Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Al-Qadar

Surah Al-Qadar

Surah ke-97, Makkiyah, terdiri dari lima ayat. Surah ini membahas keagungan Lailatul Qadar, malam diturunkannya Al-Quran, yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

Asbabun nuzul dari Lubab An-Nuqul

Sumber: terjemahan Pustaka Al-Kautsar (2014). Penerjemah Andi Muhamad Syahril dan Yasir Maqasid. Muhaqqiq: Hamid Ahmad Thahir Al-Bayyumi.

QS 97:1–3 — Al-Quran diturunkan pada Lailatul Qadar

Ibnu Jarir dan Ibnu Al-Mundzir meriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Al-Hasan bahwa Rasulullah ﷺ menyebut seorang laki-laki dari Bani Israil yang berjihad dengan pedang di jalan Allah selama seribu bulan. Kaum Muslimin takjub mendengarnya. Allah kemudian menurunkan ayat: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan." Dengan demikian, Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan yang digunakan laki-laki itu untuk berjihad.

Takhrij: Al-Wahidi, halaman 397 dalam Asbab An-Nuzul. Riwayat ini mursal karena tidak menyebutkan sahabat secara lengkap. Catatan kaki 1033.

Catatan manhaj: Riwayat ini mursal, berasal dari Al-Hasan Al-Bashri sebagai tabi'in tanpa penyebutan sahabat yang menghubungkannya kepada Nabi ﷺ. Hadis mursal diperselisihkan kehujjahannya dan mayoritas ulama Salafi menilainya lemah sebagai hujah tersendiri. Riwayat ini dicantumkan untuk kelengkapan konteks dan tidak boleh menjadi sandaran hukum tanpa penguat yang bersambung.

QS 97:3 — Laki-laki Bani Israil beribadah seribu bulan

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid bahwa seorang laki-laki dari Bani Israil salat malam hingga Subuh, lalu berjihad melawan musuh dari siang hingga sore. Ia melakukan hal itu selama seribu bulan. Allah menurunkan ayat, "Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan." Ibadah pada malam itu lebih baik daripada amalan laki-laki tersebut selama seribu bulan.

Takhrij: Diriwayatkan Ibnu Jarir dari Mujahid. Lihat penjelasan Ibnu Katsir, Al-Qurthubi (10/7595), dan catatan kaki 1034–1035.

Tema utama

Terkait

Lubab An-Nuqul | Ibnu Abbas | Mujahid bin Jabr | Tafsir | Ulumul Quran

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir Ibnu Katsir

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i dalam 8 jilid. Tafsir bil-ma'tsur memuat rujukan silang Al-Quran, hadis dengan perawi dan kitab sumber, serta atsar ulama. Riwayat lemah dan Israiliyyat dihapus oleh peringkas, sedangkan penilaian hadis dicantumkan dalam catatan kaki.

QS 97:1 — Al-Quran turun pada malam yang penuh berkah

Allah menurunkan Al-Quran pada Lailatul Qadar, malam yang penuh berkah pada bulan Ramadan. Ibnu Abbas dan ulama lain menjelaskan bahwa Allah menurunkan Al-Quran sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia, lalu menurunkannya secara bertahap sesuai peristiwa selama dua puluh tiga tahun kepada Rasulullah ﷺ.

QS 97:2–3 — Keagungan Lailatul Qadar

Allah mengagungkan Lailatul Qadar dengan pertanyaan retoris dan menjelaskan bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan. Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang bangun pada Lailatul Qadar dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

QS 97:4 — Turunnya malaikat dan Jibril

Banyak malaikat turun pada malam ini karena banyaknya keberkahan. Malaikat turun bersama turunnya keberkahan, mengelilingi majelis zikir, dan meletakkan sayap bagi pencari ilmu sebagai penghormatan. Ar-Ruh adalah Jibril. Mujahid menjelaskan bahwa malam itu adalah malam kesejahteraan untuk mengatur semua urusan. Sa'id bin Manshur menyebutkan bahwa setan tidak dapat melakukan kejahatan pada malam itu. Qatadah menjelaskan bahwa ajal, rezeki, dan urusan lainnya ditetapkan pada malam tersebut, sebagaimana QS Ad-Dukhan:4.

QS 97:5 — Malam penuh kesejahteraan hingga fajar

Lailatul Qadar penuh kesejahteraan sampai terbit fajar karena para malaikat banyak mengucapkan salam kepada orang-orang mukmin.

Apakah Lailatul Qadar khusus bagi umat ini?

Ulama berbeda pendapat. Abu Mush'ab Ahmad bin Abi Bakar Az-Zuhri meriwayatkan bahwa Allah memberikan Lailatul Qadar kepada umat Nabi Muhammad ﷺ karena umur umat ini lebih pendek daripada umat terdahulu. Al-Khuthabi menukil ijma bahwa Lailatul Qadar juga ada pada umat terdahulu, tetapi Ibnu Katsir menyatakan bahwa hadis yang menjadi dasar pendapat tersebut perlu ditimbang. Allahu a'lam.

Pada malam keberapa Lailatul Qadar?

Ibnu Katsir menyebutkan pendapat tentang malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, ke-29, dan malam terakhir Ramadan berdasarkan hadis-hadis yang ada. Hadis Abu Sa'id Al-Khudri menunjukkan sepuluh malam terakhir dan malam-malam ganjil. Hadis Ibnu Abbas memerintahkan mencarinya pada sepuluh malam terakhir, terutama sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa. Hadis Ubay bin Ka'ab menyebut malam ke-27. Sebagian ulama, termasuk Imam Malik, Imam Ahmad, Ishaq bin Rahawaih, Abu Tsaur, dan Al-Muzani, berpendapat bahwa malam itu berpindah-pindah di antara sepuluh malam terakhir.

Doa yang dianjurkan pada Lailatul Qadar

Disunahkan memperbanyak doa pada sepuluh malam terakhir, khususnya malam-malam ganjil. Doa yang diajarkan adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai maaf, maka maafkanlah aku."

Doa ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha ketika ia bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang doa yang dibaca apabila mendapatkan Lailatul Qadar. Riwayat ini disebut oleh Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah, dan Al-Hakim.

Tafsir Ibnu Abbas

Sumber: Tafsir Ibnu Abbas, terjemahan Indonesia. Tidak ada riwayat QS 97 dalam lembaran Ali bin Abu Thalhah yang dihimpun dalam edisi ini.

Catatan penyusun pada halaman 812 menyatakan: "Aku tidak menemukan dalam berbagai sumber periwayatan dari Ibnu Abbas riwayat yang menyebutkan tafsir surah Al-'Alaq, Al-Qadar, dan Al-Bayyinah."

Pertanyaan terbuka

Data sumber

jenis
surah
Arab
القدر
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah