Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Al-Kafirun

Surah Al-Kafirun

Surah Al-Kafirun adalah surah ke-109 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 6 ayat dan termasuk surah Makkiyah.

Tafsir Ibnu Abbas

Sumber: terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas.

Catatan editor Tafsir Ibnu Abbas, Pustaka Azzam: tidak ditemukan riwayat dari Ibnu Abbas yang menyebutkan tafsir Surah Al-Kafirun dalam berbagai sumber periwayatan yang diteliti.

Pokok bahasan

Kaitan

Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul

Sumber: Terjemah Pustaka Al-Kautsar (2014), penerjemah Andi Muhamad Syahril dan Yasir Maqasid, tahkik Hamid Ahmad Thahir Al-Bayyumi.

QS 109:1-6 — Penolakan tawaran kompromi ibadah dari para pemuka Quraisy

Diriwayatkan dari Ath-Thabrani dari Ibnu Abbas bahwa Al-Walid bin Al-Mughirah, Al-Ash bin Wa'il, Al-Aswad bin Al-Muthalib, dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah ﷺ. Mereka menawarkan agar beliau menyembah sesembahan mereka dan mereka menyembah Allah, lalu semua pihak bergantian dalam ibadah selama satu tahun.

Allah kemudian menurunkan ayat, “Katakanlah, ‘Wahai orang-orang kafir,’” sampai akhir surah. Riwayat yang serupa diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir dari Ibnu Juraij dan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa'id bin Mina'.

Takhrij: Ath-Thabrani dari Ibnu Abbas, Ibnu Mundzir dari Ibnu Juraij, dan Ibnu Abi Hatim dari Sa'id bin Mina'. Lihat Al-Qurthubi (10/7686) dan Ad-Durr Al-Mantsur (6/453).

Ringkasan Tafsir Jalalain

Tafsir Jalalain menjelaskan bahwa ayat pertama adalah seruan tegas kepada orang-orang kafir. Nabi Muhammad ﷺ tidak akan menyembah berhala yang mereka sembah. Mereka juga bukan penyembah Allah Yang Maha Esa yang disembah oleh Nabi ﷺ.

Pengulangan ayat menunjukkan pemisahan yang sempurna antara ibadah Nabi ﷺ dan ibadah mereka, baik pada masa sekarang maupun masa yang akan datang. Allah telah mengetahui bahwa mereka tidak akan beriman dengan cara yang benar.

Ayat terakhir berarti bahwa bagi orang-orang kafir agama kemusyrikan mereka, sedangkan bagi Nabi ﷺ agama Islam. Tafsir Jalalain menyebutkan bahwa ayat ini turun setelah Nabi ﷺ diperintahkan memerangi mereka. Catatan qiraah dalam sumber membahas pengucapan ya pada kata diin dalam keadaan berhenti dan menyambung.

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Ibnu Katsir menyebutkan keutamaan Surah Al-Kafirun. Rasulullah ﷺ membacanya bersama Surah Al-Ikhlas dalam dua rakaat salat sunah sebelum Subuh, dua rakaat setelah Magrib, dan dua rakaat salat tawaf. Dalam salah satu riwayat, Nabi ﷺ mengajarkan surah ini untuk dibaca sebelum tidur karena surah ini menjadi pelepasan dari kesyirikan.

Surah ini menyatakan berlepas diri dari ibadah orang-orang musyrik dan memerintahkan ikhlas dalam beribadah kepada Allah. Seruan kepada orang-orang kafir mencakup orang-orang kafir secara umum, sedangkan sebab khitabnya berkaitan dengan orang-orang kafir Quraisy yang menawarkan agar Nabi ﷺ menyembah berhala mereka selama satu tahun dan mereka menyembah Rabb beliau selama satu tahun.

“Aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah” berarti Nabi ﷺ tidak akan menyembah patung dan tandingan yang mereka sembah. “Kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah” berarti mereka tidak menyembah Allah Yang Maha Esa. Nabi ﷺ tidak akan menempuh jalan mereka dan tidak akan mengikuti ibadah mereka. Beliau senantiasa beribadah kepada Allah dengan cara yang Allah cintai dan ridai.

Surah ini menegaskan dua sisi tauhid: menetapkan ibadah hanya untuk Allah dan menolak semua sesembahan selain Allah. Karena itu, kalimat syahadat berarti tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan tidak ada jalan yang mengantarkan kepada-Nya selain jalan yang dibawa Rasulullah ﷺ.

Pembahasan fikih

Imam Asy-Syafi'i dan sebagian ulama menggunakan ayat “Untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku” sebagai dalil bahwa kekufuran merupakan satu millah. Dari pendapat ini muncul kemungkinan orang Yahudi dan Nasrani saling mewarisi jika terdapat hubungan nasab atau sebab pewarisan.

Imam Ahmad bin Hanbal dan ulama yang sependapat dengannya melarang pewarisan antara orang Nasrani dan Yahudi dengan berdalil pada hadis: “Tidak ada waris-mewarisi antara dua millah yang berbeda.” Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad.

Catatan penelitian

Tafsir Ibnu Taimiyah

Dalam Majmu' Fatawa jilid 13, Ibnu Taimiyah mengaitkan QS 109:1 dengan tauhid kehendak dan amal, yaitu menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan ibadah. Surah Al-Ikhlas memuat tauhid ilmu dan pengetahuan, sedangkan Surah Al-Kafirun memuat tauhid amal dalam ibadah.

Dalam Majmu' Fatawa jilid 14, Ibnu Taimiyah menamai surah ini Al-Muqasyqisyah, yaitu surah yang menyembuhkan dari kesyirikan. Surah ini menyatakan berlepas diri secara total dari segala bentuk ibadah kepada selain Allah.

Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa seruan “Wahai orang-orang kafir” mencakup semua orang kafir sampai hari kiamat. Al-Qur'an menjadi hujah bagi seluruh zaman, sehingga makna ayat tidak terbatas pada orang-orang kafir Makkah yang hidup ketika wahyu turun.

Pengulangan ayat kedua dan keempat serta ayat ketiga dan kelima memiliki dua penjelasan. Sebagian ulama memahaminya sebagai penguatan makna. Ibnu Taimiyah memilih penjelasan bahwa ayat kedua dan ketiga berkaitan dengan keadaan saat wahyu turun, sedangkan ayat keempat dan kelima berkaitan dengan masa yang akan datang. Dengan demikian, pernyataan berlepas diri dari syirik berlaku secara tetap.

Kata maa pada ayat kedua sampai kelima mencakup sesembahan yang berakal maupun yang tidak berakal. Cakupannya meliputi manusia atau malaikat yang dijadikan sesembahan, serta berhala, patung, dan bintang. Surah ini berlepas diri dari semua sesembahan selain Allah.

Ayat “Untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku” adalah pernyataan bara'ah, yaitu berlepas diri dari kesyirikan. Ayat ini tidak berarti bahwa semua agama benar. Surah Al-Kafirun berkaitan dengan millah Nabi Ibrahim عليه السلام, yang berlepas diri dari apa yang disembah selain Allah.

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Data sumber

jenis
surah
Arab
الكافرون
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah