Tanya Salaf
Konsep · ID

Al-Quran Kalam Allah - Huruf dan Makna

Al-Quran Kalam Allah — Dengan Huruf dan Makna, bukan Hanya Makna

Sumber: Majmu& Vol.27 — Ibnu Taimiyah mempertahankan posisi Salaf bahwa Quran yang dibaca dan ditulis adalah kalam Allah yang sesungguhnya, terdiri dari huruf (huruf) dan makna (ma'na), bukan sekadar "ekspresi" dari makna abstrak abadi.


Posisi Salaf yang Ibnu Taimiyah Pertahankan

**Quran yang dibaca oleh umat Islam dan ditulis dalam mushaf adalah benar-benar kalam Allah (kalam-Nya) — disandarkan kepada Allah yang mengucapkannya, bukan kepada manusia yang menyampaikannya.**

Analoginya: ucapan disandarkan kepada yang mengatakannya, bukan kepada yang menyampaikannya. Quran adalah ucapan Allah, meski disampaikan melalui Jibril dan diterima oleh Nabi ﷺ.


Tiga Posisi Historis tentang Quran

| Kelompok | Posisi | |---|---| | Mu'tazilah | Quran adalah makhluk — huruf dan maknanya diciptakan | | Kullabiyyah / Ash'ariyyah | Kalam Allah adalah makna abadi (ma'na nafsi qadim) yang satu; lafazh Arab Quran, Torah berbahasa Ibrani, dan Injil berbahasa Suryaniah adalah "ekspresi" ('ibarah) darinya — bukan kalam Allah sendiri | | Salaf / Ahlussunnah | Quran adalah kalam Allah yang sesungguhnya — dengan huruf dan makna; disandarkan kepada Allah, bukan makhluk |


Posisi Salaf: Dari Imam-imam Besar

Ibnu Taimiyah mendokumentasikan penolakan eksplisit terhadap posisi "lafazh Quran adalah makhluk" dari:

Penolakan mereka terdokumentasi dalam kitab-kitab seperti Ibnu Abi Hatim dan Al-Lalika'i — ini bukan persoalan yang diperselisihkan di kalangan Salaf.


Hadith: Allah Menyeru dengan Suara

Ibnu Taimiyah menggunakan dua hadith untuk menetapkan bahwa kalam Allah mencakup suara (sawt):

HR Bukhari (7483) dan Muslim (222/379):

"Sesungguhnya Allah menyeru Adam dengan suara..."

HR Bukhari (Fath Al-Bari 13/453):

"Sesungguhnya Allah menyeru hamba-hamba-Nya pada Hari Kiamat dengan suara..."


Implikasi: Menilai Bacaan Quran

Ibnu Taimiyah membedakan tiga hal yang tidak boleh dicampur:

  1. Kalam Allah — yang diturunkan, bersifat qadim dalam jenisnya
  2. Bacaan manusia (qira'ah al-'ibad) — tindakan membaca adalah makhluk
  3. Mushaf — fisik mushaf adalah makhluk, isinya kalam Allah

Imam Bukhari dalam Khalq Af'al al-'Ibad: Allah berbicara dengan suara yang nyata — dan para ulama Salaf menolak siapa pun yang mengatakan "lafazh bacaanku atas Quran adalah makhluk" sebagai pernyataan yang menjerumuskan kepada bid'ah Jahmiyyah.


Terkait

Pertanyaan Terbuka

  1. Bagaimana Ibnu Taimiyah membantah argumen Ash'ariyyah bahwa jika kalam Allah berhuruf maka ia tersusun (murakkkab) dan itu bertentangan dengan keesaan Allah?
  2. Apakah posisi ini dikuatkan oleh Al-Albani atau ulama Salafi kontemporer dengan penjelasan tambahan?

Data sumber

jenis
konsep
Arab
القرآن كلام الله بحروفه ومعانيه
disiplin
aqidah
kategori
masalah akidah
tag
konsep, aqidah, quran, kalam-allah, salaf