Tanya Salaf
Konsep · ID

Man Kharaja min Al-Tha'ah — Mati Kematian Jahiliyyah

Man Kharaja min Al-Tha'ah — Mati Kematian Jahiliyah

Sumber: Majmu& Vol.24 — Ibnu Taimiyah menggunakan hadits ini sebagai landasan untuk mengklasifikasikan Rafidhah dan menganalisis makna "mati kematian jahiliyah" dalam konteks pemimpin dan jamaah.


Teks Hadits

مَنْ خَرَجَ مِنَ الطَّاعَةِ، وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ، ثُمَّ مَاتَ، مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

"Barangsiapa yang keluar dari ketaatan dan memisahkan diri dari jamaah, kemudian mati, maka ia mati dalam kematian jahiliyah."

Sumber: HR Muslim (Shahih Muslim: Pemerintahan, no. 1848/54, dari Abu Hurairah رضي الله عنه)


Makna "Mati Kematian Jahiliyah"

Ibnu Taimiyah menjelaskan: "mati kematian jahiliyah" bukan berarti mati dalam keadaan kafir, melainkan mati **tanpa imam yang sah (syar'i) di atas dirinya**. Kaum jahiliyah sebelum Islam tidak memiliki imam yang bersatu — setiap kabilah berdiri sendiri tanpa kepemimpinan terpusat. Mati dalam kondisi ini — tanpa bai'at kepada pemimpin yang sah — adalah mereplikasi kondisi perpecahan pra-Islam.


Penerapan Ibnu Taimiyah pada Rafidhah

Ibnu Taimiyah mengidentifikasi tiga karakteristik Rafidhah yang menjatuhkan mereka ke dalam peringatan hadits ini — bahkan lebih kuat dari Khawarij:

Ciri Pertama: Meninggalkan ketaatan kepada pemimpin Muslim mana pun Rafidhah tidak mengakui legitimasi khalifah atau imam Sunni apapun. Mereka menolak semua kepemimpinan sejak Abu Bakar رضي الله عنه. Ini adalah contoh paling jelas dari "khuruj min al-tha'ah."

Ciri Kedua: Membunuh orang-orang beriman sambil membiarkan kafir Mereka menyerang Ahlussunnah — bahkan berkolaborasi dengan Tatar dan Tentara Salib untuk membunuh muslimin — sementara membiarkan musuh Islam dari kalangan kafir. Ini adalah inversasi dari kewajiban jihad.

**Ciri Ketiga: Berperang demi ashabiyyah yang rusak, bukan karena Allah** Konflik Rafidhah dengan Ahlussunnah bukan karena menegakkan agama Allah, melainkan karena loyalitas kabilah/fanatisme kelompok — persis seperti perang kabilah jahiliyah.


Perbandingan: Khawarij vs Rafidhah dalam Konteks Hadits Ini

| Ciri | Khawarij | Rafidhah | |---|---|---| | Keluar dari ketaatan imam | Ya | Ya (bahkan lebih total) | | Membunuh muslimin sambil membiarkan kafir | Ya | Ya (ditambah berkolaborasi dengan kafir) | | Berperang demi ashabiyyah | Sebagian | Ya — sangat kental | | Kesimpulan Ibnu Taimiyah | Terkena hadits | Terkena hadits — lebih berat |


Implikasi Hukum

Kelompok yang terkena hadits ini berstatus lebih berat dari bughat — hukum yang berlaku bukan hukum lembut perang saudara, melainkan hukum tegas sebagaimana terhadap Khawarij dan para penolak kewajiban Islam. Lihat Qital Man Taraka Faraidh Al-Islam dan Perbedaan Memerangi Khawarij dan Kaum Bughat.


Terkait


Pertanyaan Terbuka

  1. Apakah Ibnu Taimiyah mendiskusikan apakah hadits ini berlaku untuk seseorang yang belum pernah membai'at siapapun (misal: yang hidup di luar wilayah khalifah)? Atau hanya untuk yang membai'at kemudian keluar?
  2. Bagaimana perbedaan antara "khuruj min al-tha'ah" dan perbedaan ijtihad yang sah dalam perkara fiqh dengan penguasa?

Data sumber

jenis
konsep
Arab
مَنْ خَرَجَ مِنَ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً
disiplin
siyasah, aqidah
kategori
kaidah siyasah
tag
konsep, siyasah, aqidah, hadis-application