Tanya Salaf
Ulama · ID

Ibn Al-Jazari

Ibn Al-Jazari

Siapa beliau

Syamsuddin Abu Al-Khair Muhammad bin Muhammad bin Yusuf bin Ali Al-Jazari Ad-Dimasyqi Asy-Syafi'i adalah syaikhul qurra' dan ahli hadis terkemuka pada masanya, serta imam besar dalam tajwid dan qira'at. Ia adalah penyusun Al-Jazariyah (Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah), syair dasar yang paling luas dipelajari tentang kaidah membaca Al-Qur'an. Matan tersebut menyebut namanya dan mazhabnya: "Muhammad bin Al-Jazari Asy-Syafi'i."

Ayahnya adalah pedagang yang menunaikan haji pada usia 50 tahun dan meminum air Zamzam sambil berdoa agar Allah memberinya anak yang berilmu. Ibn Al-Jazari lahir pada malam Sabtu, 25 Ramadan 751 Hijriah, di Damaskus, di kawasan antara dua tembok (As-Suwairatain). Ia menghafal Al-Qur'an dan menyelesaikannya pada usia 13 tahun, lalu menjadi imam shalat Tarawih pada usia 14 tahun.

Kedudukan dalam tradisi

Ia menyusun hal-hal yang wajib diketahui seorang qari, seperti makharij, sifat, kaidah tajwid, waqaf, dan rasm, menjadi 107 bait yang mudah dihafal. Kedudukannya dalam bidang ini bersifat mendasar. Teks setelahnya, termasuk Tuhfatul Athfal karya Sulaiman Al-Jamzuri yang disusun sekitar empat abad kemudian, mengajarkan sebagian bahan yang sama untuk pemula.

Catatan manhaj dan mazhab

Matan menyebutnya sebagai Syafi'i, dan hal ini telah diverifikasi. Tajwid dan qira'at adalah ilmu yang ditransmisikan dan tidak memuat pembahasan akidah. Namun, satu hukum yang ia sebutkan menjadi bahan perbedaan, yaitu kewajiban menerapkan tajwid dan dosa jika meninggalkannya. Lihat Hukum Tajwid, tempat tanda manhaj §6 diterapkan.

Karya utama

Perjalanan dan kehidupan ilmiah

Ringkasan dari biografi Al-Ihkam fi Dhobti Al-Jazariyah (hlm. 47–49), yang bersumber dari pengantar Dr. Ayman Suwaid dan mengutip Ghayat An-Nihayah (2/247) serta Adh-Dhau' Al-Lami' (9/255):

Penyusunan Al-Jazariyah

Al-Jazariyah disusun antara 798–800 Hijriah ketika Ibn Al-Jazari berada di bilad Ar-Rum (Anatolia/Turki). Putranya, Abu Bakar Ahmad bin Muhammad yang dikenal sebagai Ibn Al-Nazim, hadir ketika penyusunan berlangsung, mendengar teks final dari ayahnya pada 800 Hijriah, menerima ijazah, dan kemudian menulis syarah pertama atas teks tersebut. Al-Ihkam fi Dhobti Al-Jazariyah mendokumentasikan bahwa setelah itu terdapat 88 syarah, dengan 13 syarah terpenting yang menjadi fokus Al-Ihkam.

Karya utama

Menurut Al-Ihkam fi Dhobti Al-Jazariyah hlm. 49:

Guru dan murid

Guru dari biografi Al-Ihkam, hlm. 47–48: Abd Al-Wahhab bin As-Sallar, Ahmad bin Ibrahim At-Tahan, Ahmad bin Rajab, Abu Al-Ma'ali bin Al-Lubban, Abd Ar-Rahim Al-Isnawi, Dhiya' Ad-Din Sa'dullah Al-Qazwini, Ibnu Katsir, dan Dhiya' Ad-Din Al-Bulqini. Ia juga belajar hadis dari murid-murid Adh-Dhumyathi, Al-Abraquhi, dan Ibn Fakhr Al-Bukhari.

Murid yang disebut: Ibn Al-Nazim, putranya yang hadir pada penyusunan Al-Jazariyah dan menulis syarah pertama; Al-Mizzi, yang belajar qira'at di bilad Ar-Rum dan menulis syarah keempat; serta banyak murid lain yang tidak disebut satu per satu.

Di Wiki Ini

Terkait

Sulaiman Al-Jamzuri dan Tuhfatul Athfal — teks pemula yang lebih ringkas dan disusun kemudian berdasarkan kerangkanya · Tajwid · Ibn Katsir sebagai guru dan penghubung sanad langsung dengan koleksi tafsir.

Pertanyaan Terbuka

Data sumber

jenis
ulama
Arab
محمد بن محمد الجزري
wafat
833 H / 1429 M
periode
Mutaakhirun
mazhab
Syafi'i
akidah
tidak diketahui
tag
ulama, tajwid, qiraat, hadis, fikih