Hamzat Al-Wasl
Hamzat Al-Wasl
Definisi
Hamzat Al-Wasl (همزة الوصل) adalah alif tertulis ا pada awal kata tertentu. Bunyi hamzahnya tidak terdengar ketika bacaan disambung dari kata sebelumnya, tetapi harus diberi harakat ketika memulai bacaan atau melanjutkan setelah berhenti (waqf).
Bandingkan dengan Hamzat Al-Qat' (همزة القطع), yaitu hamzah yang selalu dibaca, termasuk ketika berada di tengah kalimat yang disambung. Contohnya adalah أَكَلَ.
Penjelasan
Dalam bacaan bersambung, Hamzat Al-Wasl dilebur (tushilu, dari kata wasl yang berarti hubungan). Huruf pada kata sebelumnya langsung mengalir menuju huruf berharakat setelah alif.
- Contoh: قُل اقرَأ. Lam pada قُل mengalir menuju اقرَأ, sedangkan ا tidak dibaca, sehingga bunyinya mendekati قُلاقرَأ.
Ketika memulai bacaan dari kata yang memiliki hamzat wasl, alif harus diberi harakat. Aturan harakatnya disebutkan dalam Minhah Dhi Al-Jalal, Fa'idah 2, hlm. 131–132.
Aturan Ibtida, harakat untuk Hamzat Al-Wasl
Periksa huruf ketiga dari kata tersebut:
| Harakat huruf ketiga | Harakat awal hamzah | |----------------------|---------------------| | Dammah (ضمة) | Mulai dengan dammah (ُ) | | Kasrah (كسرة) | Mulai dengan kasrah (ِ) | | Fathah (فتحة) | Mulai dengan kasrah (ِ), bukan fathah |
Jika huruf ketiga berharakat fathah, hamzah awal tetap menggunakan kasrah. Dalam pelafalan Arab, memulai hamzah dengan fathah dihindari secara konvensional.
Pengecualian:
- Nama اللَّه (Allah) selalu dimulai dengan bunyi khusus yang menyerupai fathah, atau lam dibaca tanpa hamzah sesuai pelafalan yang dikenal.
- Kata-kata Al-Qur'an yang memiliki cara baca bersanad dapat mengesampingkan aturan berdasarkan hitungan huruf.
Contoh
| Kata | Huruf ketiga | Harakatnya | Harakat awal | |------|--------------|------------|--------------| | ﴿ اقرَأ ﴾ (Al-Alaq: 1) | ر | fathah (رَ) | kasrah: اِقرَأ | | ﴿ اذهَب ﴾ | هـ | fathah (هَ) | kasrah: اِذهَب | | ﴿ امرُؤٌ ﴾ | ر | dammah (رُ) | dammah: اُمرُؤ | | ﴿ اكتُب ﴾ | ت | dammah (تُ) | dammah: اُكتُب | | ﴿ اضرِب ﴾ | ر | kasrah (رِ) | kasrah: اِضرِب |
Kata yang memiliki Hamzat Al-Wasl
Kata dan bentuk umum yang memiliki Hamzat Al-Wasl:
- Bentuk perintah (fi'il amr) dari verba bentuk I: اِقرَأ, اِذهَب, اُكتُب.
- Alif-lam (أل), yaitu setiap kata sandang "al-", yang selalu gugur ketika berada di tengah bacaan.
- Nama dan kata tertentu dalam Al-Qur'an yang dibahas di bawah.
Nama khusus dengan Hamzat Al-Wasl
Ibn Al-Jazari menyebutkan tujuh nama khusus dalam bait 103 Al-Jazariyah yang sering muncul dalam Al-Qur'an dan bahasa Arab:
- اِبنٍ (ibnin, anak laki-laki)
- اِبنَتٍ (ibnatin, anak perempuan)
- اِمرِئٍ (imri'in, seorang laki-laki atau seseorang)
- اِثنَينِ (itsnaini, dua)
- اِمرَأَةٍ (imra'atin, seorang perempuan)
- اِسمٍ (ismin, nama)
- اِثنَتَينِ (itsnataini, dua untuk bentuk muannats)
Nama-nama tersebut, berbeda dari bentuk verba, tidak otomatis mengikuti aturan huruf ketiga. Ketujuhnya disampaikan secara khusus sebagai kata Hamzat Al-Wasl. Ketika memulai bacaan dari salah satu kata tersebut, harakat awal mengikuti aturan huruf ketiga, dan kebanyakan menggunakan kasrah.
Waqf sebelum kata Hamzat Al-Wasl
Ketika kata sebelum kata Hamzat Al-Wasl dibaca dengan waqf, pembaca tidak boleh memberi harakat akhir yang sempurna pada kata sebelumnya. Harakat penuh dapat membuat hamzah berikutnya tetap sunyi karena dibaca bersambung dan menjadikan waqf tidak jelas. Perhatikan hal-hal berikut:
- Hindari waqf dengan harakat penuh tepat sebelum kata Hamzat Al-Wasl. Bentuk waqf alami dengan sukun menjaga kejelasan.
- Dengan raum, sebagian harakat boleh terdengar. Raum adalah harakat lembut yang hampir tidak terdengar ketika waqf dan tidak menyebabkan bacaan tersambung.
- Dengan isymam, pembulatan bibir tanpa suara dapat digunakan pada kata yang berakhir dengan rafa' atau dammah untuk menunjukkan harakat dammah.
- Bait 105 menambahkan bahwa kata berakhir tanwin fathah yang berubah menjadi alif ketika waqf tetap ditulis dengan alif, sedangkan hamzah kata berikutnya mengikuti aturan waqf.
Terkait
Waqf dan Ibtida adalah bagian dari aturan berhenti dan memulai bacaan. Makharij Al-Huruf membahas makhraj hamzah di Aqsa Al-Halq, bagian terdalam tenggorokan. Rasm Mushaf membahas hubungan Hamzat Al-Wasl dengan tulisan mushaf. Semuanya bagian dari Tajwid.
Pertanyaan Terbuka
- Hubungan sistematis antara tujuh nama khusus yang disebut Al-Jazariyah dan seluruh daftar dalam mushaf telah dikonfirmasi dari terjemah, tetapi tabel lengkap surah dan ayat akan lebih berguna.
- Teknik raum dan isymam disebut dalam bab waqf, tetapi belum memiliki halaman konsep sendiri.
Data sumber
- jenis
- konsep
- Arab
- هَمزَةُ الوَصل
- disiplin
- tajwid
- kategori
- tajwid rule
- tag
- konsep, tajwid