Tanya Salaf
Ulama · ID

Abdullah bin Shalih Al Juhni

Abdullah bin Shalih Al Juhni

Siapa beliau

Abdullah bin Shalih bin Muhammad bin Muslim Al Juhni Al Mishri adalah perawi ketiga dalam rantai periwayatan yang membawa Tafsir Ibnu Abbas dari Muawiyah bin Shalih ke tradisi keilmuan Mesir. Dari jalur ini, tafsir tersebut kemudian tersebar kepada Ath-Thabari, Abu Hatim, An-Nuhhas, dan tradisi tafsir yang lebih luas. Ia juga menjadi sekretaris keuangan, atau pencatat keuangan, Imam Al-Laits bin Sa'ad, seorang faqih dan muhaddits besar dari Mesir. Kedudukan ini menempatkannya di pusat keilmuan Mesir pada abad ke-2 Hijriah.

Ia lahir pada tahun 137 atau 139 Hijriah. Ia menjadi orang pertama yang menerima rantai tafsir tersebut di Mesir dari Muawiyah bin Shalih dan menjadi penghubung utama yang memungkinkan Ath-Thabari mengakses lembaran-lembaran tafsir itu pada masa berikutnya.

Sumber biografi: Ath-Thabaqat Al Kubra (Ibnu Sa'ad, 7/205); Thabaqat Khalifah bin Khayyath (h. 297); Tahdzib Al Kamal (Al Mazzi, jilid 2, h. 693); Mizan Al I'tidal (Adz-Dzahabi, jilid 2, h. 441–447); Tahdzib At-Tahdzib (Ibnu Hajar, jilid 5, h. 256–259); Hadi As-Sari dalam Muqaddimah Fath Al Barii (Ibnu Hajar, jilid 1, h. 434–435); Al Kasyf Al Hatsits (Burhanuddin Al Halabi, tahqiq Shubhi As-Samira'i, cet. 1984, Maktabah Al Aani, Baghdad, h. 477).

Cara beliau menerima rantai tafsir

Abdullah bin Shalih menerima lembaran-lembaran tafsir dari Muawiyah bin Shalih ketika Muawiyah melakukan kunjungan keduanya ke Mesir pada tahun 154 Hijriah, tidak lama sebelum Muawiyah wafat pada tahun 158 Hijriah. Hal ini dikonfirmasi oleh Dr. Muhammad Kamil Husein dalam Muqaddimah Mu'jam Gharib Al Qur'an (1950 M).

Urutan waktunya sebagai berikut:

Ahmad bin Hanbal, sebagaimana dikutip Al Humaidi dalam Jadzwah Al Muqtabas fi Dzikr Wulah Al Andalas (h. 339), berkata: "Dia keluar dari Hamsh menuju Mesir, lalu ke Andalusia. Orang-orang mendengarkan riwayat itu darinya ketika dia sedang melaksanakan ibadah haji."

Abdurrahman bin Ibrahim, dalam Tarikh Baghdad Au Madinah As-Salam karya Al Khatib Al Baghdadi (jilid 1, h. 481), berkata: "Saya datang ke Mesir setelah wafatnya Ibnu Wahb, tahun 198 H, lalu saya menulis buku-buku Muawiyah bin Shalih, dari Abdullah bin Shalih."

Penilaian rijal

| Ulama | Penilaian | |---|---| | Abdul Malik bin Syu'aib | "Dia tsiqah, tepercaya, dan ma'mun, dapat dipercaya." | | Abu Hatim | "Dia jujur dan dapat dipercaya." | | Ya'qub bin Sufyan | "Abu Shalih, seorang yang shalih menceritakan kepadaku." | | Abu Zar'ah | "Bagiku dia tidak termasuk orang yang sengaja berdusta, dan haditsnya baik." | | Ahmad bin Hanbal | "Pada awalnya, dia konsisten, tetapi pada akhirnya dia nyelenek." Penilaian ini menunjukkan bahwa ia pada awalnya dapat diandalkan, lalu riwayatnya menjadi tidak teratur. | | An-Nasa'i | "Dia tidak tsiqah, tidak tepercaya." | | Ibnu Al Madini | "Saya tidak meriwayatkan apa pun darinya." | | Ibnu Hibban, dari Ibnu Khuzaimah | "Dalam dirinya, dia jujur, namun haditsnya menjadi munkar karena tetangganya. Ibnu Khuzaimah berkata: 'Dia memiliki tetangga yang bermusuhan dengannya. Dia membuat hadits dan menulisnya dengan tulisan yang menyerupai tulisan Abdullah, lalu menaruhnya di rumahnya. Abdullah kemudian mengira itu tulisannya, lalu menceritakan hadits itu.'" |

Ringkasan: Penilaian awal yang dominan bersifat positif. Abdullah bin Shalih dinilai tsiqah dan dapat dipercaya. Namun, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah mengidentifikasi masalah utama yang bukan berupa pemalsuan yang disengaja oleh Abdullah sendiri. Riwayatnya tercampur karena seorang tetangga yang memusuhinya memalsukan hadis dengan tulisan yang menyerupai tulisan Abdullah. Abdullah kemudian keliru mengira tulisan itu berasal darinya dan meriwayatkannya.

Ini adalah masalah teknis yang khusus: perawinya sendiri jujur, tetapi arsipnya telah tercemar.

Akibatnya: Al-Bukhari mengutipnya tanpa menyebutkan sanad secara lengkap. Al-Bukhari meriwayatkan materinya secara mu'allaq, dengan bentuk seperti "Ibnu Abbas berkata...". Dengan cara ini, kandungan riwayat tersebut tetap diakui, tetapi rantainya tidak disahkan sepenuhnya dalam bentuk periwayatan musnad. Abdullah bin Shalih tidak memenuhi syarat Al-Bukhari untuk periwayatan sahih dalam bentuk sanad lengkap.

Guru-guru beliau

Murid-murid beliau

Orang-orang yang menerima lembaran tafsir dan hadis dari Abdullah bin Shalih menjadi jalur utama yang membawa tafsir tersebut ke tradisi keilmuan yang lebih luas:

Dua sanad utama Ath-Thabari melalui beliau

Ath-Thabari, yang wafat pada 310 Hijriah, datang ke Mesir pada 253 dan 256 Hijriah. Kedatangannya terjadi terlalu lama setelah wafatnya Abdullah bin Shalih sehingga ia tidak menerima riwayat langsung darinya. Ath-Thabari menerima lembaran-lembaran tersebut dari orang-orang yang sebelumnya meriwayatkannya dari Abdullah bin Shalih. Dua sanad utama kemudian dikenal dalam Jami' Al Bayan, yaitu Tafsir Ath-Thabari:

  1. Al Mutsanna bin Ibrahim → Abdullah bin Shalih → Muawiyah bin ShalihAli bin Abu ThalhahIbnu Abbas
  2. Ali bin Daud (wafat 272 Hijriah) → Abdullah bin Shalih → Muawiyah bin ShalihAli bin Abu ThalhahIbnu Abbas

Lima sanad lain melalui Abdullah bin Shalih juga terdokumentasi, tetapi lebih jarang dikutip. Rujukannya adalah Tafsir Ath-Thabari, Jami' Al Bayan 'An Ta'wil Ayi Al Qur'an (jilid 18, h. 35; jilid 27, h. 51, cet. Al Amiriyah). Ath-Thabari meriwayatkan banyak materi dari lembaran-lembaran ini, meskipun tidak secara menyeluruh.

Posisi dalam rantai periwayatan

Ibnu Abbas (tertulis) → Ali bin Abu Thalhah (melalui al-wijadah, Hamsh) → Muawiyah bin Shalih (penyerahan di Mesir pada 154 Hijriah) → Abdullah bin Shalih Al Juhni → {Al Mutsanna bin Ibrahim / Ali bin Daud / Bakar bin Sahal...} → {Ath-Thabari / Abu Hatim / An-Nuhhas / ...} → tradisi

Riwayat sanad terakhir yang diketahui dari lembaran-lembaran ini

Al Baghawi, yang wafat pada 516 Hijriah, adalah ulama terakhir yang meriwayatkan lembaran-lembaran tafsir ini dengan sanad lengkap yang sampai kepada Ali bin Abu Thalhah. Setelah Al Baghawi, belum ditemukan riwayat bersanad tersambung. Lembaran asli itu kemudian hilang. Kandungannya bertahan melalui:

  1. Salinan yang dibuat oleh para ulama yang menulis dari Abdullah bin Shalih dan ulama lainnya.
  2. Laporan tentang lembaran tersebut dari Adz-Dzahabi, Ibnu Hajar, Al-Asqalani, dan As-Suyuthi.

Dalam wiki ini

Halaman terkait

Pertanyaan terbuka

Data sumber

jenis
ulama
Arab
عبدالله بن صالح بن محمد بن مسلم الجهني المصري
wafat
tidak diketahui
periode
Tabi'ut Tabi'in
mazhab
tidak diketahui
akidah
tidak diketahui
tag
ulama, muhaddits, egypt, hadis