Tanya Salaf
Konsep · ID

Hukum Huruf Ra

Hukum Huruf Ra

Pengertian

Huruf ra (ر) memiliki hukum ketebalan yang bergantung pada keadaan. Ra dapat dibaca tebal (tafkhim) atau tipis (tarqiq) sesuai harakatnya, harakat huruf sebelumnya, dan ada atau tidaknya huruf isti'la setelahnya. Makharij ra berada di dekat ujung lidah dengan sifat inhiraf dan takrir.

Kaidah dari Al-Jazariyah bait 41–43

Ra dibaca tipis

Ra dibaca tipis dalam dua keadaan:

  1. Ra berharakat kasrah, seperti رِزْقًا dan رِجَالًا.
  2. Ra sukun didahului kasrah asli, selama tidak ada huruf isti'la setelahnya dalam kata yang sama.

Dua keadaan menghalangi bacaan tipis:

Ra dibaca tebal

Ra dibaca tebal ketika:

Perbedaan pendapat pada kata فِرْقٍ

Ibnu Al-Jazari menyebutkan perbedaan pendapat pada kata فِرْقٍ dalam bait 43. Perbedaannya berkaitan dengan kasrah dan huruf qaf, yaitu huruf isti'la yang berada sebelum ra sukun. Wiki mencatat perbedaan ini tanpa memilih salah satu pendapat.

Menyembunyikan sifat takrir

Ketika ra bertasydid, Ibnu Al-Jazari mengarahkan agar sifat takrir disamarkan. Getaran alami ra tidak boleh dibuat berlebihan atau terdengar sebagai getaran tambahan. Kaidah ini memperbaiki makhraj tanpa mengubah hukum tafkhim atau tarqiq.

Contoh penerapan

| Keadaan | Hukum | Contoh Al-Qur'an | |---|---|---| | Ra berkasrah | Tarqiq | رِزْقًا, رِجَالًا | | Ra sukun setelah kasrah asli tanpa isti'la | Tarqiq | فِرْعَوْنَ, مِرْيَم | | Ra berfathah | Tafkhim | رَبُّنَا, رَحْمَةٌ | | Ra berdhammah | Tafkhim | رُزِقْنَا | | Ra sukun setelah fathah | Tafkhim | كَوْثَر, وَالْعَصْر | | Ra sukun setelah kasrah dan diikuti isti'la | Tafkhim | إِرْصَادًا | | Ra sukun setelah kasrah aridhah | Tafkhim | ارْجِعِي | | Ra bertasydid | Mengikuti keadaan di atas dan menyamarkan takrir | Beragam | | فِرْقٍ | Khilaf | Asy-Syu'ara: 63 |

Terkait

Tafkhim dan Tarqiq · Sifat Al-Huruf · Makharij Al-Huruf · Hukum Lam · Tajwid

Pertanyaan Terbuka

Data sumber

jenis
konsep
Arab
الرَّاءَات
disiplin
tajwid
kategori
tajwid rule
tag
konsep, tajwid