Pemimpin sebagai Naungan Allah di Bumi
Pemimpin sebagai Naungan Allah di Bumi
Sumber: Majmu& Jilid 28. Ibnu Taimiyah mengutip dan menjelaskan makna hadis “sultan adalah naungan Allah di bumi” serta menjelaskan status hadis tersebut.
Hadis dan statusnya
السُّلْطَانُ ظِلُّ اللَّهِ فِي الأَرْضِ، يَأْوِي إِلَيْهِ كُلُّ مَظْلُوم
“Sultan adalah naungan Allah di bumi; setiap orang yang lemah dan teraniaya berlindung kepadanya.”
Menurut Ibnu Taimiyah, hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bazzar dalam Kasyf Al-Astar no. 1590. Sanadnya lemah karena memuat Sa'id bin Sinan Abu Mahdi yang berstatus matruk. Meskipun sanadnya lemah, Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa maknanya benar dan dapat diterima berdasarkan prinsip-prinsip syariat yang telah mapan.
Penjelasan makna naungan
Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa naungan memerlukan benda yang menghasilkan naungan. Sultan yang disebut “naungan Allah” bukan berarti sultan adalah Allah atau bagian dari Allah. Sultan adalah makhluk yang bergantung kepada Allah dan tidak memiliki kekuasaan ilahi sendiri.
Naungan memberikan keteduhan, perlindungan, dan pertolongan. Itulah fungsi pemimpin yang ideal bagi rakyatnya.
Pemimpin sebagai sarana manfaat terbesar
Ibnu Taimiyah menyebut beberapa alasan pemimpin disebut naungan Allah:
- Sultan memiliki kekuasaan untuk melindungi yang lemah dari yang kuat.
- Sultan memiliki wewenang untuk menghentikan kezaliman.
- Sultan yang adil menjadi sebab terbesar kesejahteraan duniawi dan sarana kebaikan Allah bagi makhluk-Nya di bumi.
Keadaan pemimpin dan rakyat
Ibnu Taimiyah menekankan hubungan langsung antara keadaan pemimpin dan keadaan rakyat: ketika pemimpin baik, keadaan menjadi baik; ketika pemimpin rusak, keadaan menjadi rusak, meskipun tidak pernah rusak sepenuhnya karena pemimpin tetap memberi naungan Allah dalam kadar tertentu.
Pemimpin yang fasik masih dapat memberikan manfaat minimal. Ia masih menghentikan sebagian kejahatan dan memberikan sebagian perlindungan. Karena itu, bersabar terhadap pemimpin yang zalim dinilai lebih baik daripada keadaan tanpa pemimpin.
Terkait
- Imam Adil — Keutamaan dan Kedudukannya — pemimpin yang menjalankan fungsi idealnya.
- Waliyyul Amr dan Masalah Ijtihad — kewajiban taat kepada pemimpin.
- Dua Rukun Kepemimpinan — Quwwah dan Amanah — kemampuan dan integritas pemimpin ideal.
- Jihad Bersama Imam yang Zalim — berjihad meskipun pemimpin tidak sempurna.
Pertanyaan Terbuka
- Apakah Ibnu Taimiyah menyebut sanad lain yang menguatkan hadis ini?
- Bagaimana konsep naungan Allah diselaraskan dengan kewajiban menasihati pemimpin yang zalim?
Data sumber
- jenis
- konsep
- Arab
- السلطان ظل الله في الأرض
- disiplin
- siyasah, hadis
- kategori
- kaidah siyasah
- tag
- konsep, siyasah, hadis, sulthan