Hadis
Hadis
Hub disiplin untuk ilmu hadis dalam wiki ini. Cakupannya meliputi musthalah hadis, metodologi evaluasi riwayat, ilmu rijal, takhrij, dan posisi ulama terhadap hadis tertentu.
Kitab utama
- Fathul Baari, Fath Al-Bari Bi Syarh Sahih Al-Bukhari karya Ibn Hajar Al-Asqalani, 36 jilid terjemahan Indonesia dan syarah luas atas Sahih Al-Bukhari. Sumber ilmu hadis ini masih berstatus indeks saja.
- Majmu&, Jilid 15, Kitab Hadis, halaman 541–847, dan Jilid 16 halaman 1–83, sebagai sumber musthalah hadis yang telah dibaca dari karya Ibnu Taimiyah.
Ulama utama
- Ibnu Taimiyah, melalui Kitab Hadis dalam Majmu&, tentang evaluasi riwayat, pembelaan ahli hadis dari serangan ahli kalam, dan hadis maudhu'.
- Ibn Hajar Al-Asqalani, melalui Fathul Baari, Tahdzib At-Tahdzib, dan Nukhbat Al-Fikar.
- At-Tirmidzi atau Abu Isa, pelopor klasifikasi formal sahih, hasan, gharib, dan dhaif.
- Imam Ahmad bin Hanbal, dengan sanad yang ketat untuk hukum dan lebih longgar untuk fadhail, tanpa menjadikan hadis dhaif sebagai penetap hukum sunnah secara otomatis.
Konsep utama
- Mustalah Hadith, yaitu istilah, klasifikasi, dan metodologi evaluasi hadis dari Jilid 15–16 Majmu&.
- Al Wijadah, yaitu transmisi riwayat dari tulisan tanpa pendengaran langsung.
Sintesis saat ini
Urutan derajat hadis yang dicatat adalah sahih, hasan, dhaif, kemudian maudhu'. At-Tirmidzi menjadi salah satu ulama awal yang memformalkan klasifikasi ini. Pemakaian hadis dhaif di kalangan ahli hadis berbeda dari pemakaiannya di kalangan ahli fikih dan perlu dibedakan.
Hadis mutawatir lafzhi dan maknawi dibedakan dari hadis ahad. Menurut posisi Ahlus Sunnah yang dicatat sumber, hadis ahad yang sahih menghasilkan ilmu, bukan sekadar dugaan, termasuk dalam akidah. Prinsip Imam Ahmad membedakan keketatan sanad untuk halal-haram dan kelonggaran untuk fadhail, tetapi kelonggaran itu tidak otomatis menetapkan hukum sunnah.
Peringkat kitab hadis yang dicatat dalam sumber adalah: Sahih Al-Bukhari, Sahih Muslim, kitab yang menggabungkan dua sahih, kitab Sunan seperti Abu Dawud, An-Nasa'i dan At-Tirmidzi, kitab Musnad seperti Asy-Syafi'i dan Ahmad, lalu Muwaththa' Malik.
Kontribusi Ibnu Taimiyah
Kitab Hadis dalam Majmu& memuat pembelaan terhadap ahli hadis muta'akhkhirin, pembahasan epistemologi berita, dan koreksi bahwa hadis sahih secara prosedural tidak otomatis bermakna benar secara mutlak tanpa melihat substansi dan pertentangan dalil.
Sumber juga mencatat beberapa penilaian khusus: melemahkan atau memauqufkan riwayat Muslim 2789/27 tentang penciptaan dalam tujuh hari, menolak hadis maudhu' yang tersebar di masyarakat, dan menegaskan hadis sifat yang sahih sebagai bagian dari penerapan manhaj Salaf dalam asma dan sifat.
Ibnu Taimiyah mendiktekan 40 hadis dengan sanad lengkap kepada Adz-Dzahabi pada Jumadal Akhirah 721 Hijriah. Riwayat ini tercatat dalam Majmu& Jilid 15 halaman 635–660.
Pertanyaan Terbuka
- Kapan pembacaan Fathul Baari dimulai sebagai sumber ilmu hadis terbesar dalam koleksi.
- Halaman hadis individual perlu dibuat dari hadis yang telah dicatat dalam halaman Konsep dan Al-Qur'an.
- Perlu diputuskan apakah Arba'in Ibnu Taimiyah dibuat sebagai halaman kitab tersendiri.
- Perbedaan syarat Al-Bukhari dan Muslim masih perlu dibaca lebih dalam karena baru disinggung dalam wiki.
Data sumber
- jenis
- topic
- disiplin
- hadis
- tag
- topic, hadis