Tanya Salaf
Konsep · ID

Tartib vs Isytirak dalam Penerima Wakaf

Tartib vs Isytirak dalam Penerima Wakaf — Sekuensial Kelompok vs Individu

Sumber: Majmu& Vol.26 — Ibnu Taimiyah menganalisis secara luas apakah formula waqf "kepada anak-anaknya, kemudian cucu-cucunya" menetapkan tartib jam'i (sekuensial kelompok) atau tartib afrad (sekuensial individu).


Dua Model Interpretasi

| Model | Nama | Deskripsi | |-------|------|-----------| | Tartib jam'i | Sekuensial Kelompok | Seluruh generasi pertama harus habis lebih dulu sebelum generasi kedua boleh menerima. Cucu tidak menerima selama ada satu pun anak yang masih hidup. | | Tartib afrad | Sekuensial Individu | Setiap orang yang meninggal mengalihkan bagiannya kepada keturunannya sendiri, terlepas dari apakah saudaranya masih hidup atau tidak. |


Posisi Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiyah — didukung oleh mayoritas fuqaha — memilih tartib afrad:

Formula "kepada anak-anaknya, kemudian cucu-cucunya" berarti: setiap anak yang meninggal mengalihkan bagiannya kepada anak-anaknya sendiri (cucunya), tanpa menunggu seluruh generasi anak habis.

Implikasinya: cucu dari anak yang sudah meninggal menerima bagian ayahnya, sekalipun paman-paman mereka (anak-anak waqif lainnya) masih hidup.


Dalil: Penggunaan Pronoun Plural dalam Al-Qur'an

Ibnu Taimiyah menggunakan QS Al-Baqarah [2]: 233 sebagai ilustrasi metode linguistik:

"وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ"

"Para ibu menyusui anak-anak mereka."

Analisis Ibnu Taimiyah: "para ibu" (al-walidat) adalah plural, dan "anak-anak mereka" (awladahunna) adalah plural. Namun artinya bukan "semua ibu menyusui semua anak bersama-sama." Artinya adalah: setiap ibu menyusui anak-anaknya sendiri — distribusi yang bersifat individual, meski menggunakan bentuk plural.

Demikian pula dengan formula waqf "kepada anak-anaknya, kemudian cucunya": setiap anak mendistribusikan kepada cucu-cucunya sendiri.


Mengapa Ini Penting

Perbedaan ini menentukan nasib puluhan sengketa konkret:

Ibnu Taimiyah memilih tartib afrad karena: (1) lebih sesuai dengan penggunaan bahasa Arab; (2) lebih mencerminkan niat wajar seorang yang mendirikan waqf keluarga; (3) didukung mayoritas fuqaha.


Terkait

Pertanyaan Terbuka

  1. Apakah ada formula waqf tertentu yang secara eksplisit menetapkan tartib jam'i, sehingga Ibnu Taimiyah akan memilihnya — atau tartib afrad selalu lebih diutamakan?

Data sumber

jenis
konsep
Arab
الترتيب والاشتراك في مستحقي الوقف
disiplin
fikih
kategori
hukum fikih
tag
konsep, fikih, wakaf