Tanya Salaf
Konsep · ID

Qadar

Qadar — القدر

Definisi

Qadar adalah ketetapan azali Allah atas segala yang ada dan segala yang terjadi. Tidak ada sesuatu pun di alam yang terjadi di luar ilmu, pencatatan, kehendak, dan kekuasaan penciptaan-Nya. Qadar merupakan salah satu dari enam rukun iman. Menurut Ibnu Taimiyah dalam Majmu& Jilid 6, Kitab Tentang Kekuasaan Allah, halaman 142–887, qadar tidak terpisah dari qudrah atau kekuasaan Allah sebagai satu sistem yang saling berkaitan.

Penjelasan

Perbedaan utama yang dijelaskan Ibnu Taimiyah adalah dua jenis kehendak Allah:

| Jenis | Arab | Makna | Cakupan | |---|---|---|---| | Iradah Kauniyah atau Qadariyah | الإرادة الكونية | Apa yang Allah tetapkan untuk terjadi, yaitu kehendak penciptaan-Nya yang bersifat universal | Mencakup segala sesuatu yang terjadi, termasuk maksiat, kufur, dan kesesatan. Apa yang Allah kehendaki secara kauni pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak terjadi. | | Iradah Syar'iyah atau Diniyah | الإرادة الشرعية | Apa yang Allah perintahkan dan cintai, yaitu kehendak syariat-Nya | Hanya mencakup apa yang diperintahkan, seperti ibadah dan ketaatan. Hal ini tidak selalu terjadi karena manusia dapat bermaksiat. |

Mencampuradukkan keduanya menghasilkan dua penyimpangan yang disebutkan Ibnu Taimiyah:

Dalil dan dasar

Penerapan dan contoh

Contoh utama yang dijelaskan Ibnu Taimiyah adalah Adam dan Iblis, yaitu QS Al-A'raf 7:23 dan QS Al-Hijr 15:39. Adam mengakui dosa dan bertobat, sedangkan Iblis memakai qadar untuk membenarkan penolakannya. Qadar tidak boleh dijadikan alasan untuk meninggalkan kewajiban atau terus melakukan dosa. Hadis perdebatan Adam dan Musa (Bukhari 6601 dan Muslim 2652) menjelaskan bahwa penggunaan qadar oleh Adam benar karena berkaitan dengan musibah masa lalu yang telah ia tobati, bukan dosa yang sedang dilakukan.

Setiap ketetapan, berupa nikmat atau musibah, menjadi kebaikan bagi orang beriman secara khusus karena ia bersyukur ketika mendapat nikmat dan bersabar ketika mendapat musibah (Muslim, Az-Zuhd 2999, dari Shuhaib bin Sinan): “Hal ini tidak dimiliki siapa pun kecuali orang beriman.”

Perbedaan pendapat

Saat ini tidak ada perbedaan manhaj yang ditulis oleh wiki pada konsep ini. Materi di atas adalah posisi sistematis Ibnu Taimiyah yang disampaikan sebagai pandangan jumhur dan Ahlus Sunnah terhadap kelompok-kelompok yang disebutkan, bukan sebagai perbedaan yang sedang berlangsung di dalam posisi Salafi.

Terkait

Pembahasan lengkap, yaitu 18 subbagian yang mencakup bantahan terhadap wahdatul wujud, perbedaan fi'il lazim dan fi'il muta'addi, serta 14 hadis yang dinilai secara lengkap, terdapat dalam Tauhid Rububiyah § “Majmu' Fatawa, Jilid 6: Kitab Kekuasaan Allah (Qadar)”. Halaman ini adalah pintu masuk yang ringkas. Lihat juga Akhirat untuk hubungan ketetapan azali dengan akhirat.

Pertanyaan Terbuka

Data sumber

jenis
konsep
Arab
القدر
disiplin
aqidah
kategori
masalah akidah
tag
konsep, aqidah