Surah Al-Jathiyah
Surah Al-Jathiyah
Surah ke-45, Makkiyah, tiga puluh tujuh ayat. Al-Jathiyah berarti yang berlutut. Surah ini mengajak manusia memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah, membedakan orang beriman dan orang kafir, serta mengingatkan tentang hari ketika setiap umat berlutut di hadapan catatan amalnya.
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: terjemahan Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas. Riwayat [1156]–[1158] telah diverifikasi dari sumber cetak.
QS 45:23 — Hawa nafsu sebagai tuhan
[1156] Orang kafir menjadikan agamanya berdasarkan hawa nafsu tanpa petunjuk dan bukti dari Allah.
QS 45:23 — Allah membiarkan berdasarkan ilmu-Nya
[1157] Allah telah membiarkan orang tersebut berdasarkan ilmu-Nya yang mendahului keadaannya.
QS 45:34 — Ditinggalkan di akhirat
[1158] Makna "Kami melupakan kalian sebagaimana kalian melupakan pertemuan dengan hari ini" adalah Kami meninggalkan kalian sebagaimana kalian meninggalkan perintah Allah.
Tema utama
- Langit, bumi, manusia, hewan, malam, siang, hujan, dan angin adalah tanda kekuasaan Allah.
- Laut dan apa yang ada di langit serta bumi ditundukkan untuk manusia sebagai karunia Allah.
- Orang beriman diperintah memaafkan orang yang tidak takut terhadap Hari Pembalasan.
- Orang beriman dan orang kafir tidak sama dalam kehidupan maupun balasan.
- Mengikuti hawa nafsu tanpa petunjuk dapat menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan.
- Setiap umat berlutut dan menerima catatan amal pada Hari Kiamat.
Terkait
Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Ali bin Abu Thalhah | Ad-Dukhan
Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul
Sumber: terjemahan Pustaka Al-Kautsar (2014), penerjemah Andi Muhamad Syahril dan Yasir Maqasid, tahqiq Hamid Ahmad Thahir al-Bayyumi.
QS 45:23 — Mengikuti hawa nafsu
Sebagian orang Quraisy menyembah sesuatu yang mereka kagumi pada waktu tertentu dan berpindah-pindah sesembahan mengikuti keinginan. Ayat ini turun untuk mencela agama yang tidak dibangun di atas petunjuk Allah.
QS 45:24 — Menisbatkan kebinasaan kepada masa
Orang-orang Jahiliyah berkata bahwa malam dan siang atau perjalanan masa yang membinasakan mereka. Ayat ini membantah keyakinan yang menisbatkan kematian dan kebinasaan kepada masa, bukan kepada Allah.
Ringkasan Tafsir Jalalain
Jalalain menjelaskan bahwa tanda-tanda kekuasaan Allah tampak pada penciptaan langit dan bumi, manusia, hewan, pergantian malam dan siang, hujan, angin, dan lautan. Kapal berlayar dengan izin Allah dan manusia mencari karunia-Nya melalui perdagangan.
Orang beriman diperintah memaafkan orang yang tidak takut terhadap hari-hari azab. Setiap orang menerima balasan amalnya sendiri. Allah menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran agar setiap jiwa dibalas dengan adil.
Setiap umat berlutut pada Hari Kiamat dan dipanggil untuk melihat catatan amalnya. Surah ini dinamai Al-Jathiyah karena gambaran tersebut. Allah menutup surah dengan penegasan bahwa keagungan di langit dan bumi adalah milik-Nya.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i.
QS 45:1–5 — Tanda kekuasaan Allah
Allah menurunkan Al-Qur'an dengan hikmah dan kekuasaan. Tanda-tanda-Nya tampak di langit, bumi, penciptaan manusia, hewan, pergantian malam dan siang, hujan, dan pergantian arah angin. Tingkatan penerima tanda itu adalah orang beriman, orang yang yakin, dan orang yang berakal.
QS 45:6–11 — Al-Qur'an sebagai hujah
Al-Qur'an berisi hujah dan penjelasan. Orang yang mendengar ayat lalu menyombongkan diri dan menjadikannya bahan olok-olok mendapat azab. Harta, anak, dan sesembahan selain Allah tidak dapat menyelamatkannya.
QS 45:12–15 — Karunia dan sikap memaafkan
Allah menundukkan lautan agar kapal dapat berlayar dan manusia mencari karunia-Nya. Segala yang ada di langit dan bumi ditundukkan sebagai nikmat agar manusia bersyukur.
Kaum mukmin diperintah memaafkan orang yang tidak takut terhadap hari-hari Allah. Perintah ini berlaku pada masa awal Islam sebelum perintah melawan dan berjihad. Setiap amal kembali kepada pelakunya dan Allah membalasnya dengan adil.
QS 45:16–20 — Syariat dan petunjuk
Allah memberi Bani Israil kitab, kekuasaan, kenabian, dan rezeki yang baik. Mereka berselisih setelah ilmu datang karena kedengkian. Nabi Muhammad ﷺ kemudian ditempatkan di atas syariat yang harus diikuti, bukan hawa nafsu orang yang tidak mengetahui.
Al-Qur'an adalah pedoman bagi manusia, petunjuk, dan rahmat bagi orang yang yakin.
QS 45:21–23 — Hawa nafsu dan ilmu Allah
Orang beriman dan beramal saleh tidak sama dengan orang yang berbuat kejahatan. Allah menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran agar setiap jiwa dibalas sesuai amalnya.
Orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan mengikuti apa yang ia sukai dan meninggalkan apa yang tidak ia sukai tanpa petunjuk Allah. Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya, mengunci pendengaran dan hatinya, serta menutup penglihatannya.
QS 45:24–29 — Pengingkaran kebangkitan dan catatan amal
Golongan yang mengingkari kebangkitan menganggap kehidupan hanya kehidupan dunia dan menisbatkan kematian kepada masa. Allah membantahnya: Dia yang menghidupkan dan mematikan akan mengumpulkan manusia pada Hari Kiamat.
Pada hari itu setiap umat berlutut. Setiap umat dipanggil untuk melihat kitab amalnya dan menerima balasan yang adil.
QS 45:30–37 — Rahmat dan azab
Orang beriman dan beramal saleh dimasukkan ke dalam rahmat Allah, yaitu surga. Orang kafir dicela karena menyombongkan diri terhadap ayat Allah, meragukan kebangkitan, dan menjadikan wahyu sebagai olok-olok. Mereka ditinggalkan dalam azab sebagaimana mereka melupakan pertemuan dengan Hari Kiamat.
Allah adalah Rabb langit, bumi, dan seluruh alam. Keagungan, kekuasaan, dan hikmah adalah milik-Nya.
Riwayat hadis yang dikutip sumber
"Allah Ta'ala berfirman: 'Anak Adam menyakiti-Ku dengan memaki masa, padahal Akulah Ad-Dahr — di tangan-Ku segala urusan, Aku yang membolak-balikkan malam dan siang.'" (HR. Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
Allah bertanya kepada seorang hamba di hari Kiamat: "Bukankah Aku telah menikahkanmu, memuliakanmu, dan memberimu kuda serta unta?" — hamba itu mengakuinya, lalu ditanya apakah ia menyangka akan bertemu Allah; ia menjawab tidak. Maka Allah berfirman: "Sekarang Aku melupakanmu sebagaimana kamu melupakan-Ku." (Diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
"Allah Ta'ala berfirman: 'Keagungan adalah pakaian-Ku dan kesombongan adalah selendang-Ku; barangsiapa merebut salah satu dari-Ku, akan Kutempatkan di Neraka-Ku.'" (HR. Muslim, dari Abu Hurairah dan Abu Sa'ad, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
Pertanyaan terbuka
- Perbandingan antara hawa nafsu sebagai tuhan dan bentuk-bentuk penyembahan hawa nafsu perlu dikembangkan pada halaman tauhid.
- Penjelasan tentang ilmu Allah yang mendahului keadaan manusia perlu dikaji bersama pembahasan Qadar.
- Makna ad-Dahr dalam hadis dan larangan mencela masa perlu dibaca bersama seluruh riwayat yang disebutkan Ibnu Katsir.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- الجاثية
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah