Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Yusuf

Surah Yusuf

Surah Yusuf adalah surah Makkiyah ke-12 dan terdiri dari 111 ayat. Surah ini menyampaikan kisah Nabi Yusuf secara utuh: mimpi masa kecil, kedengkian saudara-saudaranya, sumur, perbudakan, fitnah, penjara, kekuasaan, dan pertemuan kembali dengan keluarga. Kisah ini disebut sebagai kisah yang paling baik dan ditutup dengan pelajaran bagi orang-orang yang berakal.

Pokok bahasan

Tafsir Ibnu Abbas

Riwayat [649]–[664] pada materi sumber membahas QS 12:30–12:110. Riwayat tersebut mencakup jamuan para wanita Mesir, penafsiran kata-kata dalam kisah penjara, penyimpanan hasil panen, kesaksian para wanita atas kesucian Yusuf, beban unta, ucapan saudara-saudara Ya'qub, dan tafsir QS 12:110.

Fitnah dan kesucian Nabi Yusuf

Istri Al-Aziz mengakui ketertarikannya kepada Yusuf di hadapan para wanita Mesir dan mengancamnya dengan penjara jika ia tetap menolak. Para wanita yang melihat Yusuf begitu terpesona hingga melukai tangan mereka sendiri. Yusuf memilih penjara dan memohon kepada Allah agar dijauhkan dari tipu daya mereka.

Penjara dan penyimpanan makanan

Orang yang telah dibebaskan dari penjara mengingat Yusuf setelah masa yang panjang ketika raja membutuhkan penafsiran mimpinya. Yusuf menjelaskan tujuh tahun masa subur dan tujuh tahun masa paceklik, serta menganjurkan agar hasil panen disimpan dalam bulirnya agar tetap terjaga.

Kesaksian dan pertemuan kembali

Raja memeriksa perkara para wanita sebelum Yusuf dikeluarkan dari penjara. Kesaksian mereka menegaskan bahwa Yusuf tidak bersalah, dan Zulaikha mengakui bahwa dirinya yang menggoda Yusuf. Ketika Yusuf berkumpul kembali dengan keluarganya, saudara-saudaranya mengakui kesalahan mereka dan Yusuf memaafkan mereka.

QS 12:110

Ibnu Abbas menafsirkan bahwa para rasul telah kehilangan harapan terhadap keimanan kaumnya, sedangkan kaum tersebut mengira para rasul telah berdusta. Keputusasaan itu berkaitan dengan penerimaan kaum, bukan dengan pertolongan Allah. Aisyah menafsirkan ayat itu dengan bacaan dan penjelasan yang menjaga kesempurnaan keyakinan para rasul terhadap pertolongan Allah. Perbedaan ini dicatat sebagai ikhtilaf yang dinisbatkan kepada kedua sahabat tersebut.

Tafsir ringkasan (Jalalain — Tafsir Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Asbabun Nuzul

Sebab turun QS 12:3 berkaitan dengan permintaan para sahabat agar Rasulullah ﷺ menceritakan suatu kisah. Allah kemudian menurunkan ayat yang menyebut kisah Yusuf sebagai kisah yang paling baik. Riwayat ini dinisbatkan kepada Al-Hakim dan Ibnu Jarir dari jalur yang disebutkan dalam materi sumber.

Tafsir Ibnu Katsir

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kisah Yusuf memperlihatkan penjagaan Allah terhadap hamba-Nya yang beriman. Mimpi Yusuf menjadi awal rangkaian peristiwa, sedangkan kesabaran Ya'qub menunjukkan sikap seorang mukmin ketika kehilangan dan menunggu pertolongan.

Yusuf menolak godaan Zulaikha, memilih penjara, dan mengajak dua penghuni penjara kepada tauhid sebelum menafsirkan mimpi mereka. Ia menyusun rencana penyimpanan makanan untuk menghadapi paceklik, lalu meminta raja memeriksa perkara para wanita sehingga kebersihannya terbukti sebelum ia menerima jabatan.

Ibnu Katsir menerangkan bahwa sujud keluarga Yusuf dalam kisah itu adalah sujud penghormatan yang berlaku dalam syariat mereka, bukan sujud ibadah. Dalam syariat Islam, sujud hanya ditujukan kepada Allah. Ia juga mencatat perbedaan riwayat tentang ibu Yusuf, serta perbedaan bacaan dan penafsiran QS 12:110 antara Aisyah dan Ibnu Abbas.

Tafsir Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiyah membahas ayat-ayat Surah Yusuf dalam Majmu' Fatawa Jilid 13. Pada QS 12:23, ia menilai kata rabbi lebih kuat merujuk kepada tuan Yusuf di dunia, yaitu Al-Aziz, berdasarkan konteks ucapan dan hubungan kedua tokoh tersebut.

Pada QS 12:24 dan QS 12:42, Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa Yusuf melihat tanda dari Rabbnya dan tidak melupakan Allah. Penafsiran yang lebih kuat tentang orang yang dilupakan oleh setan pada QS 12:42 merujuk kepada teman Yusuf di penjara yang lupa menyebut perkara Yusuf kepada tuannya.

Ibnu Taimiyah menekankan bahwa Yusuf mendahulukan dakwah tauhid sebelum menafsirkan mimpi dua penghuni penjara. Ia juga membahas makna rabb dalam beberapa ayat, hubungan antara tauhid dan takwil mimpi, serta perbedaan penafsiran QS 12:110. Ringkasan ini mempertahankan pendapat sebagai atribusi kepada Ibnu Taimiyah dan tidak mengubah materi sumber.

Catatan penelitian

Data sumber

jenis
surah
Arab
يوسف
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah, tafsir, makkiyah