Tanya Salaf
Konsep · ID

Haqq Allah dan Haqq Al-Adam dalam Akad

Haqq Allah dan Haqq Al-Adam dalam Akad — Penentu Validitas Kontrak dan Cakupan Khiyar

Sumber: Majmu& Vol.25 — Ibnu Taimiyah menerapkan pembedaan antara haqq Allah dan haqq al-adam secara konsisten di berbagai fatwa untuk menentukan apakah akad yang terlarang menjadi batil mutlak atau hanya memberikan hak khiyar kepada pihak yang dirugikan.

Catatan: Halaman ini membahas pembedaan haqq Allah / haqq al-adam dalam konteks validitas akad. Untuk pembedaan yang sama dalam konteks ta'sir (penetapan harga), lihat Hak Allah dan Hak Manusia.


Definisi

Dalam konteks hukum akad, Ibnu Taimiyah membedakan dua kategori larangan syariat berdasarkan siapa yang memiliki hak yang dilanggar:

| Kategori | Makna | Akibat pada Akad | |---|---|---| | Haqq Allah (حق الله) | Hak yang hanya milik Allah — tidak dapat dilepaskan oleh siapapun | Akad batil (void), tidak dapat disahkan oleh persetujuan siapapun | | Haqq al-adam (حق الآدمي) | Hak yang dimiliki pihak manusia tertentu | Akad tidak otomatis batil; pihak yang berhak memiliki khiyar untuk membatalkan atau meneruskan |


Contoh Haqq Allah — Akad Batil Mutlak

Nikah setelah tiga talak tanpa muhallil:

فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهُ مِن بَعْدُ حَتَّىٰ تَنكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ

(QS Al-Baqarah [2]:230)

Larangan ini adalah haqq Allah — tidak ada pihak manusia (bukan istri, bukan suami, bukan wali) yang bisa "memaafkan" atau menyetujui pengabaiannya. Nikah yang dilakukan tanpa muhallil yang sah adalah batil, meskipun kedua pihak ridha.

Nikah muhrim (pernikahan selama ihram): juga haqq Allah — tidak bisa disahkan oleh persetujuan semua pihak.


Contoh Haqq Al-Adam — Akad Memberi Khiyar

Jual-beli najsy (penawaran harga palsu): Larangan ini melindungi hak pembeli yang tertipu — haqq al-adam. Maka:

Jual-beli musharrah (menahan susu ternak sebelum dijual): Sama — melindungi hak pembeli (haqq al-adam). Pembeli mendapat khiyar tiga hari.


Kaidah: Ridha Pihak yang Berhak Menentukan Nasib Akad

Dalam pelanggaran haqq al-adam:

Dalam pelanggaran haqq Allah:


Penerapan pada Akad-Akad Lain

| Akad | Kategori | Akibat | |---|---|---| | Nikah syighar (tanpa mahar) | Haqq al-adam (hak perempuan atas mahar) | Ada khiyar untuk perempuan; beberapa ulama menyatakan batil | | Nikah dengan syarat tahlil | Haqq Allah (tahlil adalah ibadah yang tidak boleh dipermainkan) | Batil — Malik dan Ahmad dalam riwayat masyhur | | Riba dalam jual-beli | Haqq Allah | Batil — tidak bisa disahkan oleh ridha kedua pihak | | Penipuan (ghisysy) dalam jual-beli | Haqq al-adam | Khiyar bagi pihak yang tertipu |


Terkait

Pertanyaan Terbuka

  1. Apakah Ibnu Taimiyah menetapkan kriteria yang jelas untuk membedakan apakah suatu larangan dalam akad melindungi haqq Allah atau haqq al-adam — atau apakah ini bersifat case-by-case?
  2. Bagaimana penerapan pembedaan ini pada akad-akad modern seperti asuransi dan derivatif keuangan?

Data sumber

jenis
konsep
Arab
حق الله وحق الآدمي في النواهي
disiplin
usul fikih, fikih
kategori
kaidah usul
tag
konsep, usul fikih, fikih, muamalat, nikah