Surah Al-Mulk
Surah Al-Mulk
Surah Al-Mulk adalah surah ke-67 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 30 ayat dan termasuk surah Makkiyah.
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas.
Riwayat [1294]–[1297] telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan naskah Arab pada halaman 494. Seluruh isi surah berada pada satu halaman dan nomor riwayat sesuai dengan sumber.
QS 67:4 — Makna khasyi'an dan hasir
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa khasyi'an berarti hina atau merendah, sedangkan hasir berarti lemah, payah, atau menggigil. Ayat ini menggambarkan pandangan yang kembali dalam keadaan tidak menemukan cacat pada ciptaan Allah.
QS 67:8 — Neraka hampir terpecah karena murka
Ibnu Abbas menjelaskan makna kata yang menggambarkan neraka hampir terpecah-pecah karena marah. Setiap kelompok orang kafir yang dilemparkan ke dalamnya ditanya apakah dahulu telah datang pemberi peringatan.
QS 67:10-11 — Pengakuan penghuni neraka
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa kata ba'id berarti jauh. Penghuni neraka mengakui bahwa seandainya mereka mendengar atau memikirkan peringatan, mereka tidak akan menjadi penghuni neraka. Mereka mengakui dosa dan kebinasaan mereka.
QS 67:15 — Makna jibal
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa kata jibal pada ayat tentang bumi yang mudah dijelajahi bermakna gunung-gunungnya.
Pokok bahasan
- Kerajaan dan kekuasaan berada di tangan Allah.
- Allah menciptakan mati dan hidup untuk menguji siapa yang paling baik amalnya.
- Tujuh langit diciptakan berlapis-lapis tanpa cacat.
- Neraka hampir terpecah karena murka dan menanyakan kepada penghuninya tentang pemberi peringatan.
- Orang yang takut kepada Allah dalam kesendirian mendapat ampunan dan pahala besar.
- Bumi dimudahkan untuk dijelajahi dan manusia diperintah mencari rezeki Allah.
- Tidak ada yang dapat memberi air jika Allah menjadikan sumber air kering.
Kaitan
- Tafsir Ibnu Abbas
- Ibnu Abbas
- Tafsir
- Akidah
- Hari Kiamat
- Neraka
Ringkasan Tafsir Jalalain
Allah Mahasuci dan kerajaan berada di tangan-Nya. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia menciptakan mati dan hidup untuk menguji siapa yang paling baik amalnya, lalu menciptakan tujuh langit berlapis-lapis tanpa ketidakseimbangan. Pandangan yang diulang-ulang akan kembali dalam keadaan hina dan payah karena tidak menemukan cacat.
Langit terdekat dihiasi bintang-bintang dan menjadi tempat pelempar setan yang mencuri dengar. Orang-orang kafir mendapat azab Jahanam. Neraka menggelegak dan hampir terpecah karena murka ketika para penghuninya dilemparkan. Para penjaga neraka bertanya apakah pemberi peringatan pernah datang kepada mereka.
Orang yang takut kepada Allah ketika tidak dilihat manusia memperoleh ampunan dan pahala besar. Allah mengetahui perkataan yang dirahasiakan dan yang dinyatakan. Bumi dimudahkan untuk dijelajahi dan manusia boleh makan dari rezeki Allah, tetapi mereka akan dikembalikan kepada-Nya.
Surah ini memperingatkan manusia agar tidak merasa aman dari kekuasaan Allah yang dapat membalikkan bumi atau mengirim angin berbatu. Burung-burung yang terbang ditahan oleh Allah Yang Maharahman. Jika sumber air menjadi kering, tidak ada yang dapat mendatangkan air yang mengalir selain Allah.
Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir
Allah memuji diri-Nya karena seluruh kerajaan berada di tangan-Nya. Dia mengatur makhluk sesuai kehendak-Nya dan Mahakuasa atas segala sesuatu. Mati dan hidup diciptakan sebagai ujian untuk mengetahui siapa yang paling baik amalnya, bukan siapa yang paling banyak amalnya.
Tujuh langit diciptakan berlapis-lapis dengan kesesuaian dan keseimbangan. Tidak ada cacat, kekurangan, atau kerusakan pada ciptaan Allah. Bintang-bintang menjadi perhiasan langit, tanda petunjuk, dan alat untuk melempar setan yang mencuri dengar.
Orang kafir yang dilemparkan ke dalam neraka mendengar suara yang mengerikan. Neraka hampir terpecah karena murka. Para penjaga menanyakan apakah pemberi peringatan telah datang. Mereka mengakui bahwa seandainya mereka mendengar dan menggunakan akal, mereka tidak akan menjadi penghuni neraka.
Orang yang takut kepada Rabb-nya ketika tidak dilihat manusia menahan diri dari maksiat dan melaksanakan ketaatan. Ia memperoleh ampunan dan pahala yang besar. Allah mengetahui segala yang tersembunyi dalam hati.
Bumi dimudahkan untuk perjalanan, usaha, dan perdagangan. Usaha tidak bertentangan dengan tawakal, karena rezeki hanya bermanfaat jika Allah memudahkannya. Allah memperingatkan manusia agar tidak merasa aman dari azab-Nya. Burung-burung ditahan di udara oleh rahmat Allah.
Allah membandingkan orang beriman dan orang kafir. Orang kafir seperti orang yang berjalan terjungkal di atas wajahnya tanpa mengetahui arah, sedangkan orang beriman berjalan tegak di jalan yang lurus menuju surga. Allah juga mengingatkan bahwa manusia akan dibangkitkan, dan hari kiamat hanya diketahui oleh Allah.
Surah ditutup dengan perintah bertawakal kepada Allah dan pertanyaan tentang siapa yang dapat mendatangkan air jika sumber air menjadi kering. Tidak ada yang mampu melakukan itu selain Allah.
Catatan penelitian
- Riwayat Ibnu Abbas dalam batch ini hanya mencakup QS 67:4, QS 67:8, QS 67:10-11, dan QS 67:15.
- Hadis tentang keutamaan Surah Al-Mulk memiliki beberapa jalur dengan tingkat kekuatan yang berbeda dan perlu dibaca sesuai penilaian setiap riwayat.
- Fungsi bintang sebagai perhiasan, petunjuk, dan pelempar setan perlu dibedakan dari penafsiran yang tidak bersumber.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Dalam Majmu' Fatawa jilid 13, Ibnu Taimiyah membahas beberapa ayat dari Surah Al-Mulk sebagai bagian dari Kitab Tafsir. Tema-temanya mencakup kerajaan Allah, penciptaan mati dan hidup sebagai ujian, keseimbangan ciptaan, azab neraka, hidayah, tawakal, dan ketergantungan manusia kepada rezeki Allah.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- الملك
- disiplin
- tafsir
- tag
- quran, surah