Tanya Salaf
Konsep · ID

Had Sariqah

Had Sariqah — Hadd bagi Pencurian

Sumber: Majmu& Vol.24Ibnu Taimiyah membahas hadd untuk pencurian secara substantif mencakup nishab (ambang nilai), syarat hirz (penyimpanan yang layak), kategori pengambil, dan hukuman bagi pencurian berulang.


Definisi

Sariqah (السرقة) — pencurian: pengambilan harta orang lain secara diam-diam (khufyah) dari tempat penyimpanannya yang layak (hirz), dengan nilai memenuhi nishab, tanpa izin pemilik dan tanpa syubhat kepemilikan.


Dalil Pokok

QS Al-Maidah [5]: 38-39:

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِّنَ اللَّهِ

"Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya sebagai pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah."

HR Bukhari (Hudud, 6791) dan Muslim (Hudud, 1686/6) dari Aisyah:

تُقْطَعُ الْيَدُ فِي رُبُعِ دِينَارٍ فَصَاعِدًا

"Tangan dipotong karena mencuri seperempat dinar atau lebih."


Nishab (Ambang Nilai Minimum)

Ibnu Taimiyah mencatat perbedaan pendapat ulama tentang nishab:

| Pendapat | Nishab | Madzhab/Tokoh | |---|---|---| | Seperempat dinar / 3 dirham | ¼ dinar atau 3 dirham | Malik, Asy-Syafi'i, Ahmad, ulama hadith — pendapat yang dikuatkan Ibnu Taimiyah | | Satu dinar / 10 dirham | 1 dinar atau 10 dirham | Pendapat lain yang dikutip |

Ibnu Taimiyah menguatkan nishab ¼ dinar / 3 dirham karena didukung hadith-hadith shahih dari Ash-Shahihain (HR Bukhari dan Muslim dari kasus perisai senilai 3 dirham dari Ibnu Umar).


Syarat Hirz (Tempat Penyimpanan Layak)

Salah satu syarat terpenting hadd sariqah: pencurian harus dari hirz (حِرز) — tempat penyimpanan yang layak dan terjaga. Lihat: Hirz.

| Objek | Ada Hirz? | Hukuman | |---|---|---| | Buah di pohon terbuka | Tidak | Ta'zir + ghurm mitslayn (ganti rugi dua kali lipat) | | Ternak tanpa gembala | Tidak | Ta'zir + ganti rugi | | Harta dalam kandang/kamar terkunci | Ya | Hadd (jika nishab terpenuhi) |

Hadith: HR Abu Daud (Hudud, 4388) dan At-Tirmidzi (Hudud, 1449):

لَيْسَ فِي ثَمَرٍ وَلَا كَثَرٍ قَطْعٌ

"Tidak ada pemotongan tangan karena mengambil buah-buahan dan tidak pula tandan kurma."


Kategori Pengambil: Siapa yang Dikenai Hadd?

Ibnu Taimiyah membedakan beberapa jenis pengambil harta secara tidak sah:

| Jenis | Deskripsi | Hukuman | |---|---|---| | Sariq (pencuri sejati) | Mengambil diam-diam dari hirz | Hadd — potong tangan | | Muntahib (perampas terang-terangan) | Merampas di hadapan banyak orang yang menyaksikan | Tidak hadd — ta'zir | | Mukhtalis (pencopet diketahui korban) | Mengambil ketika korban masih melihat | Tidak hadd — ta'zir | | Tharrar (pencoleng pemotong kantong) | Memotong saku/tas | Hadd menurut pendapat yang benar |


Hukuman bagi Pencurian Berulang

| Pencurian ke- | Hukuman | |---|---| | Pertama | Potong tangan kanan | | Kedua | Potong kaki kiri | | Ketiga dan keempat | Dua pendapat: (1) Potong tangan kiri + kaki kanan (Abu Bakar, Asy-Syafi'i, satu riwayat Ahmad); (2) Dipenjara (Ali bin Abi Thalib, riwayat lain Ahmad) |


Hadd sebagai Rahmat

Ibnu Taimiyah menggarisbawahi: hadd sariqah bukan sekadar hukuman tetapi rahmat dari Allah. Pelaksanaannya:


Terkait


Pertanyaan Terbuka

  1. Ibnu Taimiyah tidak secara eksplisit menyelesaikan perbedaan pendapat pada pencurian ketiga/keempat — apakah ada pendapat tarjih beliau yang lebih jelas di tempat lain dalam Majmu' Fatawa?
  2. Bagaimana nishab ¼ dinar di masa Ibnu Taimiyah (abad 13-14 M) dikalibrasi ke nilai mata uang kontemporer untuk keperluan kajian fiqh modern?

Data sumber

jenis
konsep
Arab
حد السرقة
disiplin
fikih
kategori
hukum fikih
tag
konsep, fikih, hudud, sariqah