Tanya Salaf
Konsep · ID

Hiyal

Hiyal — Siasat Hukum yang Mengalahkan Tujuannya Sendiri

Sumber: Majmu& Vol.25 — Ibnu Taimiyah mengkritik siasat-siasat hukum (hiyal) yang dirancang untuk menghindari larangan syariat, dengan argumen bahwa hiyal tidak menghapus keharaman dan biasanya menghasilkan kerusakan lebih besar dari perbuatan yang hendak dihindari.


Definisi

Hiyal (الحيل) adalah rekayasa formal atas suatu perbuatan atau akad dengan tujuan agar sesuatu yang haram secara substansi tampak halal secara lahiriah — dengan memanfaatkan celah terminologi, prosedur, atau struktur kontrak.

Ibnu Taimiyah membedakan dua kategori:


Prinsip Kritis Ibnu Taimiyah: Hiyal Menghasilkan Bahaya Lebih Besar

Ibnu Taimiyah mengajukan satu contoh kunci yang menjadi paradigma kritiknya: nikah tahlil vs nikah mut'ah.

Nikah Tahlil

Seorang suami mentalak istrinya tiga kali (talak ba'in). Istrinya tidak boleh kembali kepadanya sebelum menikahi pria lain dan kemudian bercerai dari pria tersebut (QS Al-Baqarah [2]: 230). Untuk "menghalalkan" kembali ke suami pertama, mereka mengatur agar pria lain menikahi si wanita dengan niat pasti untuk mentalaknya segera.

Ibnu Taimiyah menyatakan nikah tahlil lebih buruk dari nikah mut'ah karena:


Dictum Abu Ayyub As-Sakhtiyani

Ibnu Taimiyah mengutip perkataan Abu Ayyub As-Sakhtiyani رحمه الله tentang pelaku hiyal:

"Mereka menipu Allah sebagaimana mereka menipu anak-anak. Seandainya mereka melakukan perbuatan itu secara terang-terangan, itu lebih ringan dosanya bagiku."

Ini mengungkap dua masalah sekaligus: (1) hilangnya rasa malu di hadapan Allah, dan (2) penambahan dosa tipuan (tadlis) di atas dosa perbuatan asalnya.


Kaidah Ibnu Taimiyah tentang Hiyal

"'Ibrah dalam muamalat adalah pada maqashid dan haqaiq — bukan pada alfazh dan mabani."

— Kaidah umum Ibnu Taimiyah yang diterapkan di semua hiyal

Mengubah nama, struktur, atau prosedur suatu perbuatan tidak mengubah hakikatnya di hadapan Allah. Hakim dan pengadilan dunia mungkin tertipu oleh label formal, tetapi Allah tidak.

Untuk elaborasi hiyal khusus dalam konteks riba, lihat Hiyal Riba.


Terkait

Pertanyaan Terbuka

  1. Di mana Ibnu Taimiyah menarik garis antara makhraj shar'i (jalan keluar yang sah dari kesulitan) dan hilah muharramah (siasat terlarang) — apakah ada kriteria formal yang ia berikan?
  2. Apakah Ibnu Taimiyah membahas hiyal dalam konteks perpajakan atau keuangan negara — misalnya rekayasa kepemilikan untuk menghindari zakat?

Data sumber

jenis
konsep
Arab
الحيل
disiplin
fikih, usul fikih
kategori
kaidah usul
tag
konsep, fikih, usul fikih, hiyal