Abdullah bin Saba'
Abdullah bin Saba' — Pendiri Gerakan Rafidhah
Sumber: Majmu& Vol.28 — Ibnu Taimiyah mengidentifikasi Abdullah bin Saba' sebagai pendiri gerakan Rafidhah — seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam dengan niat merusak agama dari dalam.
Siapa Abdullah bin Saba'?
Ibnu Taimiyah menyebut Abdullah bin Saba' sebagai orang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam dengan motif yang sama dengan Paulus yang merusak agama Nasrani dari dalam: menyusup ke dalam komunitas agama untuk merusaknya dengan memperkenalkan ajaran yang bertentangan dengan ajaran aslinya.
Peran dalam Fitnah
Abdullah bin Saba' memperkenalkan ghuluw (ekstremisme berlebih-lebihan) tentang Ali bin Abu Thalib رضي الله عنه:
- Klaim ketuhanan Ali — bahwa Ali adalah manifestasi Allah di bumi (hulul)
- Penyebaran fitnah yang mengarah kepada pembunuhan Utsman bin Affan رضي الله عنه
- Mendirikan pondasi doktrin yang kemudian menjadi madhhab Rafidhah
Respons Ali رضي الله عنه
Ketika kelompok ghulat yang mengikuti Abdullah bin Saba' memproklamasikan ketuhanan Ali رضي الله عنه, Ali membakar mereka dengan api.
HR Bukhari (Permintaan Tobat orang-orang Murtad, 6922): Riwayat tentang Ali yang membakar kaum zindiq ini — meskipun dalam teks asli berkaitan dengan kelompok lain — Ibnu Taimiyah menggunakannya dalam konteks diskusi tentang Abdullah bin Saba' untuk menunjukkan respons Ali terhadap pengikut-pengikut ekstremis.
Warisan: Narasi Rafidhah
Ibnu Taimiyah menggunakan Abdullah bin Saba' untuk menjelaskan mengapa Rafidhah mengandung volume narasi palsu dan kebohongan paling tinggi dari kelompok manapun dalam Islam:
- Gerakan ini didirikan di atas penipuan dan penyusupan
- Pendirinya adalah seorang penipu yang berpura-pura beriman
- Kultur kebohongan dan taqiyyah sudah tertanam sejak asal
Dalam Wiki Ini
- Rafidhah — Analisis Ibnu Taimiyyah — analisis Ibnu Taimiyah tentang gerakan Rafidhah secara keseluruhan
- Nashiriyah — Hukum Memeranginya — cabang dari Rafidhah yang mencapai tingkat kufr paling berat
- Taqiyyah dalam Madzhab Batiniyyah — warisan Abdullah bin Saba' dalam budaya taqiyyah
Catatan Kritis
⚠️ Catatan manhaj: Identifikasi "Abdullah bin Saba'" sebagai tokoh historis yang nyata — versus sebagai konstruksi naratif belakangan — adalah debat dalam historiografi Islam modern. Ibnu Taimiyah (abad ke-13) menerima keberadaannya sebagai tokoh historis nyata berdasarkan riwayat-riwayat yang ada. Pembaca yang tertarik pada debat historiografi ini perlu merujuk ke sumber-sumber di luar koleksi wiki ini. (Flagged untuk pembaca; bukan penilaian final.)
Pertanyaan Terbuka
- Apakah Ibnu Taimiyah menyebut sumber-sumber spesifik dari mana ia mengambil informasi tentang Abdullah bin Saba'?
- Kapan tepatnya Abdullah bin Saba' dianggap aktif — apakah ada tahun yang bisa dikonfirmasi dari sumber-sumber primer?
Data sumber
- jenis
- zindiq
- Arab
- عبدالله بن سبأ
- wafat
- tidak diketahui
- periode
- Masa Sahabat (bukan sahabat)
- mazhab
- tidak ada
- akidah
- Zindiq — penyusup dari Yahudi
- tag
- zindiq, rafidhah, fitnah