Tanya Salaf
Kitab · ID

Al-Jazariyah

Al-Jazariyah

Al-Jazariyah adalah matan dasar ilmu tajwid dalam bentuk syair rajaz yang terdiri dari 107 bait. Matan ini ditulis oleh Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Yusuf Al-Jazari, yang dikenal sebagai Ibnu Al-Jazari. Nama lengkapnya adalah Al-Muqaddimah fima yajibu ala al-qari an ya'lamahu, yaitu pengantar tentang hal-hal yang wajib diketahui oleh pembaca Al-Quran.

Isi kitab

Al-Jazariyah membahas hal-hal yang perlu dipelajari oleh pembaca Al-Quran secara berurutan: makharijul huruf, sifat huruf, hukum tajwid, tafkhim dan tarqiq, hukum ra dan lam, perbedaan dhad dan zha, nun sukun dan tanwin, mim sukun, mad, waqaf dan ibtida, rasm mushaf, ta marbuthah dan ta maftuhah, hamzah washal, serta hukum berhenti pada akhir kata.

Metode penyusunan

Matan ini disusun dalam bentuk syair agar mudah dihafalkan. Khatimah menyebut jumlah bait melalui ungkapan bahwa jumlahnya adalah qaf dan zay, yaitu 100 ditambah 7. Al-Jazariyah dibuka dengan hamdalah dan shalawat, menyebutkan identitas penulis sebagai seorang yang bermadzhab Syafi'i, lalu menjelaskan bekal yang perlu dimiliki pembaca sebelum masuk ke pembahasan makharij dan sifat huruf.

Al-Jazariyah lebih luas dan lebih teknis daripada Tuhfatul Athfal. Tuhfatul Athfal biasanya dipelajari lebih dahulu oleh pemula, sedangkan Al-Jazariyah memberi uraian yang lebih lengkap tentang pengucapan huruf dan hukum bacaan.

Sejarah dan transmisi

Ibnu Al-Jazari menyusun Al-Jazariyah ketika melakukan perjalanan ke Bilad Ar-Rum, wilayah Anatolia, sekitar 798–800 Hijriah. Putranya, Ahmad bin Muhammad bin Al-Jazari yang dikenal dengan kunyah Abu Bakr dan nama Ibnu An-Nazhim, hadir ketika matan itu dibacakan pada 800 Hijriah. Ia menerima ijazah dari ayahnya dan menulis syarah pertama yang berjudul Al-Hawasyi Al-Mufhimah fi Syarh Al-Muqaddimah.

Kitab Al-Ihkam fi Dhabthi Al-Jazariyah mendokumentasikan 88 syarah Al-Jazariyah dan memusatkan kajian pada 13 syarah yang paling berpengaruh. Riwayat judul syarah, jalur transmisi, tanggal wafat, dan perbedaan naskah dipertahankan sesuai penelitian yang dicatat dalam sumber.

Tiga bagian dan 15 bab

Al-Jazariyah terdiri dari muqaddimah, 15 bab utama, dan khatimah. Edisi berharakat memuat 18 judul bagian karena bab tafkhim dan tarqiq memiliki beberapa subbagian, tetapi seluruhnya dihitung sebagai satu bab utama.

| Bab | Pokok bahasan | |---|---| | Muqaddimah | Bekal pembaca Al-Quran | | Makharijul huruf | Tujuh belas tempat keluarnya huruf | | Sifatul huruf | Sifat-sifat yang melekat pada huruf | | Tajwid | Pengertian dan hukum tajwid | | Tafkhim dan tarqiq | Membaca huruf dengan tebal atau tipis, termasuk ra dan lam | | Idgham | Idgham mutamatsilain, mutajanisain, dan mutaqaribain | | Dhad dan zha | Membedakan pengucapan kedua huruf | | Tahdzirat | Peringatan pada pengucapan huruf tertentu | | Mim dan nun bertasydid | Ghunnah serta hukum mim sukun | | Nun sukun dan tanwin | Izhar, idgham, iqlab, dan ikhfa | | Mad | Mad lazim, wajib, jaiz, dan aridh | | Waqaf dan ibtida | Jenis berhenti dan memulai bacaan | | Maqthu dan maushul | Penulisan kata yang terpisah atau tersambung dalam mushaf | | Ta | Ta maftuhah dan ta marbuthah | | Hamzah washal | Cara membaca hamzah penghubung | | Waqaf pada akhir kata | Kaidah berhenti pada akhir kata | | Khatimah | Jumlah bait dan shalawat |

Syarah yang dirujuk

Tiga belas syarah yang diprioritaskan dalam Al-Ihkam adalah karya Ahmad bin Muhammad bin Al-Jazari, Abdurrahman bin Ali Al-Hadidi Al-Azhari, Khalid bin Abdullah Al-Azhari, Abu Al-Fath Muhammad bin Muhammad Al-Mizzi, Ahmad bin Muhammad Al-Qastalani, Zakariya bin Muhammad Al-Anshari, Ahmad bin Musthafa Tasy Kubra Zadah, Muhammad bin Ibrahim Al-Halabi At-Tadhafi, Ali bin Sultan Al-Qari, Umar bin Ibrahim Al-Mas'adi, Abu Al-Futuh Saifuddin bin Athaillah Al-Fadhali, Muhammad bin Ali At-Tunisi, dan Abu Nashr Muhammad A'zham Al-Burnanabadi.

Penulis Al-Ihkam menilai bahwa riwayat-riwayat Al-Jazariyah yang sahih biasanya tidak jauh dari apa yang didokumentasikan dan digunakan oleh 13 syarah tersebut. Daftar judul, jalur periwayatan, tanggal wafat, dan perbedaan manuskrip perlu dibaca bersama rincian dalam kitab Al-Ihkam fi Dhabthi Al-Jazariyah.

Catatan manhaj dan hukum tajwid

Dalam Bab At-Tajwid, Ibnu Al-Jazari menyatakan bahwa mengambil tajwid adalah kewajiban dan orang yang tidak membaca Al-Quran dengan tajwid berdosa. Penetapan hukum berdosa ini diperdebatkan di kalangan ulama. Pendapat Ibnu Al-Jazari dicatat sesuai sumber, sedangkan pandangan lain tidak diputuskan di halaman ini tanpa sumber yang dapat dinisbatkan dengan jelas.

Klaim bahwa Syifaul Jinan adalah syarah Al-Jazariyah telah dikoreksi. Syifaul Jinan merupakan syarah Hidayatus Sibyan, yaitu manzumah yang berbeda, dan memiliki halaman kitab tersendiri.

Riwayat pembacaan sumber

Catatan penelitian

Data sumber

jenis
kitab
Arab
المقدمة الجزرية (المقدمة فيما يجب على القارئ أن يعلمه)
genre
matan
disiplin
tajwid
tag
kitab, tajwid, matan