Tanya Salaf
Konsep · ID

Syariat Bukan Putusan Hakim

Syariat Bukan Putusan Hakim

Sumber: Majmu& Jilid 28. Ibnu Taimiyah membedakan syariat ilahi yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah dari putusan hakim yang berlaku pada pihak tertentu dalam perkara tertentu.

Dua kategori

| Aspek | Syariat | Putusan hakim | |---|---|---| | Sumber | Allah, melalui Al-Qur'an dan Sunnah | Ijtihad hakim | | Cakupan | Mengikat seluruh umat Islam | Mengikat para pihak dalam perkara itu | | Otoritas | Tidak dapat ditentang | Dapat keliru dan dapat dikoreksi | | Status | Wahyu ilahi | Hasil ijtihad manusia |

Prinsip Ibnu Taimiyah

Tidak ada muslim, baik ulama, penguasa, maupun orang awam, yang wajib mengikuti ijtihad seorang hakim sebagai syariat yang mengikat. Imam empat sendiri tidak pernah mewajibkan hal tersebut.

Implikasinya:

  1. Hakim yang memutuskan perkara berdasarkan mazhabnya tidak dapat memaksakan mazhab itu kepada seluruh umat.
  2. Hakim yang meninggalkan Sunnah yang telah diketahuinya demi mengikuti pendapat lain dapat dikenai ta'zir.
  3. Putusan hakim dalam perkara yang syariatnya sudah jelas adalah batal menurut ijma'. Tidak ada hakim yang berwenang membatalkan hukum Allah yang tegas.

Perbedaan dari kewajiban menaati penguasa

Ibnu Taimiyah membedakan dua jenis perintah wali amr:

  1. Perintah yang mengatur kehidupan sosial dan politik, seperti pembagian tugas, lalu lintas, dan kebijakan administrasi, wajib ditaati selama tidak bertentangan dengan syariat.
  2. Pendapat fikih hakim dalam perkara ijtihad tidak mengikat secara universal. Umat tidak wajib meninggalkan mazhab yang benar demi mengikuti mazhab hakim.

Dalil

Hakim tidak boleh memaksakan pendapat dalam perbedaan yang diakui

Dalam masalah yang merupakan khilaf mu'tabar, hakim tidak berhak menjadikan pendapatnya sebagai hukum yang harus diikuti semua pihak. Perkara tersebut kembali kepada Allah dan Rasul-Nya. Hakim tetap boleh memutuskan satu pendapat dalam perkara konkret; yang dilarang adalah menganggap putusannya memiliki kedudukan normatif yang sama dengan syariat.

Terkait

Pertanyaan Terbuka

  1. Bagaimana Ibnu Taimiyah memandang mazhab resmi negara seperti mazhab Maliki di Mesir atau mazhab Hanafi pada masa Utsmani?
  2. Apakah ada keadaan ketika putusan hakim mengikat secara universal, seperti penetapan hilal?

Data sumber

jenis
konsep
Arab
الشريعة ليست حكم الحاكم
disiplin
usul fikih, siyasah
kategori
kaidah usul
tag
konsep, usul fikih, siyasah, qadha