Tanya Salaf
Ulama · ID

Al-Farra

Al-Farra

Siapa beliau

Yahya bin Ziyad Al-Farra adalah ahli tata bahasa Arab terkemuka dari Kufah pada era Mutaqaddimun. Ia terkait dengan mazhab tata bahasa Kufah (nahwu), yang berbeda dari mazhab Bashrah. Ia menyusun Ma'ani Al-Qur'an, karya dasar dalam tafsir kebahasaan dan tata bahasa.

Kedudukan dalam tradisi

Al-Farra sering muncul dalam wiki ini sebagai otoritas bahasa yang dikutip dalam sintesis tafsir mufasir setelahnya, terutama Ibnu Katsir dan pembahasan kebahasaan Ibnu Taimiyah. Kadang bacaannya dipakai, dan kadang ditolak secara tegas demi pendapat yang dianggap lebih kuat. Ia mewakili tradisi tata bahasa Kufah dan sering dibandingkan dengan ahli tata bahasa Bashrah, Az-Zajjaj, dalam persoalan bahasa.

Catatan manhaj dan mazhab

Catatan manhaj: Asma Wa Sifat mencatat bahwa Imam Ahmad mengecam ta'wil tata bahasa Al-Farra' pada QS 87:9. Alasannya, Al-Farra' mendekati Al-Qur'an melalui dugaan yang hanya didasarkan pada tata bahasa, bukan makna yang diriwayatkan dari Salaf. Ini adalah contoh perbedaan yang bersumber dari kritik Imam Ahmad, bukan penilaian wiki ini. (Ditandai sesuai §6 dan bukan sebuah keputusan hukum. Atribusi: Asma Wa Sifat, yang mengutip Ibnu Taimiyah.)

Karya utama

Guru dan murid

Belum didokumentasikan dari sumber primer yang diimpor ke wiki. Pencarian web pada 2026-07-10 menemukan rujukan biografi umum yang menyebut Ali bin Hamzah Al-Kisa'i, ahli tata bahasa Kufah terkemuka pada generasinya, sebagai guru utama Al-Farra'. Hal ini menjadi calon pemeriksaan berikutnya terhadap sumber yang dikutip wiki dan belum dimasukkan ke frontmatter.

Di Wiki Ini

Al-Farra' dikutip berulang kali sebagai otoritas kebahasaan dan tafsir, kadang diterima dan kadang ditolak, pada beberapa halaman Quran dan Konsep:

Terkait

Az-Zajjaj · Ibn Katsir · Asma Wa Sifat.

Pertanyaan Terbuka

Data sumber

jenis
ulama
Arab
يحيى بن زياد الفراء
wafat
207 H / 822 M
periode
Mutaqaddimun
mazhab
tidak berlaku (ahli nahwu, bukan pendiri mazhab fikih)
akidah
tidak diketahui
tag
ulama, lughah, tafsir