Tanya Salaf
Konsep · ID

Sifat Akad (Tiga Pendapat tentang Shighah)

Sifat Akad — Tiga Pendapat tentang Shighah (Ijab-Qabul)

Sumber: Majmu& Vol.24 — Ibnu Taimiyah menyajikan analisis tiga madzhab tentang apakah akad memerlukan ekspresi verbal (shighah/ijab-qabul).


Definisi

Shighah akad (صيغة العقد) adalah bentuk ekspresi yang menyatakan terjadinya ijab (penawaran) dan qabul (penerimaan) dalam suatu kontrak. Pertanyaan utamanya: apakah shighah berupa lafazh verbal wajib ada, ataukah indikasi apa pun yang menunjukkan kesepakatan sudah cukup?


Tiga Pendapat Ulama

Pendapat 1 — Shighah Verbal Selalu Wajib

(Syafi'i dan satu riwayat dari Ahmad)

Kelemahan yang dicatat Ibnu Taimiyah: Tidak ada dalil shahih yang secara khusus mensyaratkan lafazh verbal untuk sahnya akad. Ini adalah tambahan syarat yang tidak bersumber dari Qur'an atau Sunnah.


Pendapat 2 — Akad Sah melalui Perbuatan untuk Transaksi yang Lazim Demikian

(Ushul Hanafi yang kuat, dan satu riwayat Hanbali)


Pendapat 3 — Setiap Indikasi Kesepakatan yang Diakui = Akad Sah

(Ushul Malik dan posisi paling jelas dalam Hanbali — dipilih Ibnu Taimiyah)

Argumen Ibnu Taimiyah:

"Allah telah mensyaratkan dalam jual-beli bahwa transaksi itu berjalan atas dasar saling ridha. Ia tidak mensyaratkan lafazh khusus. Maka apa saja yang oleh para pelakunya diakui sebagai bay' (jual-beli) atau hibah, itulah yang berlaku."


Posisi Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiyah memilih Pendapat 3 sebagai paling konsisten dengan dalil dan ushul, dengan alasan:

  1. Dalil Qur'an — kriteria sah adalah ridha, bukan lafazh (QS 4:29).
  2. Praktik Nabi ﷺ — beliau membeli, menjual, dan menghadiahkan tanpa memerintahkan lafazh ijab-qabul kepada para pihak (lihat Akad bil-Muathah).
  3. Urf sebagai penentu — apa yang orang-orang namai "jual-beli" adalah jual-beli; apa yang mereka namai "hibah" adalah hibah. Syara' menggunakan istilah-istilah yang sudah dikenal manusia.

Implikasi Madzhab

| Madzhab | Posisi shighah | Catatan | |---|---|---| | Syafi'i | Wajib lafazh verbal | Isyarat & tulisan hanya untuk yang tak mampu bicara | | Hanafi | Sah melalui perbuatan yang lazim | Berbeda per jenis akad | | Maliki | Pendapat 3 (indikasi apapun) | Ushul Malik; urf sebagai tolok ukur | | Hanbali | Dua riwayat; Ibnu Taimiyah memilih pendapat 3 | Posisi Ahmad yang lebih kuat menurut Ibnu Taimiyah |


Terkait

Pertanyaan Terbuka

  1. Apakah Ibnu Taimiyah mensyaratkan minimal adanya satu dari dua pihak yang mengucapkan sesuatu (misalnya, penjual mengucapkan harga) agar akad sah via perbuatan, ataukah diam total dari keduanya pun cukup?

Data sumber

jenis
konsep
Arab
صفة العقد
disiplin
fikih, usul fikih
kategori
hukum fikih
tag
konsep, fikih, usul fikih, muamalat, akad