Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Luqman

Surah Luqman

Surah Luqman adalah surah Makkiyah ke-31 dan terdiri dari 34 ayat. Surah ini dinamai dengan nama Luqman Al-Hakim, orang bijaksana yang nasihatnya kepada anaknya dicatat pada QS 31:12–19.

Pokok bahasan

Kaitan

Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Ali bin Abu Thalhah | Tafsir Ibnu Katsir | Tafsir | Aqidah | Fiqh | Luqman Al-Hakim

Tafsir Ibnu Abbas

Dua atsar Ibnu Abbas pada riwayat [1014]–[1015] telah diverifikasi pada halaman 402.

QS 31:18

Larangan memalingkan wajah dari manusia bermakna larangan bersikap takabur hingga meremehkan hamba-hamba Allah dan berpaling ketika mereka berbicara.

QS 31:33

Al-gharur berarti syaitan. Manusia diperingatkan agar tidak tertipu oleh kehidupan dunia dan tidak ditipu syaitan dalam ketaatan kepada Allah.

Asbabun Nuzul

QS 31:6

Ayat tentang perkataan yang melalaikan dikaitkan dengan orang-orang yang membeli hiburan dan kisah-kisah untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Sebagian riwayat menyebut An-Nadhr bin Al-Harits yang membeli kisah-kisah Persia agar manusia berpaling dari Al-Quran.

QS 31:27

Ayat tentang pohon-pohon yang menjadi pena dan lautan yang menjadi tinta menjelaskan bahwa kalimat dan ilmu Allah tidak akan habis. Riwayat tentang sebab turunnya ayat ini dicantumkan bersama nama periwayat yang disebut dalam bahan.

QS 31:34

Ayat tentang lima perkara gaib dikaitkan dengan pertanyaan seorang laki-laki tentang waktu hujan, umur, keadaan anak, jenis kelamin bayi, dan tempat kematian. Jawaban ayat menegaskan bahwa pengetahuan sempurna tentang perkara itu milik Allah.

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir Ibnu Katsir

Al-Quran dan perkataan yang melalaikan

Al-Quran adalah petunjuk bagi orang yang berbuat baik. Orang yang menggunakan perkataan melalaikan untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah memilih kebatilan dan menjadikan ayat Allah sebagai bahan olok-olok.

Hikmah Luqman

Allah menganugerahkan hikmah kepada Luqman agar ia bersyukur. Syukur kembali manfaatnya kepada orang yang bersyukur, sedangkan Allah Mahakaya dan tidak membutuhkan makhluk. Kufur tidak merugikan Allah, tetapi merugikan pelakunya.

Larangan syirik dan bakti kepada orang tua

Nasihat pertama Luqman kepada anaknya adalah larangan mempersekutukan Allah. Syirik adalah kezaliman yang besar. Berbakti kepada orang tua adalah kewajiban, terutama karena ibu mengandung dalam kelemahan yang bertambah-tambah dan menyusui selama dua tahun. Jika orang tua memerintahkan kesyirikan, mereka tidak ditaati dalam hal itu, tetapi tetap diperlakukan dengan baik.

Amal yang tersembunyi

Luqman mengingatkan bahwa amal seberat biji sawi yang tersembunyi di dalam batu, langit, atau bumi akan didatangkan oleh Allah. Allah Mahahalus dan Mahawaspada, sehingga tidak ada sesuatu yang luput dari ilmu-Nya.

Shalat, amar makruf, dan kesabaran

Luqman memerintahkan anaknya mendirikan shalat, menyuruh yang makruf, mencegah yang mungkar, dan bersabar atas gangguan yang menimpanya. Kesabaran adalah bekal dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar.

Adab dan larangan kesombongan

Manusia tidak boleh memalingkan wajah dari orang lain karena sombong, berjalan dengan angkuh, atau meninggikan suara. Sikap yang benar adalah berjalan secara sederhana dan merendahkan suara.

Tauhid dan tanda kekuasaan Allah

Kaum musyrik mengakui bahwa Allah menciptakan langit dan bumi, tetapi tetap menyembah sesembahan selain-Nya. Pergantian malam dan siang, peredaran matahari dan bulan, serta kapal yang berlayar di laut menunjukkan kekuasaan Allah.

Ketika ombak besar menyerupai gunung menimpa mereka, manusia berdoa dengan ikhlas kepada Allah. Setelah diselamatkan, sebagian kembali menyekutukan-Nya. Keadaan ini menunjukkan pentingnya istiqamah dalam tauhid ketika lapang maupun sempit.

Hari Kiamat dan lima perkara gaib

Pada Hari Kiamat, ayah dan anak tidak dapat menolong satu sama lain. Dunia tidak boleh memperdaya manusia dan syaitan tidak boleh membuat manusia merasa aman dari balasan Allah.

Lima perkara gaib yang pengetahuannya hanya milik Allah adalah waktu Kiamat, turunnya hujan, apa yang ada dalam rahim, apa yang akan diusahakan seseorang esok hari, dan tempat seseorang meninggal. Nabi dan malaikat tidak mengetahui hal-hal tersebut kecuali apa yang Allah beritahukan.

Tafsir Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiyah membahas QS Luqman dalam Majmu' Fatawa Jilid 13. Ia menekankan bahwa sabar adalah salah satu rukun amar makruf nahi mungkar bersama ilmu dan kelembutan.

Pada QS 31:6, semua hal yang mendorong jiwa kepada ketaatan termasuk sarana ketaatan, sedangkan semua hal yang mendorong jiwa kepada maksiat termasuk sarana kemaksiatan. Pembahasan ini mencakup perkataan melalaikan yang memalingkan manusia dari jalan Allah.

Pada QS 31:19, perintah merendahkan suara dijelaskan sebagai adab yang menjaga apa yang masuk ke hati dan apa yang keluar darinya. Ketenangan suara dan pengendalian diri termasuk akhlak yang diperintahkan.

Catatan penelitian

Data sumber

jenis
surah
Arab
لقمان
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah, tafsir, makkiyah