Surah Shad
Surah Shad
Surah Shad adalah surah Makkiyah ke-38 dan terdiri dari 88 ayat. Surah ini memuat bantahan terhadap kesombongan kaum kafir, kisah Dawud, Sulaiman, dan Ayyub, serta kisah penciptaan Adam dan kesombongan Iblis.
Pokok bahasan
- Al-Quran sebagai peringatan dan hujah.
- Kesombongan kaum kafir terhadap tauhid.
- Keteguhan Nabi Dawud dalam ibadah dan keadilan.
- Ujian Dawud dan kewajiban mengembalikan perkara kepada kebenaran.
- Kekuasaan Sulaiman dan kesabarannya.
- Kesabaran Ayyub ketika diuji.
- Penciptaan Adam dan penolakan Iblis untuk sujud.
Kaitan
Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Aqidah
Tafsir Ibnu Abbas
Dua puluh atsar Ibnu Abbas pada riwayat [1082]–[1101] telah diverifikasi pada halaman 425–429.
Pembukaan dan kaum kafir
Huruf Shad menjadi pembuka surah dan sumpah. Kaum kafir heran karena rasul menyeru agar sesembahan menjadi satu. Mereka menganggap tauhid sebagai perkara baru dan meminta azab disegerakan.
Dawud dan Sulaiman
Dawud adalah hamba yang kuat dalam ibadah dan selalu kembali kepada Allah. Sulaiman diuji dengan tubuh lemah di atas kursinya, lalu kembali bertobat. Allah menundukkan angin untuknya.
Ayyub dan para nabi
Ayyub diperintahkan memukul bumi dengan kakinya, lalu Allah memberinya air untuk mandi dan minum. Allah memuji Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub sebagai orang yang memiliki kekuatan dan pandangan yang baik.
Akhirat
Surga memiliki pasangan yang sebaya. Neraka memiliki berbagai azab yang serupa dalam beratnya. Kisah Adam mengingatkan bahwa Iblis menolak perintah Allah karena kesombongan.
Asbabun Nuzul
QS 38:5
Kaum kafir menganggap mustahil bahwa sesembahan yang banyak harus menjadi satu sesembahan. Ayat ini membantah kesombongan mereka terhadap tauhid.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Dawud dan keadilan
Dawud adalah hamba yang kuat dalam ibadah. Gunung dan burung bertasbih bersamanya. Allah memberinya kerajaan, hikmah, dan kemampuan memutuskan perkara dengan benar.
Kisah dua orang yang berselisih menjadi ujian bagi Dawud. Ia segera menyadari bahwa Allah mengujinya, memohon ampun, dan bersujud. Para nabi dijaga dari dosa yang merusak penyampaian risalah. Kisah-kisah tambahan yang tidak memiliki riwayat shahih tidak dijadikan keyakinan.
Sulaiman dan kuda
Sulaiman menguji dirinya dengan kecintaan terhadap kuda yang indah. Pembahasan tentang tindakannya terhadap kuda memiliki beberapa riwayat. Rincian yang tidak ditegaskan oleh dalil shahih tidak dipastikan.
Ayyub
Ayyub diuji dengan penyakit dan kehilangan. Ia tetap bersabar dan memohon kepada Allah. Allah memerintahkannya menghentakkan kaki, lalu menyediakan air yang menyembuhkan. Allah mengembalikan keluarga dan nikmat kepadanya sebagai rahmat.
Penciptaan Adam dan Iblis
Allah menciptakan Adam dari tanah dan memerintahkan malaikat sujud kepadanya. Iblis menolak karena kesombongan, mengaku lebih baik karena diciptakan dari api. Ia meminta penangguhan dan berjanji menyesatkan keturunan Adam, kecuali hamba Allah yang ikhlas.
Tauhid dan Hari Kiamat
Penciptaan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya tidak sia-sia. Al-Quran diturunkan agar manusia mentadaburinya. Orang beriman tidak sama dengan orang yang mengikuti hawa nafsu. Pada Hari Kiamat, Iblis dan pengikutnya masuk Neraka.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah membahas perintah mengingat kisah para nabi pada QS 38:17, 45, 46, dan 48. Kisah mereka menjadi pelajaran tentang ibadah, kesabaran, dan pandangan terhadap akhirat.
Pada QS 38:34, tubuh lemah di atas kursi Sulaiman menunjukkan bahwa para nabi adalah manusia yang makan, sakit, dan mati. Sifat-sifat makhluk tidak boleh dinisbatkan kepada Allah. Ahlus Sunnah menetapkan sifat Allah sesuai dalil tanpa menyerupakan-Nya dengan makhluk.
Pada QS 38:25, larangan mengikuti hawa nafsu menjadi dasar bahwa pandangan dan keinginan harus tunduk kepada perintah Allah.
Catatan penelitian
- Atsar Ibnu Abbas [1082]–[1101] telah dicatat lengkap sesuai verifikasi halaman 425–429.
- Rincian kisah Dawud dan Sulaiman yang bersumber dari riwayat lemah atau Israiliyyat tidak dijadikan kepastian aqidah.
- Kisah para nabi pada surah ini menekankan ibadah, taubat, kesabaran, dan keadilan.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- ص
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah