Surah Yunus
Surah Yunus
Surah Yunus adalah surah Makkiyah ke-10 dan terdiri dari 109 ayat. Surah ini menegaskan kebenaran wahyu, kebangkitan, tauhid, tanda-tanda penciptaan, kisah Nuh dan Musa, serta keistimewaan kaum Yunus yang beriman sebelum azab menimpa.
Pokok bahasan
- Al-Quran adalah wahyu yang benar dan bukan hasil buatan manusia.
- Allah menciptakan langit dan bumi serta mengatur matahari dan bulan.
- Kebangkitan dan pembalasan adalah kepastian.
- Larangan menetapkan halal dan haram tanpa izin Allah.
- Prasangka tidak menggantikan ilmu dan kebenaran.
- Wali-wali Allah tidak takut dan tidak bersedih karena iman dan takwa.
- Kisah Nuh, Musa, Fir'aun, dan kaum Yunus.
- Hidayah terjadi dengan izin Allah, sedangkan manusia tidak boleh dipaksa untuk beriman.
- Perintah mengikuti wahyu, bersabar, dan bertawakal.
Tafsir Ibnu Abbas
Riwayat [607]–[619] pada materi sumber membahas QS 10:1–10:109. Riwayat tersebut menjelaskan bahwa Nabi ﷺ tidak mengubah Al-Quran, makna busyra bagi wali Allah, larangan menetapkan halal dan haram tanpa wahyu, bahaya zhan, keimanan Bani Israil kepada Musa, doa Musa terhadap Fir'aun, izin Allah dalam iman, dan makna ar-rijs sebagai kemurkaan Allah.
Wahyu dan risalah
Nabi ﷺ mengikuti wahyu dan tidak mengubahnya dari dirinya sendiri. Al-Quran menjadi hujah karena berasal dari Allah. Rasul menyampaikan risalah, bukan membuat hukum dari hawa nafsu. Orang yang menuduh Nabi ﷺ membuat Al-Quran diminta mendatangkan satu surah yang semisal dengannya.
Tauhid dan tanda-tanda penciptaan
Allah mengatur matahari dan bulan, menjadikan malam dan siang, serta memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya dalam penciptaan. Sesembahan selain Allah tidak mampu memberi manfaat dan mudarat. Doa yang benar diarahkan hanya kepada Allah.
Prasangka dan hukum halal haram
Sebagian besar manusia mengikuti zhan, sedangkan zhan tidak menggantikan kebenaran yang datang dari wahyu. Tidak seorang pun berhak mengharamkan atau menghalalkan rezeki tanpa izin Allah. Penetapan hukum membutuhkan dalil, bukan kebiasaan, dugaan, atau kepentingan.
Musa, Fir'aun, dan kaum Yunus
Musa dan Harun berdoa agar Allah menghapus harta Fir'aun dan mengeraskan hatinya setelah ia terus menyesatkan manusia. Fir'aun mengaku beriman ketika tenggelam, tetapi keimanan pada saat azab telah menyaksikan tidak lagi bermanfaat. Kaum Yunus beriman sebelum azab benar-benar menimpa, sehingga Allah mengangkat azab dunia dari mereka.
Iman dan kehendak Allah
Allah tidak memaksa manusia menjadi beriman. Jika Allah menghendaki, semua manusia di bumi akan beriman. Hidayah berada di tangan Allah, sedangkan manusia tetap diperintah menggunakan akal, menerima hujah, dan mengikuti wahyu.
Tafsir ringkasan (Jalalain — Tafsir Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Asbabun Nuzul
Sebab turun ayat membahas keheranan kaum musyrik terhadap rasul manusia, pertanyaan tentang mukjizat, kisah Musa dan Fir'aun, doa Musa, rumah Bani Israil sebagai tempat shalat, kaum Yunus, dan perintah bersabar.
Tafsir Ibnu Katsir
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Al-Quran menegakkan hujah melalui wahyu dan tanda-tanda penciptaan. Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, mengatur seluruh urusan, dan menghidupkan kembali makhluk untuk pembalasan.
Orang beriman memperoleh petunjuk dan ketenangan. Wali Allah adalah orang yang beriman dan bertakwa, bukan orang yang sekadar mengaku memiliki kedudukan khusus. Busyra di dunia dijelaskan melalui mimpi yang baik dan kabar baik yang sesuai syariat.
Kisah Fir'aun menunjukkan bahwa iman yang diucapkan ketika kematian telah tiba tidak memberi manfaat. Kaum Yunus menjadi pengecualian karena mereka beriman sebelum azab turun. Penutup surah mengajarkan tauhid, tawakal, dan kesabaran.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah membahas Surah Yunus dalam tema tauhid, iman, qadar, hidayah, nama dan sifat Allah, serta kedudukan wahyu. Iman adalah karunia Allah dan pilihan yang sesuai dengan hikmah-Nya, sementara manusia tetap memiliki tanggung jawab untuk mencari petunjuk dan mengikuti kebenaran.
Allah memiliki sifat yang ditetapkan dalam wahyu, termasuk istiwa di atas Arsy, tanpa menyerupakan Allah dengan makhluk dan tanpa menolak sifat-Nya. Pengakuan terhadap qadar tidak menghapus kewajiban ibadah, doa, dan dakwah.
Catatan penelitian
- Riwayat kaum Yunus, Fir'aun, dan Bani Israil dibaca sesuai atribusi dan penilaian sumbernya.
- Perbedaan tafsir tentang zhan, nasakh, dan hidayah dicatat sebagai pendapat yang dinisbatkan kepada ulama.
- Ringkasan publik mempertahankan tema utama dan rujukan sumber tanpa mengubah Wiki Ulama.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- يونس
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah, tafsir, makkiyah