Surah Al-Insan
Surah Al-Insan
Surah ke-76, Madaniyah menurut salah satu pendapat, tiga puluh satu ayat. Surah ini membahas penciptaan manusia, ujian dan petunjuk, sifat orang yang berbuat baik, kenikmatan surga, kesabaran Rasulullah ﷺ, dan kehendak Allah.
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: terjemahan Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas. Riwayat [1346]–[1348] adalah seluruh riwayat surah ini pada sumber yang dihimpun.
QS 76:2 — Mani yang bercampur
[1346] Nutfatan amsyaj berarti mani yang bercampur dari berbagai jenis dan unsur.
QS 76:7 — Azab yang menyebar
[1347] Mustathiiran berarti menyebar ke mana-mana.
QS 76:10 — Hari yang penuh kesulitan
[1348] 'Abusan qamthariiran berarti wajah yang muram dan hari yang penuh kesulitan.
Tema utama
- Manusia diciptakan dari mani yang bercampur dan diuji dengan kewajiban.
- Allah memberi manusia pendengaran dan penglihatan serta menunjukkan jalan.
- Orang yang berbuat baik menunaikan nazar, takut terhadap Hari Kiamat, dan memberi makan karena Allah.
- Kenikmatan surga mencakup minuman, naungan, buah, pakaian, dan pelayan yang tetap muda.
- Rasulullah ﷺ diperintah bersabar, berdzikir, dan tidak mengikuti orang kafir serta orang yang berdosa.
- Kehendak manusia berada di bawah kehendak Allah.
Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul
Sumber: terjemahan Pustaka Al-Kautsar (2014), penerjemah Andi Muhamad Syahril dan Yasir Maqasid, tahqiq Hamid Ahmad Thahir al-Bayyumi.
QS 76:8 — Memberi makan kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan
Riwayat yang disebutkan mengaitkan ayat ini dengan para tawanan Quraisy. Mereka ditawan dan disiksa, lalu Rasulullah ﷺ memerintahkan perdamaian dengan mereka. Ada riwayat lain yang mengaitkan ayat ini dengan Ali, Abu Bakar, dan sekelompok kaum Quraisy yang beriman.
Terdapat perbedaan pendapat tentang apakah Surah Al-Insan Makkiyah atau Madaniyah. Sebagian ulama menilainya Madaniyah karena riwayat tentang tawanan, sementara riwayat lain menyebut adanya ayat Makkiyah.
Terkait
Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Ulumul Quran | Lubab An-Nuqul | Al-Qiyamah | Al-Mursalat
Ringkasan Tafsir Jalalain
Jalalain menjelaskan bahwa manusia dahulu belum menjadi sesuatu yang disebut, lalu Allah menciptakannya dari mani yang bercampur untuk mengujinya. Allah menunjukkan jalan petunjuk melalui para rasul. Manusia dapat bersyukur atau kufur.
Orang yang berbuat baik menunaikan nazar dan takut terhadap hari yang azabnya menyebar. Mereka memberi makanan yang dicintai kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan, semata-mata mengharap pahala Allah. Mereka tidak menginginkan balasan atau ucapan terima kasih.
Balasan mereka adalah surga dengan naungan, buah yang mudah dipetik, bejana perak, minuman yang dicampur jahe, mata air Salsabil, pelayan yang tetap muda, pakaian sutra, dan minuman yang bersih.
Rasulullah ﷺ diperintah bersabar dalam menjalankan ketetapan Allah, tidak mengikuti orang kafir dan orang berdosa, bersujud pada malam hari, dan bertasbih dalam waktu yang panjang. Tidak ada manusia yang menghendaki sesuatu kecuali dengan kehendak Allah.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i.
QS 76:1–4 — Penciptaan dan jalan manusia
Manusia diciptakan dari mani yang bercampur. Allah mengujinya dan memberinya pendengaran serta penglihatan agar ia dapat memilih ketaatan atau kemaksiatan. Allah menunjukkan jalan kebaikan dan keburukan. Orang kafir disiapkan rantai, belenggu, dan neraka yang menyala.
QS 76:5–12 — Sifat orang berbuat baik
Orang yang berbuat baik meminum minuman surga yang bercampur kafur. Mereka menunaikan nazar, takut terhadap Hari Kiamat, dan mengerjakan ketaatan. Mereka memberi makanan kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan karena mengharap keridaan Allah, bukan balasan manusia.
Mereka takut terhadap hari yang wajah orang kafir muram dan penuh kesulitan. Allah menjaga mereka dari kesusahan hari itu, memberi kejernihan wajah dan kegembiraan hati, serta membalas kesabaran mereka dengan surga dan sutra.
QS 76:13–22 — Kenikmatan surga
Penghuni surga bersandar di atas dipan dan tidak merasakan panas atau dingin yang menyakitkan. Naungan dan buah-buahan dekat sehingga mudah dipetik. Mereka dilayani dengan bejana perak dan gelas bening, minuman yang dicampur jahe, dan mata air Salsabil.
Pelayan mereka tetap muda dan tampak seperti mutiara yang bertaburan. Mereka memakai sutra hijau, diberi perhiasan, dan memperoleh minuman yang bersih. Allah menyatakan bahwa usaha mereka disyukuri dan dibalas dengan karunia yang besar.
QS 76:23–31 — Kesabaran, ibadah malam, dan kehendak Allah
Allah menurunkan Al-Qur'an secara bertahap. Rasulullah ﷺ diperintahkan bersabar menjalankan ketetapan Rabb-nya, tidak mengikuti orang kafir dan orang berdosa, mengingat Allah pada pagi dan sore, serta bersujud dan bertasbih pada malam hari.
Manusia tidak menghendaki sesuatu kecuali jika Allah menghendakinya. Allah memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya dan menyediakan azab yang pedih bagi orang-orang zalim.
Pertanyaan terbuka
- Perbedaan pendapat tentang Makkiyah dan Madaniyah Surah Al-Insan perlu dibandingkan dengan seluruh riwayat.
- Riwayat tentang tawanan dan riwayat tentang Ali serta Abu Bakar perlu dinilai melalui sanadnya.
- Penjelasan tentang kehendak manusia dan kehendak Allah perlu dikaji bersama pembahasan Qadar.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- الإنسان
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah