Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Maryam

Surah Maryam

Surah Maryam adalah surah Makkiyah ke-19 dan terdiri dari 98 ayat. Surah ini memuat kisah Zakariya, Yahya, Maryam, Isa, Ibrahim, Musa, Ismail, dan Idris, serta bantahan terhadap keyakinan bahwa Allah memiliki anak.

Pokok bahasan

Kaitan

Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir Ibnu Katsir | Tafsir | Aqidah | Fiqh

Tafsir Ibnu Abbas

QS 19:1

Huruf Kaf Ha Ya Ain Shad termasuk huruf muqatta'ah yang maknanya Allah lebih mengetahui. Huruf-huruf ini menjadi pembuka surah dan mengingatkan bahwa Al-Quran tersusun dari huruf yang dikenal manusia, tetapi manusia tidak mampu membuat yang semisal dengannya.

QS 19:7

Yahya adalah nama yang belum pernah diberikan kepada seorang pun sebelumnya. Kelahirannya menjadi tanda kekuasaan Allah atas Zakariya dan istrinya yang telah lanjut usia serta mandul.

QS 19:10

Tanda bagi Zakariya adalah ia tidak dapat berbicara kepada manusia selama tiga malam dalam keadaan sehat. Ia tetap dapat berzikir kepada Allah.

QS 19:13

Allah memberikan kepada Yahya kasih sayang, kesucian, dan ketakwaan. Ia tidak sombong dan tidak durhaka.

QS 19:24

Jibril memanggil Maryam dari tempat yang lebih rendah dan Allah menyediakan sungai di bawahnya. Maryam diperintahkan menggoyangkan pangkal pohon kurma agar kurma matang jatuh kepadanya.

QS 19:28

Maryam disebut saudara perempuan Harun, yaitu dinisbatkan kepada keluarga dan keturunan orang shalih, bukan bahwa ia adalah saudara perempuan Harun yang hidup pada zaman Musa.

QS 19:32

Isa berbakti kepada ibunya dan tidak menjadi orang yang sombong atau celaka.

QS 19:39

Hari Kiamat disebut Hari Penyesalan karena orang yang dahulu menolak kebenaran melihat akibat amalnya dan tidak dapat kembali ke dunia.

QS 19:46–50

Ibrahim meninggalkan ayahnya dengan ucapan yang lembut meskipun ayahnya mengancam akan merajamnya. Allah memberi Ibrahim Ishaq dan Ya'qub serta menjadikan bagi mereka sebutan yang baik.

QS 19:59–62

Generasi setelah para nabi menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu. Orang yang bertobat dan beramal shalih mendapat Surga. Di dalamnya tidak ada perkataan yang melalaikan, hanya salam, dan rezeki tersedia pagi dan petang.

QS 19:65

Allah adalah Rabb langit dan bumi serta segala sesuatu di antara keduanya. Tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya, sehingga ibadah harus ditegakkan hanya untuk-Nya.

QS 19:69–87

Orang yang paling durhaka ditarik keluar lebih dahulu. Orang-orang bertakwa dikumpulkan sebagai delegasi menuju Ar-Rahman. Syafaat hanya diberikan kepada orang yang memiliki perjanjian dengan Allah, yaitu tauhid dan keimanan.

QS 19:88–98

Anggapan bahwa Ar-Rahman memiliki anak adalah perkataan yang sangat besar. Langit hampir pecah, bumi terbelah, dan gunung runtuh karena perkataan itu. Allah menanamkan kasih sayang bagi orang beriman yang beramal shalih dan membinasakan umat-umat yang mendustakan.

Asbabun Nuzul

QS 19:64

Jibril tidak turun kepada Nabi ﷺ selama beberapa waktu. Ayat ini menjelaskan bahwa para malaikat turun hanya dengan perintah Allah dan bahwa Allah mengetahui apa yang ada di hadapan, di belakang, dan di antara mereka.

QS 19:77

Al-'Ash bin Wa'il mengingkari kebangkitan dan berkata bahwa ia akan diberi harta dan anak jika dibangkitkan. Ayat ini membantah keyakinan tersebut dan menjelaskan bahwa Allah mencatat perkataan serta perbuatannya.

QS 19:96

Allah menanamkan kasih sayang dalam hati manusia bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Kecintaan itu adalah karunia Allah, bukan hasil kesombongan manusia.

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir Ibnu Katsir

Zakariya dan Yahya

Zakariya berdoa secara sembunyi karena takut kehilangan pewaris ilmu dan kenabian. Allah mengabulkan doanya dengan memberikan Yahya, anak yang memiliki nama khusus, akhlak mulia, kasih sayang, kesucian, dan takwa. Yahya berbakti kepada orang tuanya dan tidak sombong.

Maryam dan Isa

Maryam mengasingkan diri dari keluarganya. Jibril datang dalam bentuk manusia dan menyampaikan bahwa Allah akan memberinya anak yang suci. Maryam bertanya bagaimana ia dapat memiliki anak tanpa disentuh laki-laki, lalu dijelaskan bahwa penciptaan Isa adalah perkara mudah bagi Allah dan menjadi tanda bagi manusia.

Ketika rasa sakit melahirkan datang, Maryam bersandar pada pangkal pohon kurma. Allah menyediakan air dan kurma, serta memerintahkannya makan, minum, dan menenangkan hati. Ia bernazar tidak berbicara kepada manusia. Isa berbicara dari buaian, menyatakan bahwa ia adalah hamba Allah, diberi Kitab, dijadikan nabi, diberkahi, diperintah shalat dan zakat, serta berbakti kepada ibunya.

Ibrahim dan Azar

Ibrahim bertanya kepada ayahnya mengapa ia menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolong. Ibrahim mengajaknya mengikuti ilmu yang datang kepadanya dan meninggalkan syaitan. Ketika ayahnya mengancam, Ibrahim menjawab dengan salam dan berjanji memohonkan ampun untuknya selama belum jelas bahwa ia adalah musuh Allah.

Musa, Ismail, dan Idris

Allah menyebut Musa sebagai orang yang dipilih, rasul, dan nabi, serta memanggilnya dari sisi Gunung Thur. Ismail adalah orang yang benar dalam janji, rasul dan nabi, serta memerintahkan keluarganya mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Idris adalah orang yang sangat benar dan seorang nabi yang Allah angkat ke tempat tinggi.

Shalat dan Surga

Generasi setelah para nabi menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu. Orang yang bertobat, beriman, dan beramal shalih tidak kehilangan pahala. Mereka masuk Surga 'Adn, tempat yang Allah janjikan, tanpa perkataan melalaikan dan tanpa rasa lelah.

Tauhid dan penolakan terhadap anak bagi Allah

Allah adalah Rabb langit dan bumi, tidak memiliki anak, dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya. Isa adalah hamba Allah. Anggapan bahwa Ar-Rahman memiliki anak begitu berat sehingga langit hampir pecah, bumi terbelah, dan gunung runtuh.

Hari Kiamat dan syafaat

Orang yang mengingkari kebangkitan akan dikumpulkan bersama syaitan di sekitar Neraka. Orang bertakwa dikumpulkan sebagai delegasi menuju Ar-Rahman. Syafaat tidak diberikan kecuali kepada orang yang telah mendapat izin Allah dan memiliki perjanjian dengan-Nya.

Kasih sayang bagi orang beriman

Allah menanamkan kasih sayang bagi orang yang beriman dan beramal shalih. Al-Quran dimudahkan dengan bahasa Nabi Muhammad ﷺ untuk memberi kabar gembira kepada orang bertakwa dan memberi peringatan kepada kaum yang membangkang.

Tafsir Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiyah membahas Surah Maryam dalam Majmu' Fatawa Jilid 13 sebagai pelaksanaan ibadah kepada Allah semata dan penetapan bahwa kemuliaan tertinggi bagi makhluk adalah menjadi hamba Allah.

Kisah Zakariya, Yahya, Maryam, Isa, Ibrahim, Musa, Ismail, dan Idris menunjukkan hubungan antara tauhid, bakti kepada orang tua, dan ketaatan. Pernyataan Isa bahwa dirinya adalah hamba Allah menjadi bantahan terhadap orang yang berlebihan dalam mengangkat kedudukannya atau merendahkannya.

Pada QS 19:59, menyia-nyiakan shalat mencakup menunda shalat dari waktunya dan melaksanakannya tanpa memenuhi kewajiban, syarat, serta rukun. Tobat tetap terbuka bagi orang yang kembali kepada Allah.

Pada QS 19:96, kasih sayang Allah kepada orang beriman menetapkan bahwa Allah mencintai mereka dan menjadikan mereka dicintai di bumi.

Catatan penelitian

"Maukah kuberitahukan tentang mereka? Dahulu mereka diberi nama dengan nama para Nabi dan orang-orang shalih sebelum mereka." (HR. Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa'i — At-Tirmidzi: hasan shahih gharib, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)

"Perjanjian antara kita dan mereka adalah shalat — barangsiapa meninggalkannya, ia telah kafir." (HR. Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa'i — At-Tirmidzi: hasan shahih, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)

Kelompok pertama yang memasuki Surga berwajah seperti bulan purnama, tidak meludah, tidak beringus, tidak buang hajat; sisir dan bejana mereka dari emas dan perak, keringat mereka berbau misik, dan mereka bertasbih kepada Allah pagi dan petang. (HR. Al-Bukhari dan Muslim, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)

Hadits qudsi: anak Adam mendustakan Allah dengan mengingkari kebangkitan, dan menyakiti-Nya dengan mengatakan Allah memiliki anak — padahal Dia Al-Ahad, Ash-Shamad, tidak beranak dan tidak diperanakkan. (HR. Al-Bukhari, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)

Hadits menjelaskan bahwa apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan mengabarkan cinta-Nya, lalu Jibril pun mencintainya dan menyerukan kepada penduduk langit untuk turut mencintainya, hingga ia diterima di bumi — demikian pula sebaliknya bila Allah membenci seorang hamba. (HR. Muslim dan Al-Bukhari, dari Abu Hurairah, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)

Data sumber

jenis
surah
Arab
مريم
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah, tafsir, makkiyah, asbabun-nuzul