Surah Qaf
Surah Qaf
Surah Qaf adalah surah Makkiyah ke-50 dan terdiri dari 45 ayat. Surah ini menegaskan kebangkitan, kedekatan ilmu Allah, pencatatan amal, Hari Kiamat, Neraka, dan Surga.
Pokok bahasan
- Al-Quran sebagai peringatan.
- Bantahan terhadap pengingkaran kebangkitan.
- Tanda kekuasaan Allah pada langit, bumi, gunung, hujan, dan tumbuhan.
- Malaikat pencatat amal.
- Sakaratul maut dan pengadilan manusia.
- Neraka bagi pendusta dan Surga bagi orang bertakwa.
- Perintah bertasbih, bersabar, dan memberi peringatan.
Tafsir Ibnu Abbas
Tiga belas atsar Ibnu Abbas pada riwayat [1178]–[1190] telah diverifikasi pada halaman 460–463.
QS 50:1
Huruf Qaf menjadi pembuka surah dan sumpah atas kemuliaan Al-Quran.
QS 50:5
Orang kafir mendustakan kebenaran ketika datang kepada mereka sehingga berada dalam keadaan yang kacau.
QS 50:7–10
Allah menghamparkan bumi, menegakkan gunung, menurunkan hujan, dan menumbuhkan kebun serta pohon kurma yang tinggi. Semua itu menjadi pelajaran dan rezeki bagi hamba.
QS 50:16–18
Allah mengetahui bisikan jiwa dan lebih dekat kepada manusia daripada urat leher. Dua malaikat mencatat perkataan yang keluar dari mulut.
QS 50:22–29
Pada Hari Kiamat, tutup mata manusia disingkap. Pendamping malaikat membawa catatan amal dan Allah memutuskan perkara dengan adil. Neraka disebut dengan pertanyaan apakah masih ada tambahan.
QS 50:35–40
Umat yang lebih kuat telah dibinasakan. Orang beriman diperintahkan bersabar dan bertasbih sebelum terbit serta sebelum terbenam matahari.
Asbabun Nuzul
QS 50:36
Ayat ini mengingatkan kaum Quraisy kepada umat-umat terdahulu yang lebih kuat tetapi dibinasakan karena mendustakan rasul.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Kebangkitan dan penciptaan
Kaum kafir heran bahwa mereka akan dibangkitkan setelah menjadi tanah. Allah menjawab dengan tanda langit, bumi, gunung, hujan, dan tumbuhan. Penciptaan pertama menjadi bukti kemampuan Allah membangkitkan manusia.
Kedekatan ilmu Allah
Allah mengetahui apa yang dibisikkan manusia dan apa yang disembunyikan. Kedekatan yang disebutkan pada ayat ini menunjukkan keluasan ilmu dan pengawasan Allah. Malaikat mencatat ucapan baik dan buruk.
Hari Kiamat
Sakaratul maut datang dengan kebenaran. Sangkakala ditiup dan manusia keluar dari kubur. Setiap jiwa datang bersama penggiring dan saksi. Orang yang dahulu membantah kebenaran tidak dapat menyembunyikan amalnya.
Neraka dan Surga
Neraka bertanya apakah masih ada tambahan, dan Allah memenuhinya dengan orang yang layak mendapat azab. Surga didekatkan kepada orang bertakwa, bukan sebagai sesuatu yang jauh. Mereka mendapat apa yang dijanjikan karena selalu kembali kepada Allah dan menjaga perintah-Nya.
Tasbih dan kesabaran
Nabi ﷺ diperintahkan bersabar terhadap perkataan kaum kafir dan bertasbih memuji Allah sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam. Tasbih, shalat, dan mengingat Allah menguatkan hati dalam dakwah.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah membahas QS Qaf tentang tambahan penghuni Neraka, hubungan rasa takut kepada Allah dengan kembali kepada-Nya, dan jalan mengambil pelajaran melalui hati serta pendengaran.
Rasa takut kepada Allah dalam keadaan gaib dan datang dengan hati yang bertobat adalah sifat orang yang masuk Surga. Mengambil pelajaran, rasa takut, dan inabah saling berkaitan. Orang yang mengingat peringatan dengan akal dan pendengaran akan terdorong untuk kembali kepada Allah.
Catatan penelitian
- Atsar Ibnu Abbas [1178]–[1190] telah dicatat lengkap sesuai verifikasi halaman 460–463.
- Pembahasan Neraka dan Surga dibaca bersama dalil yang dirujuk dalam bahan tafsir.
- Penekanan utama surah adalah kebangkitan, pengawasan Allah, pencatatan amal, dan taubat.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- ق
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah