Surah Muhammad
Surah Muhammad
Surah Muhammad adalah surah Madaniyah ke-47 dan terdiri dari 38 ayat. Surah ini membahas perbedaan orang kafir dan orang beriman, hukum tawanan perang, pertolongan Allah, keadaan orang munafik, dan perintah berinfak.
Pokok bahasan
- Amal orang kafir gugur, sedangkan amal orang beriman diampuni dan diperbaiki keadaannya.
- Pertolongan Allah bergantung pada pertolongan hamba terhadap agama-Nya.
- Hukum tawanan perang dan pilihan imam setelah pertempuran.
- Gambaran Surga dan sungai-sungainya.
- Perintah mentadaburi Al-Quran.
- Larangan murtad, merusak amal, memutus silaturahmi, dan meminta damai ketika berada dalam posisi lemah.
- Hakikat dunia yang sementara dan anjuran berinfak.
Kaitan
Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Aqidah | Fiqh
Tafsir Ibnu Abbas
Tiga atsar Ibnu Abbas pada riwayat [1163]–[1165] telah diverifikasi pada halaman 453–454.
QS 47:4
Ketika orang beriman bertemu orang kafir dalam peperangan, mereka diperintahkan mengalahkan musuh. Setelah musuh tidak berdaya, tawanan dapat diikat. Imam memilih antara membebaskan dengan kemurahan atau meminta tebusan sampai perang berakhir.
QS 47:15
Surga yang dijanjikan kepada orang bertakwa memiliki sungai air yang tidak berubah rasa, sungai susu yang tidak berubah rasa, sungai khamar yang lezat bagi peminumnya, dan sungai madu yang disaring.
QS 47:31
Allah menguji orang beriman dengan rasa takut, kesulitan, dan peperangan untuk menampakkan orang yang bersungguh-sungguh dan sabar. Pengetahuan Allah meliputi keadaan mereka sebelum ujian dan sesudahnya.
Asbabun Nuzul
QS 47:1
Ayat pembuka menjelaskan tiga golongan: orang kafir, orang yang menghalangi dari jalan Allah, dan orang beriman yang mengikuti kebenaran yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ.
QS 47:4
Ayat tentang tawanan perang turun setelah kaum Muslim bertanya tentang perlakuan terhadap tawanan. Ayat ini menetapkan pilihan imam setelah musuh dilumpuhkan.
QS 47:13
Ayat ini mengingatkan Nabi ﷺ kepada negeri-negeri yang lebih kuat daripada Makkah dan telah dibinasakan karena mendustakan rasul.
QS 47:31
Orang munafik mempertanyakan kemenangan setelah Uhud. Ayat ini menjelaskan bahwa ujian membedakan orang yang berjihad dan bersabar dari orang yang hanya mengaku beriman.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Orang kafir dan orang beriman
Orang kafir mengikuti kebatilan dan menghalangi manusia dari jalan Allah, sehingga amal mereka gugur. Orang beriman mengikuti kebenaran dari Rabb mereka, sehingga Allah menghapus kesalahan mereka, memperbaiki keadaan, dan memasukkan mereka ke dalam Surga.
Hukum tawanan perang
Ketika bertemu musuh dalam pertempuran, orang beriman diperintahkan menghadapi mereka dengan tegas. Setelah musuh dilumpuhkan, tawanan diikat. Setelah perang berhenti, imam dapat membebaskan tawanan atau meminta tebusan sesuai maslahat kaum Muslimin. Pembahasan ini terkait keputusan imam dan keadaan perang, bukan tindakan pribadi tanpa kewenangan.
Pertolongan Allah
Allah menolong orang yang menolong agama-Nya dan meneguhkan langkah mereka. Menolong agama Allah berarti beriman, menaati syariat, menyampaikan kebenaran, dan bersungguh-sungguh dalam ketaatan.
Perjalanan umat terdahulu
Orang-orang yang berjalan di bumi diminta melihat akibat umat terdahulu. Mereka lebih kuat dan memiliki bangunan yang lebih besar, tetapi kekuatan itu tidak menyelamatkan mereka ketika mendustakan para rasul.
Gambaran Surga
Surga memiliki sungai air yang tidak berubah, susu yang tidak berubah rasa, khamar yang lezat, dan madu yang disaring. Di dalamnya terdapat buah-buahan, ampunan, dan kenikmatan. Orang kafir yang tinggal di Neraka diberi air mendidih yang merusak usus mereka.
Orang munafik
Sebagian orang munafik mendengarkan khutbah Nabi ﷺ tanpa memahami dan menerima. Ketika keluar, mereka bertanya apa yang baru saja dikatakan. Allah mengunci hati mereka karena mengikuti hawa nafsu. Tanda mereka tampak ketika diperintahkan berperang, tetapi mereka takut dan berharap perintah itu tidak datang.
Tadabur Al-Quran dan menjaga amal
Al-Quran harus ditadaburi agar hati memahami hujah, perintah, dan larangan. Orang yang murtad setelah petunjuk jelas tidak merugikan Allah. Orang beriman dilarang membatalkan amal dengan kekafiran, riya, atau kemaksiatan.
Dunia dan infak
Kehidupan dunia adalah permainan dan kesenangan sementara. Allah meminta orang beriman berinfak di jalan-Nya. Orang yang bakhil merugikan dirinya sendiri, sedangkan Allah Mahakaya. Jika manusia berpaling, Allah mengganti mereka dengan kaum lain yang tidak seperti mereka.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah membahas Surah Muhammad dalam Majmu' Fatawa, terutama janji pertolongan Allah pada QS 47:7, batasan ampunan bagi orang yang mati dalam kekafiran pada QS 47:34, dan keadaan orang yang mendengar perkataan Nabi ﷺ tanpa memahami.
Pertolongan Allah memiliki sebab: hamba menolong agama Allah dengan iman, ketaatan, dan pembelaan terhadap kebenaran. QS 47:34 membatasi pemahaman umum tentang ampunan: orang yang mati dalam kekafiran dan menghalangi dari jalan Allah tidak mendapat ampunan.
Pendengaran yang bermanfaat adalah pendengaran yang disertai akal, penerimaan, dan pengamalan. Mendengar suara tanpa memahami dan menerima kebenaran tidak memberi manfaat kepada hati.
Catatan penelitian
- Atsar Ibnu Abbas [1163]–[1165] telah dicatat lengkap sesuai verifikasi halaman 453–454.
- Hukum tawanan perang perlu dibaca dalam konteks kewenangan imam dan ketentuan syariat.
- Pembahasan Ibnu Taimiyah menekankan sebab pertolongan Allah, batasan ampunan, dan pentingnya memahami wahyu.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- محمد
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah