل البخاري
- wafat
- 256 H / 870 M
- periode
- Mutaqaddimun
- mazhab
- tidak diketahui
- akidah
- Salaf/Atsari
- tag
- ulama, hadis, muhaddits, mutaqaddimun