Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Al-Munafiqun

Surah Al-Munafiqun

Surah Al-Munafiqun adalah surah ke-63 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 11 ayat dan termasuk surah Madaniyah.

Pokok bahasan

Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul

Sumber: Terjemah Pustaka Al-Kautsar (2014), penerjemah Andi Muhamad Syahril dan Yasir Maqasid, tahkik Hamid Ahmad Thahir Al-Bayyumi.

Surah ini adalah surah Madaniyah dan terdiri dari 11 ayat.

QS 63:5 — Orang munafik menolak istighfar Rasulullah ﷺ

Diriwayatkan dari Qatadah bahwa orang munafik diajak menghadap Rasulullah ﷺ agar beliau memintakan ampun kepada Allah untuk mereka. Mereka berpaling dengan sombong. Ayat kelima turun berkenaan dengan sikap tersebut.

QS 63:6 — Abdullah bin Ubay melarang infak kepada kaum Muhajirin

Abdullah bin Ubay bin Salul berkata kepada pengikutnya agar tidak memberikan harta kepada orang-orang yang berada di sisi Rasulullah ﷺ, yaitu kaum Muhajirin, sampai mereka meninggalkan Madinah. Ayat keenam dan ketujuh turun untuk menyingkap tipu daya mereka.

Anak Abdullah bin Ubay yang merupakan Muslim yang baik pernah meminta izin kepada Nabi ﷺ untuk membunuh ayahnya karena bahaya kemunafikannya. Nabi ﷺ melarangnya dan memerintahkan agar ia tetap berbuat baik kepada ayahnya.

QS 63:7-8 — Ucapan Abdullah bin Ubay tentang orang yang mulia

Dalam perjalanan pulang dari peperangan, Abdullah bin Ubay berkata bahwa apabila mereka kembali ke Madinah, orang yang mulia akan mengusir orang yang hina. Ia menganggap dirinya mulia dan menganggap kaum Muhajirin serta Rasulullah ﷺ hina. Zaid bin Arqam mendengar ucapan itu dan melaporkannya kepada Nabi ﷺ. Allah kemudian menurunkan ayat yang membenarkan laporan tersebut.

Anak Abdullah bin Ubay berkata kepada ayahnya bahwa ia tidak akan membiarkannya masuk Madinah kecuali setelah mendapat izin dari Rasulullah ﷺ.

Kaitan

Ringkasan Tafsir Jalalain

Orang munafik datang kepada Nabi ﷺ dan bersyahadat, tetapi Allah menyatakan bahwa mereka berdusta karena hati mereka tidak membenarkan ucapan. Mereka menjadikan sumpah sebagai perisai untuk melindungi harta dan jiwa, lalu menghalangi manusia dari jalan Allah.

Penampilan mereka menarik dan ucapan mereka fasih, tetapi mereka seperti kayu yang tersandar: besar dan tegak, namun kosong dari iman. Mereka takut setiap suara keras ditujukan kepada mereka. Ketika diajak agar Rasul ﷺ memintakan ampun, mereka berpaling dengan sombong.

Abdullah bin Ubay dan kaumnya melarang infak kepada kaum Muhajirin. Mereka berkata bahwa orang mulia akan mengusir orang hina ketika kembali ke Madinah. Allah menegaskan bahwa kemuliaan hanya milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman.

Harta dan anak tidak boleh melalaikan orang beriman dari mengingat Allah. Sedekah harus dilakukan sebelum kematian datang, karena ajal tidak dapat ditangguhkan dan Allah mengetahui seluruh amal.

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir

Orang munafik mengucapkan syahadat di hadapan Nabi ﷺ, tetapi hati mereka tidak meyakininya. Mereka menggunakan sumpah palsu agar kaum Muslimin mempercayai mereka dan tidak mengetahui hakikat kemunafikan. Kemunafikan mengubah petunjuk menjadi kesesatan dan menyebabkan hati mereka terkunci.

Tubuh dan ucapan mereka dapat menarik perhatian, tetapi hati mereka kosong dan mereka pengecut. Mereka mengira setiap peristiwa dan suara keras mengarah kepada mereka. Nabi ﷺ mengingatkan umat agar waspada terhadap bahaya orang munafik.

Orang munafik menolak ketika diminta agar Rasul ﷺ memintakan ampun. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. Abdullah bin Ubay menghasut kaum Anshar agar tidak membantu Muhajirin dan berkata bahwa orang mulia akan mengusir orang hina. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa kemuliaan berada pada Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman.

Harta dan anak dapat melalaikan manusia dari zikir dan ketaatan. Orang yang tertipu oleh kenikmatan dunia merugikan dirinya dan keluarganya pada hari kiamat. Allah memerintahkan infak sebelum kematian datang, karena orang yang menghadapi kematian akan menyesal dan meminta waktu tambahan untuk bersedekah serta beramal saleh.

Tafsir Ibnu Abbas

Riwayat [1281]–[1282] telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan naskah Arab pada halaman 489. Surah At-Taghabun dimulai pada riwayat [1283] di halaman 490.

QS 63:4 — Makna qatalahumullah

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa qatalahumullah, yang secara lahir berarti “semoga Allah membinasakan mereka”, bermakna Allah melaknat mereka. Ungkapan “membunuh” dalam Al-Qur'an yang digunakan sebagai doa terhadap musuh dapat bermakna melaknat.

QS 63:10 — Makna fa-ashshaddaqa

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa fa-ashshaddaqa berarti bersedekah. Riwayat ini disebutkan oleh As-Suyuthi dengan menyandarkannya kepada Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas.

Tafsir Ibnu Taimiyah

Dalam Majmu' Fatawa jilid 13, Ibnu Taimiyah menggunakan QS 63:4 untuk menjelaskan bahwa penampilan orang munafik dapat mengagumkan dan ucapan mereka dapat menarik, tetapi hati mereka kosong dari iman. QS 63:8 menjelaskan bahwa kemuliaan dan kekuatan hanya milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman.

Ibnu Taimiyah juga mengaitkan ayat tersebut dengan bahaya melihat penampilan dan mendengarkan ucapan tanpa menilai keadaan hati. Ketaatan kepada Allah adalah sumber kemuliaan, bukan bentuk fisik atau kefasihan.

Catatan penelitian

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Data sumber

jenis
surah
Arab
المنافقون
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah