Tanya Salaf
Konsep · ID

Fana' — الفناء

Fana' — الفناء

Definisi

Fana' (lenyap atau sirna) adalah istilah yang banyak diperdebatkan dalam wacana sufi. Istilah ini dapat berarti lenyapnya kesadaran, kehendak, atau bahkan keberadaan seorang hamba ke dalam Allah. Ibnu Taimiyah membahasnya secara panjang dalam Majmu& Jilid 7 (Kitab Suluk) dan membagi istilah tersebut ke dalam tiga makna yang berbeda dan tidak sama bahayanya.

Penjelasan

Tiga jenis fana menurut Ibnu Taimiyah, dari yang paling ringan sampai yang paling berbahaya:

Jenis 1, fana yang terpuji (Islami). Fana berarti hati tidak lagi menghendaki sesuatu selain Allah. Seseorang tidak mencintai, menyembah, bersandar, atau mencari sesuatu selain Allah. Kehendaknya sepenuhnya sejalan dengan apa yang Allah cintai dan ridhai. Ini adalah makna yang dibaca Ibnu Taimiyah dari ucapan Abu Yazid Al-Bisthami, "Aku tidak menghendaki apa pun selain yang Dia kehendaki". Makna ini adalah Islam yang benar dan qalb salim dalam QS Asy-Syu'ara 26:89, apa pun nama yang diberikan kepadanya.

Jenis 2, fana berupa kekurangan yang menimpa sebagian salik yang tulus. Fana berarti kesadaran terhadap hal-hal lain menghilang. Hati begitu dipenuhi zikir dan cinta kepada Allah sehingga untuk sementara tidak menyadari selain-Nya. Ibnu Taimiyah memberi contoh hati ibu Musa yang "menjadi kosong" (QS Al-Qashash 28:10). Jika berlebihan, seorang muhib dapat kehilangan kemampuan membedakan dan mulai mengira bahwa dirinya adalah Yang Dicintai. Pada titik inilah sebagian salik jatuh ke dalam klaim ittihad (penyatuan wujud). Ibnu Taimiyah menilai klaim tersebut mustahil. Al-Khaliq tidak menyatu dengan makhluk.

Para syuyukh terdahulu yang tetap memiliki kemampuan membedakan ketika mengalami keadaan spiritual, seperti Abu Sulaiman Ad-Darani, Ma'ruf Al-Kurkhi, Fudhail bin 'Iyadh, dan Junaid Al-Baghdadi, tidak jatuh ke dalam jenis kedua. Adapun Abu Yazid, Abu Husain An-Nuri, dan Abu Bakar Asy-Syibli pernah mengucapkan pernyataan ketika berada dalam keadaan sukr (mabuk spiritual) yang akan mereka kenali sebagai kesalahan jika berada dalam keadaan sadar. Para Sahabat tidak mengalami jenis kedua. Iman mereka sempurna dan berpijak pada perbedaan antara Pencipta dan makhluk. Nabi ﷺ sendiri kembali dari Mi'raj setelah menyaksikan tanda-tanda terbesar dari Rabb-nya dalam keadaan normal.

Jenis 3, fana yang menyimpang (hulul dan ittihad). Ini adalah klaim bahwa tidak ada wujud selain wujud Allah dan bahwa keberadaan makhluk adalah keberadaan Allah. Perbedaan antara Rabb dan hamba dihapus sepenuhnya. Ini adalah akidah Qaramithah dan batiniyyah serta dasar wahdat al-wujud. Ibnu Taimiyah menyebutnya sebagai "tauhid Fir'aun".

Dalil dan dasar

Dalil dan alasan penolakan terhadap jenis ketiga dibahas panjang dalam Tauhid Rububiyah, bagian "Bantahan terhadap Wahdat Al-Wujud (Ittihadiyah)". Yang Qadim (kekal) berbeda secara pasti dari yang hadits (bermula). Tidak ada makhluk yang menjadi bagian dari Dzat Allah dan Dzat Allah tidak mengandung satu pun makhluk. Atas dasar ini, wahdat al-wujud, doktrin yang dikaitkan dengan Ibnu Arabi, dihukumi kufur karena mengingkari Al-Khaliq dan sekaligus mencakup berbagai bentuk kesyirikan.

Penerapan dan contoh

Ibnu Taimiyah membedakan ucapan yang keluar ketika seseorang berada dalam keadaan fana. Jika hilangnya akal tidak disebabkan perbuatan yang dilarang, orang tersebut dimaafkan atas ucapan yang keluar dalam keadaan itu. Namun jika penyebabnya adalah hal yang dilarang, seperti minuman memabukkan, alasan tersebut tidak berlaku. Meski demikian, hukum takfir tetap diambil dari pendapat yang lebih ringan di antara dua pendapat ulama yang tersedia.

Perbedaan pendapat

Catatan manhaj: Fana jenis ketiga (wahdat al-wujud yang dikaitkan dengan Ibnu Arabi) dihukumi kufur oleh Ibnu Taimiyah tanpa pengecualian. Sumber Wiki menyajikannya sebagai posisi Salafi atau Athari yang telah ditetapkan, bukan persoalan yang masih diperselisihkan di antara kalangan Salafi. Jenis kedua secara khusus dijelaskan Ibnu Taimiyah sebagai kekurangan yang menimpa para pencari jalan yang tulus, bukan kesalahan akidah. Wiki mempertahankan perbedaan ini dan tidak menyatukan ketiga jenis tersebut ke dalam satu hukum.

Terkait

Sumber lengkap, termasuk nama para syuyukh pada kedua sisi batas jenis kedua dan bantahan mendalam terhadap ittihad dan hulul, terdapat dalam Suluk, bagian "Fana, Tiga Jenis dan Penilaian Ibnu Taimiyah", serta Tauhid Rububiyah, bagian "Bantahan terhadap Wahdat Al-Wujud (Ittihadiyah)". Halaman ini adalah pintu masuk mandiri yang dipadatkan.

Pertanyaan Terbuka

Data sumber

jenis
konsep
Arab
الفناء
disiplin
aqidah
kategori
masalah akidah
tag
konsep, aqidah, tasawwuf