Tanya Salaf
Konsep · ID

Qishash

Qishash — Pembalasan Setara dalam Darah, Harta, dan Kehormatan

Sumber: Majmu& Vol.28Ibnu Taimiyah menetapkan qishash sebagai hak yang berdiri di atas kesetaraan mutlak tanpa memandang nasab atau status sosial. Ia juga memperluas qishash ke pelanggaran verbal.


Definisi

Qishash (القصاص) — hak pembalasan setara (musawah) yang ditetapkan syariat untuk korban atau walinya atas pelaku: jiwa dibalas jiwa, anggota tubuh dibalas anggota tubuh, luka dibalas luka. Dasarnya:

QS Al-Maidah [5]: 33 dan QS Al-Baqarah [2]: 178-179


Prinsip Kesetaraan Mutlak Tanpa Memandang Nasab

Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa qishash berdiri di atas ijma' umat Islam yang tidak mengenal diskriminasi nasab:

Ini adalah posisi ijma' yang Ibnu Taimiyah tegaskan tanpa khilaf.


Qishash atas Pelanggaran Verbal: Cacian dan Hinaan

Ibnu Taimiyah memperluas qishash ke ranah verbal, bertentangan dengan mayoritas fuqaha yang hanya membolehkan ta'zir:

Dasar: QS Asy-Syuuraa [42]: 40-43

"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa..."

Ibnu Taimiyah menafsirkan ini sebagai pemboleh qishash verbal: seseorang yang dihinakan berhak membalas dengan hinaan yang setara, dalam batas tidak melampaui jenis pelanggaran yang diterima (tidak boleh membalas hinaan dengan takfir atau tuduhan palsu).

Catatan manhaj: Posisi qishash verbal Ibnu Taimiyah menyelisihi jumhur fuqaha yang membatasi respons verbal pada ta'zir (hukuman diskresioner). Ibnu Taimiyah berargumen: jika ta'zir dengan beratnya yang tidak ditentukan dibolehkan, maka pembalasan setara a fortiori lebih adil. Jumhur berpandangan kesetaraan dalam cacian tidak bisa ditentukan secara tepat. (Flagged; bukan fatwa.)


Qishash dalam Pembunuhan Beramai-ramai

Jika sekelompok orang bersama-sama membunuh satu orang, semua peserta dikenai qishash — ini adalah posisi yang disepakati Imam Empat (Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi'i, Ahmad).

Lihat Qatl al-Jama& untuk pembahasan khusus.


Pilihan Wali Korban

Apabila qishash ditetapkan, wali korban berhak memilih antara:

  1. Melaksanakan qishash — nyawa dibalas nyawa, atau anggota tubuh dibalas anggota tubuh
  2. Menerima diyat — kompensasi finansial sebagai ganti qishash
  3. Memaafkan tanpa syarat

Ketika wali memilih diyat, diyat diambil dari harta si pelaku sendiri (bukan dari 'aqilah-nya) — karena ini bukan qatl khata' melainkan 'amd.


Dasar Hukum


Terkait

Pertanyaan Terbuka

  1. Bagaimana Ibnu Taimiyah menentukan standar "kesetaraan" dalam qishash anggota tubuh ketika ada perbedaan kondisi fisik antara pelaku dan korban?
  2. Apakah qishash verbal yang Ibnu Taimiyah sebut memerlukan keputusan hakim atau boleh dilakukan secara langsung oleh korban?

Data sumber

jenis
konsep
Arab
القصاص
disiplin
fikih
kategori
hukum fikih
tag
konsep, fikih, jinayat, qishash