Tanya Salaf
Konsep · ID

Ghibah terhadap Orang Fasik dan Nasihat

Ghibah terhadap Orang Fasik dan Nasihat

Ibnu Taimiyah dalam Majmu& halaman 689–693 menjelaskan kapan keburukan seseorang boleh disebut dan meluruskan ucapan “tidak ada ghibah bagi orang fasik”.

Ucapan tersebut bukan hadis Nabi

“Tidak ada ghibah bagi orang fasik” bukan hadis Nabi ﷺ. Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa ini adalah ucapan Al-Hasan Al-Bashri. Menisbatkannya kepada Nabi ﷺ adalah kesalahan.

Dua keadaan yang membolehkan penyebutan keburukan

1. Pelaku kemungkaran terang-terangan

Orang yang terang-terangan melakukan kezaliman, kekejian, atau bidah boleh disebut keburukannya dalam rangka mengingkari kemungkaran dan memperingatkan manusia.

“Barangsiapa melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya.” (HR Muslim)

Orang tidak boleh duduk di meja yang menyajikan khamr kecuali untuk mengingkarinya. Hadir tanpa pengingkaran dapat menjadi bentuk persetujuan atau pembiaran.

2. Nasihat yang diminta

Ketika seseorang meminta nasihat tentang calon pasangan, mitra transaksi, atau saksi, orang yang mengetahui kekurangannya boleh bahkan wajib menjelaskannya.

Dalam kisah Fathimah binti Qais, Nabi ﷺ menyebut Abu Jahm suka memukul perempuan dan Muawiyah tidak memiliki harta ketika Fathimah meminta nasihat tentang dua pelamar. Penyebutan tersebut bertujuan melindungi, bukan menggunjing. (HR Muslim no. 1480/36)

Nasihat agama

Nasihat untuk melindungi agama seseorang lebih penting daripada nasihat tentang urusan dunia. Dasar ilmu jarh wa ta'dil juga demikian: para ulama menilai perawi untuk menjaga kemurnian ajaran, bukan untuk menggunjing.

Syarat niat

Penyebutan keburukan harus karena Allah, bukan permusuhan pribadi, hasad, persaingan jabatan, atau keinginan mencari popularitas. Niat yang kotor mengubah tindakan yang tampak dibolehkan menjadi dosa.

Terkait

Pertanyaan Terbuka

Data sumber

jenis
konsep
Arab
الْغِيبَةُ فِي حَقِّ الْفَاسِقِ الْمُجَاهِرِ وَالنَّصِيحَةُ
disiplin
fikih
kategori
hukum fikih / akhlak / amar makruf
tag
konsep, fikih, akhlak, amar-makruf