'Iyafah, Tharq, dan Tathayyur
'Iyafah, Tharq, dan Tathayyur — Tiga Bentuk Perdukunan yang Diklasifikasikan sebagai Jibt
Sumber: Majmu& Vol.28 — Ibnu Taimiyah menggunakan tiga bentuk perdukunan ini sebagai bukti a fortiori bahwa semua astrologi prediktif terlarang: jika cabang-cabangnya saja diklasifikasikan sebagai sihir oleh Nabi ﷺ, maka akarnya lebih terlarang lagi.
Definisi Tiga Istilah
| Istilah | Arab | Pengertian | |---|---|---| | 'Iyafah | العيافة | Auguri — mengambil pertanda dari arah terbang, jumlah, nama, atau perilaku burung | | Tharq | الطرق | Geomansi — menggambar garis-garis di pasir atau tanah lalu membaca polanya untuk prediksi | | Tathayyur | التطير | Mengambil pertanda buruk (thiyarah) dari peristiwa, hewan, atau nama yang ditemui |
Dalil Utama
HR Abu Daud (Pengobatan, 3907) dari Qabishah bin Mukhariq — sanad hasan:
الْعِيَافَةُ وَالطَّرْقُ وَالطِّيَرَةُ مِنَ الْجِبْتِ
"'Iyafah, tharq, dan tathayyur termasuk jibt."
QS An-Nisa' [4]: 51:
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِّنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ
"Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al-Kitab — mereka percaya kepada jibt dan thaghut..."
Tafsir 'Umar dan sahabah: "Jibt" dalam ayat ini ditafsirkan sebagai sihir (sihr).
Pentingnya Hadits Ini dalam Argumen Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah menggunakan triad ini sebagai qiyas a fortiori:
- Ketiga praktik ini adalah cabang (syuab) dari ilmu nujum
- Nabi ﷺ mengklasifikasikannya sebagai jibt = sihir
- Maka: ilmu nujum hukmi (astrologi prediktif) — yang menjadi akar/induk — lebih kuat lagi keharamannya
Logika ini menutup celah bagi yang berpendapat bahwa hanya cabang-cabang perdukunan tertentu yang dilarang sementara astrologi "sistematis" boleh.
Tathayyur: Mengambil Pertanda Buruk
Ibnu Taimiyah secara khusus membahas tathayyur (thiyarah) — kepercayaan Jahiliyah bahwa:
- Melihat burung tertentu membawa sial
- Hari Rabu adalah hari sial
- Nama tertentu membawa kesialan
Nabi ﷺ menetapkan bahwa kepercayaan pada thiyarah adalah dari setan, dan tawakkal kepada Allah adalah obatnya.
Perbedaan dengan Fal (Pertanda Baik)
Nabi ﷺ menyukai fal (pertanda baik) dan tidak menyukai thiyarah (pertanda buruk). Ibnu Taimiyah mengklarifikasi:
- Fal yang diizinkan: menyambut kabar gembira atau nama yang bagus sebagai tanda optimisme — ini tidak bergantung secara kausal kepada tanda tersebut, hanya optimisme
- Tathayyur yang dilarang: menjadikan tanda-tanda alam sebagai penentu keputusan karena percaya ada kausalitas di sana
Terkait
- Sihir — jibt sebagai kategori sihir; 'iyafah, tharq, tathayyur sebagai bagiannya
- Ilmu Nujum — Hisabi dan Hukmi — ilmu nujum hukmi yang lebih besar dari tiga cabang ini
- Arraf — 'arraf yang menggunakan 'iyafah dan tharq
- Hulwan Al-Kahin — larangan membayar para praktisi 'iyafah dan tharq
Pertanyaan Terbuka
- Apakah 'iyafah dalam konteks modern mencakup praktik-praktik seperti membaca kartu, tarot, atau palm reading — apakah Ibnu Taimiyah memperluas definisi ini?
- Hadits ini mengklasifikasikan tathayyur sebagai jibt — apakah ini berarti tathayyur mencapai derajat syirik atau hanya haram saja?
Data sumber
- jenis
- konsep
- Arab
- العيافة والطرق والتطير
- disiplin
- fikih
- kategori
- hukum fikih
- tag
- konsep, fikih, sihir, jibt, perdukunan