Al-Wijadah
Al-Wijadah
Definisi
Al-Wijadah (الوجادة) dalam ilmu hadis adalah cara menerima ilmu ketika seseorang menemukan tulisan berisi riwayat hadis lalu meriwayatkannya tanpa mendengar langsung dari penulis, tanpa bertemu penulis, dan tanpa menerima ijazah resmi. Istilah ini berasal dari akar kata wajada, yaitu menemukan.
Al-Wijadah adalah salah satu dari delapan cara menerima ilmu: sama', 'ardh, ijazah, munawalah, kitabah, i'lam, wasiat, dan wijadah. Ia dianggap sebagai cara yang paling lemah karena tidak memiliki konfirmasi langsung antara guru dan murid.
Ibnu Ash-Shalah menjelaskan bahwa orang yang menemukan tulisan dapat berkata, “Saya menemukan tulisan fulan” atau “Saya membaca tulisan fulan”. Ia tidak boleh berkata “fulan menceritakan kepadaku” atau “saya mendengar dari fulan” karena dua ungkapan itu menyatakan transmisi lisan yang tidak terjadi.
Formula periwayatan melalui wijadah
Formula yang benar adalah:
- Wajadtu bi-khatti fulan, “Saya menemukan dalam tulisan tangan fulan”.
- Qara'tu fi kitabi fulan, “Saya membaca dalam kitab fulan”.
Memakai haddathani atau sami'tu tidak dibolehkan karena memberi kesan bahwa transmisi berlangsung secara lisan dan menjadi bentuk tadlis.
Pendapat ulama
| Pendapat | Ulama | Dasar | |---|---|---| | Boleh jika para perawi tsiqah | Imam Syafi'i dan sebagian ulama muhaqqiq dari mazhab Syafi'i | Tulisan perawi tsiqah dapat dipercaya sebagai transmisi yang terkonfirmasi | | Tidak boleh | Mayoritas ahli hadis dan ahli fikih Maliki | Keaslian tidak dapat dipastikan tanpa konfirmasi lisan |
Kasus utama dalam Wiki Ini
Penerapan terpentingnya adalah transmisi Tafsir Ibnu Abbas dari Ibnu Abbas melalui Ali bin Abu Thalhah. Ibnu Abbas menulis tafsirnya pada lembaran, lalu Ali bin Abu Thalhah memperoleh dan meriwayatkannya tanpa mendengar langsung. Rangkaian yang dicatat adalah Ibnu Abbas, Ali bin Abu Thalhah melalui wijadah di Hamsh, Muawiyah bin Shalih, kemudian Abdullah bin Shalih Al Juhni.
Bukti bahwa Ibnu Abbas menulis tafsirnya mencakup keterangan Musa bin Uqbah, Ubaidillah bin Abi Rafi', Mujahid yang menulis ketika Ibnu Abbas mendiktekan “Uktub!”, dan penelitian Fu'ad Sazkin tentang perpindahan lembaran tersebut dari Hamsh ke Mesir.
Empat kritikus, yaitu Duhaim, Adz-Dzahabi, Al-Mizzi melalui Ya'qub bin Ishaq, dan Yahya bin Mu'in melalui riwayat Badil, sepakat bahwa Ali bin Abu Thalhah tidak mendengar tafsir dari Ibnu Abbas secara lisan. Fakta ini tidak otomatis membatalkan transmisi jika tulisan itu benar berasal dari Ibnu Abbas dan para perawinya tsiqah. Ibnu Hajar Al-Asqalani menyatakan bahwa jika para perantara diketahui tsiqah, tidak ada masalah dalam hal itu.
Makna bagi Wiki Ulama
Al-Wijadah menjelaskan ketegangan pada sanad Tafsir Ibnu Abbas. Para kritikus benar bahwa tidak ada sama' lisan dari Ibnu Abbas kepada Ali bin Abu Thalhah. Para pembela juga benar bahwa materi berasal dari Ibnu Abbas dan para perantaranya tsiqah. Perdebatannya berkaitan dengan cara menerima ilmu dan penerimaan metode itu, bukan tuduhan pemalsuan.
Terkait
Ali bin Abu Thalhah · Tafsir Ibnu Abbas · Muawiyah bin Shalih · Hukum Tafsir Sahabah · Tafsir Bil Ma&
Pertanyaan Terbuka
- Kasus wijadah lain dalam kitab-kitab hadis kanonik perlu dicatat setelah sumber seperti Fathul Baari dibaca.
- Bantahan rinci ulama Maliki terhadap penerimaan wijadah belum ada dalam wiki.
Data sumber
- jenis
- konsep
- Arab
- الوجادة
- disiplin
- hadis
- kategori
- hadis term / mustalah al-hadis
- tag
- konsep, hadis, mustalah