Mad
Mad
Definisi
Mad (المدّ) adalah memanjangkan suara pada salah satu dari tiga huruf mad. Ini adalah tema paling luas dalam kedua matan. Dua dasarnya adalah Ashli (alami) dan Far'i (turunan yang disebabkan faktor lain). Pembahasannya terdapat dalam Tuhfatul Athfal (bait 35–57) dan Al-Jazariyah, bab Al-Maddat.
Huruf mad dan mad alami
Tiga huruf mad dalam "min lafẓi wāy", bait 39, adalah ا (alif setelah fathah), و sukun (setelah dammah), dan ي sukun (setelah kasrah). Ketiganya keluar dari jawf, lihat Makharij Al-Huruf.
- Mad Ashli atau Thabi'i: mad alami sekitar 2 harakat tanpa sebab hamzah atau sukun. Bait 35–37.
- Mad Layyin: و atau ي sukun yang didahului fathah, seperti خَوْف dan بَيْت. Bait 41.
Mad Far'i, pemanjangan karena sebab
Mad Far'i disebabkan hamzah atau sukun, sebagaimana Tuhfatul Athfal bait 42–47 dan Al-Jazariyah, bab Al-Maddat.
| Jenis | Sebab | Contoh | Panjang | |---|---|---|---| | Wajib Muttashil | mad dan hamzah berada dalam satu kata | جَاءَ, سُوء, جِيءَ | wajib panjang, 4–5 harakat | | Jaiz Munfashil | mad mengakhiri satu kata dan hamzah mengawali kata berikutnya | بِمَا أُنزِلَ, إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ | boleh dipanjangkan atau dipendekkan | | 'Aridh Lissukun | mad bertemu sukun yang hanya muncul saat waqf | نَسْتَعِينُ, الْعَالَمِينَ | 2, 4, atau 6 harakat ketika berhenti | | Badal | hamzah berada sebelum mad | آمَنُوا, إِيمَانًا | sekitar 2 harakat | | Lazim | mad bertemu sukun tetap ketika washal dan waqf | lihat di bawah | paling panjang, 6 harakat |
Mad Lazim, empat jenis
Bait 48–57 membagi lazim berdasarkan sukun yang berada dalam kata (kilmiy) atau pada huruf pembuka yang terpisah (harfiy). Masing-masing dapat berupa mutsaqqal (sukun melebur atau mengalami idgham) atau mukhaffaf (tidak melebur):
- Kilmiy Mutsaqqal: الضَّالِّينَ, الْحَاقَّة.
- Kilmiy Mukhaffaf: آلْآنَ.
- Harfiy Mutsaqqal atau Mukhaffaf: muncul pada huruf muqatta'ah atau fawatih as-suwar. Huruf pembuka tiga suku kata yang bagian tengahnya merupakan huruf mad mendapat mad lazim harfiy. Delapan hurufnya dirangkum dalam "kam ʿasal naqaṣ" (ك م ع س ل ن ق ص). Huruf ع, seperti dalam كهيعص dan حم عسق, memiliki dua wajh yang diterima, yaitu mad 6 harakat atau tawassuth 4 harakat. Empat belas huruf pembuka dirangkum dalam "ṣilhu suḥairan man qaṭaʿaka dhā sytahar", bait 57. Huruf pembuka dua suku kata tanpa mad, seperti طه dan حي, hanya memakai mad thabi'i.
Sumber
Kedua matan menjadi sumber halaman ini. Al-Jazariyah menyusun hukum secara ringkas sebagai lazim, wajib, dan jaiz: "wal-maddu lāzimun wa wājibun atā / wa jāʾizun…". Tuhfatul Athfal menambahkan pembagian mad lazim yang lebih lengkap, serta 'aridh dan badal.
Terkait
Makharij Al-Huruf membahas huruf mad yang keluar dari jawf. Waqf dan Ibtida adalah tautan yang belum tersedia; mad 'aridh lissukun bergantung pada waqf. Bagian dari Tajwid.
Perbedaan pendapat tentang panjang, dari Fath Al-Malik
Syarah Fath Al-Malik Al-Muta& (hlm. 57–67) mendokumentasikan perbedaan utama:
- Ibn Mujahid dan mayoritas memilih tul, yaitu pemanjangan maksimal 6 harakat, untuk Mad Wajib Muttashil.
- Ibn Ghalbun dan ulama lain memilih tawassuth, yaitu 4 harakat, berdasarkan analogi dengan prinsip dua sukun.
- 'Aridh Lis-Sukun memiliki tiga pilihan, yaitu qasr (2 harakat), tawassuth (4 harakat), dan tul (6 harakat). Ketiganya diterima dalam tradisi Asy-Syathibiyah.
- Qiraah: seluruh hukum mad dalam Tuhfatul Athfal dan Fath Al-Malik berlaku untuk Hafsh dari Ashim melalui jalur Asy-Syathibiyah. Warasy dan Abu Amr atau As-Susi memiliki variasi pada beberapa bagian.
Tambahan Minhah Dhi Al-Jalal, Pelajaran 10–11
Minhah Dhi Al-Jalal (Bab 3) menegaskan dan menambahkan beberapa rincian:
- Mad Ashli: dasar 2 harakat, dengan tiga huruf ا و ي dari jawf. Al-Dabbaa' menegaskan bahwa mad ashli tidak diikuti hamzah atau sukun; jika salah satunya mengikuti, mad menjadi Far'i.
- Mad Layyinah: و dan ي yang didahului fathah adalah huruf lin, bukan huruf mad penuh. Keduanya menghasilkan suara yang lebih pendek dan lebih ringan serta memiliki hukum tersendiri ketika waqf.
- Mad Munfashil: pilihan harakatnya 2 (qasr) atau 4 (tawassuth), keduanya boleh untuk Hafsh dari Ashim.
- Mad Badal: untuk Hafsh dari Ashim, panjangnya hanya 2 harakat. Contohnya آمَنُوا, أُوتُوا, dan إِيمَانًا.
- Analisis fawatih: huruf tiga suku kata mendapat mad lazim 6 harakat, huruf dua suku kata mendapat mad ashli 2 harakat, dan huruf satu suku kata tidak mendapat mad. Delapan huruf lazim adalah ن ق ص ع س ل ك م. Mutsaqqal terjadi ketika huruf-huruf pembuka yang berdekatan mengalami idgham dalam pelafalan.
Pertanyaan Terbuka
- ~~Hitungan harakat~~ ✓ TERJAWAB: Mad Muttashil 4–5 atau 6 harakat menurut perbedaan Ibn Mujahid dan Ibn Ghalbun; 'Aridh 2, 4, atau 6; Lazim selalu 6; Badal 2; Munfashil 2 atau 4.
- ~~Qiraah yang digunakan~~ ✓ TERJAWAB: Hafsh dari Ashim, dikonfirmasi oleh Fath Al-Malik dan Minhah Dhi Al-Jalal.
- Hukum Mad Layyinah ketika waqf dapat dilihat pada Waqf dan Ibtida. Hukum 'Aridh lengkap untuk huruf lin masih perlu dikonfirmasi dari Al-Jazariyah.
Data sumber
- jenis
- konsep
- Arab
- المدّ
- disiplin
- tajwid
- kategori
- tajwid rule
- tag
- konsep, tajwid, mad