Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Nuh

Surah Nuh

Surah Nuh adalah surah Makkiyah ke-71 dan terdiri dari 28 ayat. Surah ini memuat dakwah Nabi Nuh kepada kaumnya, cara dakwah yang dilakukan secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi, serta doa beliau setelah kaumnya terus menolak kebenaran.

Pokok bahasan

Kaitan

Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Aqidah

Tafsir Ibnu Abbas

Lima atsar Ibnu Abbas pada riwayat [1320]–[1324] telah diverifikasi pada halaman 501–502.

QS 71:11

Allah mengirimkan hujan yang lebat sebagai rahmat dan keberkahan bagi orang yang memohon ampun.

QS 71:13

Kaum Nuh ditegur karena tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.

QS 71:14

Allah menciptakan manusia melalui beberapa tahapan penciptaan.

QS 71:20

Jalan-jalan yang luas di bumi menunjukkan kemudahan manusia berjalan dan berpindah di dalamnya.

QS 71:23

Wadd, Suwwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr adalah nama-nama berhala yang disembah kaum Nuh. Penyembahan itu menjadi bentuk kesyirikan yang diwariskan kepada generasi setelahnya.

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir Ibnu Katsir

Dakwah Nabi Nuh

Nabi Nuh diutus untuk menyeru kaumnya agar menyembah Allah semata dan bertakwa kepada-Nya. Ia mengingatkan bahwa Allah akan mengampuni dosa orang yang kembali kepada-Nya dan menangguhkan azab sampai waktu yang ditentukan.

Nuh berdakwah dengan berbagai cara: mengajak pada malam dan siang, secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi, serta menggabungkan peringatan dan kabar gembira. Kaumnya menolak, menutup telinga, dan mempertahankan kesombongan.

Istighfar dan keberkahan

Nuh menjadikan istighfar sebagai ajakan utama. Istighfar menjadi sebab turunnya hujan, bertambahnya harta dan anak, serta tumbuhnya kebun dan mengalirnya sungai. Keberkahan ini tidak boleh dipisahkan dari iman dan ketaatan.

Tanda kekuasaan Allah

Manusia diciptakan melalui beberapa tahap. Allah menjadikan bulan sebagai cahaya dan matahari sebagai pelita, lalu menciptakan manusia dari bumi dan mengembalikannya ke bumi. Allah kemudian mengeluarkan manusia darinya pada Hari Kiamat.

Berhala dan pembangkangan

Para pemimpin kaum Nuh memerintahkan manusia agar tidak meninggalkan Wadd, Suwwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr. Nama-nama ini awalnya terkait dengan orang-orang shalih yang telah meninggal, lalu dibuat gambar dan patung untuk mengenang mereka. Ketika ilmu hilang, gambar dan patung itu akhirnya disembah.

Akhir kaum Nuh

Kaum Nuh menolak doa dan peringatan. Mereka ditenggelamkan karena dosa-dosa mereka dan tidak menemukan penolong selain Allah. Nuh berdoa agar tidak ada orang kafir yang tersisa di bumi karena mereka akan menyesatkan hamba-hamba Allah dan melahirkan generasi yang kafir.

Doa penutup

Nuh memohon ampun untuk dirinya, orang tuanya, orang yang masuk rumahnya sebagai orang beriman, dan seluruh orang beriman laki-laki serta perempuan. Doa ini menunjukkan kasih sayang seorang nabi kepada orang yang beriman.

Tafsir Ibnu Taimiyah

Pembahasan Surah Nuh menegaskan bahwa kesyirikan dapat bermula dari sikap berlebihan terhadap orang-orang shalih. Penghormatan yang awalnya dimaksudkan untuk mengenang berubah menjadi pembuatan gambar, patung, dan akhirnya ibadah kepada selain Allah.

Dakwah Nabi Nuh menunjukkan kewajiban menyampaikan tauhid dengan cara yang beragam dan terus-menerus. Istighfar, taubat, dan kembali kepada Allah menjadi sebab rahmat, sedangkan mengikuti pemimpin yang menyesatkan membawa manusia kepada kebinasaan.

Catatan penelitian

Data sumber

jenis
surah
Arab
نوح
disiplin
tafsir
tag
quran, surah