Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Al-Jumuah

Surah Al-Jumuah

Surah Al-Jumuah adalah surah ke-62 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 11 ayat dan termasuk surah Madaniyah.

Pokok bahasan

Kaitan

Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul

Sumber: Terjemah Pustaka Al-Kautsar (2014), penerjemah Andi Muhamad Syahril dan Yasir Maqasid, tahkik Hamid Ahmad Thahir Al-Bayyumi.

Surah ini adalah surah Madaniyah dan terdiri dari 11 ayat.

QS 62:11 — Sebagian sahabat meninggalkan khutbah Jumat untuk menyambut kafilah dagang

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah melalui Ibnu Mundzir dan dari Abu Syakban melalui As-Suyuthi bahwa Rasulullah ﷺ sedang berdiri menyampaikan khutbah pada hari Jumat. Sebuah kafilah dagang datang dari arah Syam. Dalam riwayat lain, kafilah itu milik Dihyah Al-Kalbi. Kafilah tersebut diiringi tabuhan gendang dan alat musik.

Orang-orang yang hadir di masjid pergi berhamburan untuk melihat kafilah itu dan meninggalkan Rasulullah ﷺ yang sedang berdiri di atas mimbar. Hanya tersisa dua belas orang. Allah kemudian menurunkan ayat: “Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah: ‘Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan’, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki.”

Sebagian riwayat menyebutkan bahwa ayat ini berkaitan dengan dua peristiwa yang terjadi bersamaan, yaitu kedatangan kafilah dagang dan pernikahan yang dirayakan dengan tabuhan gendang. Ibnu Mundzir meriwayatkan dari Jabir bahwa satu jalur riwayat mencakup kedua peristiwa tersebut. Kisah meninggalkan khutbah diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdillah.

Ringkasan Tafsir Jalalain

Tafsir Jalalain menjelaskan bahwa segala sesuatu di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah, Raja Yang Mahasuci, Yang Mahaperkasa, dan Yang Mahabijaksana. Allah mengutus seorang rasul dari kalangan kaum yang ummi untuk membacakan ayat-ayat-Nya, menyucikan mereka dari kesyirikan, serta mengajarkan Al-Qur'an dan hikmah. Risalah itu juga mencakup umat-umat yang datang sesudah mereka.

Orang-orang yang dibebani Taurat lalu tidak mengamalkannya diserupakan dengan keledai yang membawa kitab-kitab. Kata asfar berarti kitab-kitab, bentuk jamak dari sifr. Perumpamaan itu menjadi celaan bagi orang yang mendustakan ayat-ayat Allah.

Orang-orang yang mengaku sebagai kekasih Allah dan mengecualikan manusia lainnya ditantang untuk mengharapkan kematian jika mereka benar. Mereka tidak akan mengharapkannya karena kejahatan yang telah mereka kerjakan. Kematian yang mereka hindari pasti menemui mereka, lalu Allah memberitakan seluruh amal mereka.

Ketika azan salat Jumat dikumandangkan, orang-orang beriman diperintahkan bersegera mengingat Allah dan meninggalkan jual beli. Setelah salat selesai, mereka boleh menyebar di bumi untuk mencari karunia Allah sambil banyak mengingat-Nya. Ketika kafilah dagang milik Dihyah Al-Kalbi datang dari Syam dengan tabuhan genderang, sebagian orang keluar dari masjid dan meninggalkan Nabi ﷺ yang sedang berkhutbah. Mereka diingatkan bahwa apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan.

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa semua makhluk di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah, baik makhluk yang dapat berbicara maupun yang tidak. Allah adalah Raja yang memiliki dan mengatur seluruh makhluk, Mahasuci dari segala kekurangan, Mahaperkasa, dan Mahabijaksana.

Pengutusan Nabi Muhammad ﷺ kepada kaum yang ummi merupakan bentuk terkabulnya doa Nabi Ibrahim عليه السلام untuk penduduk Makkah. Pengutusan beliau berlaku bagi seluruh manusia, termasuk bangsa non-Arab. Hadis tentang Salman Al-Farisi menunjukkan bahwa keimanan tidak terbatas pada nasab Arab.

Orang yang telah diberi Taurat tetapi tidak memahaminya dan tidak mengamalkannya seperti keledai yang membawa kitab-kitab tebal. Mereka memikul kitab secara lahiriah, tetapi tidak mengambil manfaat dari kandungannya. Keadaan itu lebih buruk daripada keledai yang memang tidak memahami kitab yang dipikulnya.

Ayat keenam sampai kedelapan berisi tantangan kepada orang-orang Yahudi yang mengaku sebagai kekasih Allah. Mereka tidak berani mengharapkan kematian karena kekufuran, kezaliman, dan kejahatan yang telah mereka kerjakan. Kematian akan tetap mendatangi setiap manusia.

Salat Jumat wajib dihadiri ketika seruan salat dikumandangkan. Hari Jumat disebut demikian karena kaum Muslimin berkumpul untuk beribadah. Setelah salat selesai, mencari rezeki di bumi diperbolehkan. Keutamaan hari Jumat disebutkan dalam hadis-hadis sahih, termasuk adanya satu waktu ketika doa seorang Muslim dikabulkan.

Riwayat Ibnu Abbas

Riwayat yang tercatat untuk surah ini menjelaskan makna asfar pada QS 62:5. Ibnu Abbas berkata bahwa asfar berarti kutub, yaitu kitab-kitab. Riwayat ini disebutkan oleh Ath-Thabari dalam Jami' Al-Bayan melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas dan dikutip oleh As-Suyuthi dalam Ad-Durr Al-Mantsur.

Tafsir Ibnu Taimiyah

Dalam Majmu' Fatawa jilid 13, Ibnu Taimiyah membahas QS Al-Jumuah sebagai bagian dari Kitab Tafsir. Beliau menjelaskan bahwa QS 62:2 memuat tiga fungsi pengutusan rasul: membacakan ayat-ayat Allah, menyucikan manusia, dan mengajarkan Al-Qur'an serta hikmah.

QS 62:3 menunjukkan bahwa risalah Nabi Muhammad ﷺ mencakup orang-orang non-Arab yang datang kemudian sampai hari kiamat. Keimanan tidak berdasarkan garis keturunan. Keutamaan seseorang ditentukan oleh iman dan ketakwaan, bukan nasab.

Ibnu Taimiyah juga menjelaskan bahwa manusia dan jin adalah makhluk yang dibebani syariat, sedangkan malaikat tidak memiliki kebutuhan makan, minum, dan menikah seperti manusia dan jin. Pengutusan rasul berkaitan dengan manusia dan jin. Pengutusan itu merupakan nikmat yang harus diingat dan disyukuri.

Catatan penelitian

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Data sumber

jenis
surah
Arab
الجمعة
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah