Tanya Salaf
Konsep · ID

Ilmu Simiya

Ilmu Simiya — "Sihir Naturalis" yang Dikategorikan sebagai Sihir

Sumber: Majmu& Vol.25 — Ibnu Taimiyah mengklasifikasikan simiya (yang diklaim oleh praktisinya sebagai "ilmu alam" atau "kekuatan tersembunyi material") sebagai cabang sihir, bukan disiplin ilmu yang sah, dan membantah klaim bahwa ia merupakan pengetahuan para nabi atau wali.


Definisi

Simiya (السيمياء) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada apa yang diklaim sebagai "kekuatan tersembunyi material alam" — penggunaan sifat-sifat alami benda, tumbuhan, mineral, atau bintang untuk menghasilkan efek luar biasa.

Praktisinya membedakannya dari sihir (sihr) biasa dengan klaim bahwa:


Posisi Ibnu Taimiyah: Simiya adalah Cabang Sihir

Ibnu Taimiyah menolak pembedaan ini. Menurut Ibnu Taimiyah:

Simiya adalah satu jenis dari jenis-jenis sihir — bukan ilmu tersendiri yang sah.

Alasan:

  1. Efek yang diklaim oleh simiya tidak dapat dihasilkan tanpa koneksi kepada syaitan — baik secara eksplisit maupun implisit
  2. Tujuan akhir praktisi simiya adalah kufr dan syirik meskipun dibungkus dalam klaim "ilmu alam"
  3. Hasilnya — kekuasaan duniawi dan kekayaan — diperoleh melalui jalan syaitan, bukan melalui hukum alam yang sah

Kontras dengan Mukjizat Para Nabi

Ibnu Taimiyah membuat perbandingan yang tajam:

| Simiya / Sihir | Mukjizat Nabi | |---|---| | Tukang sihir Fir'aun meniru tongkat Musa | Tongkat Musa yang sungguhan dari Allah | | Tampak luar mirip | Substansi berbeda total | | Palsu — berasal dari syaitan | Benar — berasal dari Allah | | Tidak ada hubungan dengan kebenaran | Tanda kebenaran risalah |

Dalil:

فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ

"Maka Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan apa yang mereka buat-buat." (QS Thaahaa [20]:69)

فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Maka terbukti kebenaran, dan batallah apa yang selalu mereka kerjakan." (QS Al-A'raf [7]:118)

Poin kunci: Para tukang sihir Fir'aun sendiri akhirnya beriman kepada Musa — mereka bisa membedakan bahwa apa yang mereka lakukan adalah tipu daya (sihr) sedangkan apa yang dilakukan Musa adalah mukjizat hakiki. Para ahl al-ilm wa al-iman mampu membuat pembedaan ini.


Bantahan terhadap Klaim Saintifik

Sebagian orang di zaman Ibnu Taimiyah mengklaim simiya adalah "ilmu tentang sifat-sifat tersembunyi benda alam" yang sah secara epistemologis. Ibnu Taimiyah membantah:


Hubungan dengan Alkimia

Ibnu Taimiyah mengidentifikasi ikatan erat antara simiya dan alkimia — keduanya sering dipraktikkan oleh orang yang sama dan memerlukan satu sama lain untuk menghasilkan hasil mereka. Lihat Hukum Alchemi.


Terkait

Pertanyaan Terbuka

  1. Apakah Ibnu Taimiyah membahas bagaimana membedakan "ilmu tentang sifat benda alam" yang sah dari simiya yang dilarang — apakah ada kriteria pembeda yang ia tetapkan?
  2. Bagaimana posisi Ibnu Taimiyah tentang astronomi dan matematika — apakah ia membedakannya dari astrologi/simiya?

Data sumber

jenis
konsep
Arab
السيمياء
disiplin
aqidah, fikih
kategori
masalah akidah
tag
konsep, aqidah, fikih, sihir