Surah Al-A'la
Surah Al-A'la
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: terjemahan Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu.
QS 87:5 — Tumbuhan yang kering kehitam-hitaman
[1407] Ibnu Abbas menjelaskan غُثَاءً أَحْوَى sebagai tumbuh-tumbuhan yang kering, berubah, dan menjadi kehitam-hitaman.
[1408] Warna أَحْوَى adalah hitam.
QS 87:14–15 — Membersihkan diri, mengingat Allah, dan shalat
[1409] Orang yang membersihkan diri adalah orang yang membersihkan dirinya dari kemusyrikan.
[1410] Mengingat nama Rabb berarti mengesakan Allah.
[1411] Shalat yang dimaksud adalah shalat lima waktu.
Tema utama
- Allah menciptakan, menyempurnakan, menentukan kadar, dan memberi petunjuk.
- Allah menumbuhkan tumbuhan lalu menjadikannya kering dan berubah warna.
- Allah menjamin Nabi ﷺ dapat mengingat wahyu yang dibacakan kepadanya.
- Keberuntungan diperoleh dengan membersihkan diri dari syirik, mengingat Allah, dan mendirikan shalat.
- Kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal daripada kehidupan dunia.
Terkait
Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Tajwid
Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul
Sumber: terjemahan Pustaka Al-Kautsar (2014).
QS 87:6 — Allah menjaga hafalan wahyu Nabi ﷺ
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi ﷺ khawatir lupa ketika Jibril membawa wahyu. Allah menurunkan ayat: "Kami akan membacakan Al-Qur'an kepadamu, maka kamu tidak akan lupa."
Riwayat ini dinilai lemah karena terdapat Juwabir dalam sanadnya. Riwayat tersebut tidak dapat dijadikan hujah tanpa penjelasan tentang kelemahannya.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i.
QS 87:1–5 — Tasbih dan tanda kekuasaan Allah
Allah memerintahkan bertasbih kepada Rabb Yang Mahatinggi. Dia menciptakan makhluk dan menyempurnakannya, menentukan kadar, memberi petunjuk, menumbuhkan tumbuhan, lalu menjadikannya kering dan berubah.
QS 87:6–8 — Jaminan penjagaan wahyu dan kemudahan
Allah menjanjikan bahwa Nabi ﷺ tidak melupakan bacaan yang diajarkan kepadanya, kecuali sesuatu yang Allah kehendaki untuk dihapus. Allah mengetahui yang tampak dan tersembunyi serta memberi kemudahan kepada Nabi ﷺ untuk menempuh syariat yang lurus.
QS 87:9–13 — Peringatan dan azab
Nabi ﷺ diperintah memberi peringatan karena peringatan bermanfaat bagi orang yang takut kepada Allah. Orang yang celaka menjauhi peringatan dan memasuki api yang besar. Ia tidak mati sehingga terbebas dari azab dan tidak hidup dengan kehidupan yang bermanfaat.
Hadits yang dikutip Ibn Katsir menjelaskan bahwa ahli tauhid yang berdosa akan dikeluarkan dari Neraka setelah menjadi arang, lalu disiram di sungai-sungai Surga hingga tumbuh kembali seperti biji di tanah bekas banjir — gambaran syafa'at bagi ahli tauhid yang berdosa. (Diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
"Adapun para penghuni Neraka yang menjadi penghuninya, mereka tidak mati dan tidak hidup di dalamnya. Mereka adalah orang-orang yang disiksa karena dosa-dosa mereka. Setelah menjadi arang, mereka mendapat syafaat, lalu dibawa berkelompok dan diletakkan di sungai-sungai Surga. Dikatakan kepada penghuni Surga, 'Alirkan air kepada mereka.' Mereka tumbuh seperti biji yang tumbuh di aliran air."
QS 87:14–17 — Tazkiyah dan keutamaan akhirat
Orang yang membersihkan diri dari akhlak tercela, beriman, mengingat nama Rabb, dan shalat memperoleh keberuntungan. Kehidupan dunia fana, sedangkan pahala akhirat lebih baik dan lebih kekal.
QS 87:18–19 — Kesinambungan wahyu
Pokok ajaran tentang penyucian diri, iman, amal saleh, dan keutamaan akhirat terdapat dalam suhuf Ibrahim dan Musa.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Sumber: pembahasan tafsir dalam Majmu& Ibnu Taimiyah, jilid 13.
Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa tazkiyah mencakup menghilangkan keburukan dan menambahkan kebaikan. QS Al-A'la 87:14–15 mengaitkan penyucian diri, keikhlasan, tauhid, dan shalat.
Dalam pembahasan tentang ru'yah, Ibnu Taimiyah menetapkan bahwa orang beriman akan melihat Rabb mereka di akhirat berdasarkan hadis-hadis sahih. Penyerupaan dalam hadis adalah penyerupaan cara melihat, bukan penyerupaan Allah dengan makhluk. Allah dapat dilihat tanpa ilmu makhluk meliputi-Nya. QS Al-An'am 6:103 menafikan penglihatan yang meliputi, bukan penglihatan itu sendiri.
Pertanyaan terbuka
- Riwayat Tafsir Ibnu Abbas pada halaman ini mencakup [1407]–[1411].
- Riwayat sebab turun QS 87:6 dinilai lemah dan harus dibaca dengan catatan tersebut.
- Perincian pembahasan Ibnu Taimiyah tentang ru'yah Allah perlu dibaca langsung pada jilid dan halaman sumber.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- الأعلى
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah