Surah Ibrahim
Surah Ibrahim
Surah Ibrahim adalah surah Makkiyah ke-14 dan terdiri dari 52 ayat. Surah ini menjelaskan fungsi wahyu untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, kisah para rasul, syukur atas nikmat, perumpamaan kalimat yang baik dan buruk, doa Ibrahim, serta balasan bagi orang zalim.
Pokok bahasan
- Al-Quran membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya.
- Setiap rasul diutus dengan bahasa kaumnya agar risalah dapat dipahami.
- Musa mengingatkan Bani Israil tentang hari-hari nikmat Allah.
- Syukur menambah nikmat, sedangkan kufur mendatangkan akibat buruk.
- Perumpamaan kalimat tauhid seperti pohon yang baik dan kalimat kufur seperti pohon yang buruk.
- Iblis berlepas diri dari orang yang mengikutinya pada hari Kiamat.
- Doa Ibrahim untuk Makkah, keturunannya, shalat, dan ampunan.
- Penangguhan azab bukan tanda Allah lalai terhadap orang zalim.
Tafsir Ibnu Abbas
Riwayat [680]–[686] pada materi sumber membahas QS 14:1–14:52. Riwayat tersebut menjelaskan perumpamaan kalimat yang baik, shalat lima waktu, infak sebelum hari tanpa jual beli dan persahabatan, serta keadaan orang zalim yang dibelenggu dan diberi pakaian dari bahan yang membakar.
Kalimat yang baik dan buruk
Kalimat yang baik adalah kalimat tauhid. Ia seperti pohon yang baik: akarnya kuat di bumi, cabangnya menjulang ke langit, dan buahnya terus diberikan. Kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk: tercabut dari bumi dan tidak memiliki keteguhan.
Shalat dan infak
Orang beriman diperintah mendirikan shalat lima waktu dan menginfakkan rezeki secara tersembunyi maupun terang-terangan. Perintah ini dilakukan sebelum datang hari ketika jual beli, tebusan, dan persahabatan tidak lagi memberi manfaat.
Azab dan pertanggungjawaban
Orang zalim akan berdiri di hadapan Allah. Rantai dan pakaian dari bahan yang membakar menjadi bagian dari gambaran hukuman mereka. Penangguhan azab di dunia tidak berarti Allah tidak mengetahui atau mengabaikan kezaliman mereka.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Ibnu Katsir menjelaskan hubungan antara iman, tauhid, dan amal melalui perumpamaan pohon yang baik. Akarnya adalah keyakinan yang kokoh, cabangnya adalah amal yang naik kepada Allah, dan buahnya adalah manfaat yang terus hadir. Kekufuran tidak memiliki dasar yang dapat menyelamatkan pelakunya.
Kisah Musa mengajarkan kewajiban bersyukur atas nikmat. Syukur dilakukan dengan hati, lisan, dan anggota badan. Kufur nikmat mencakup tidak mengakui pemberi nikmat dan memakai nikmat untuk kemaksiatan.
Doa Ibrahim memuat permohonan keamanan bagi Makkah, kecenderungan hati manusia kepada tempat itu, rezeki bagi penduduknya, penjagaan dari penyembahan berhala, dan ampunan bagi orang beriman. Penutup surah mengingatkan bahwa azab bisa ditangguhkan sampai hari yang mata manusia terbelalak karena ketakutan.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah membahas Surah Ibrahim dalam tema tauhid, hidayah, syukur, doa, qadar, dan akibat kezaliman. Wahyu menjadi sebab hidayah, sedangkan manusia tetap diperintah menerima kebenaran dan menempuh jalan yang Allah tetapkan.
Syukur mencakup mengakui nikmat Allah dan menggunakan nikmat itu untuk ketaatan. Doa adalah ibadah yang menggabungkan pengakuan terhadap rububiyah Allah dengan permohonan pertolongan. Penangguhan azab memberi kesempatan bertobat, bukan jaminan keselamatan bagi orang yang terus zalim.
Asbabun Nuzul
Sebab turun ayat membahas perumpamaan kalimat yang buruk dan keadaan orang-orang musyrik Quraisy. Setiap riwayat dibaca bersama sumber dan penilaian sanadnya.
Catatan penelitian
- Perumpamaan kalimat yang baik dan buruk dibaca bersama penjelasan tauhid dan amal pada kitab tafsir.
- Kisah sejarah dan riwayat tambahan dipertahankan sesuai atribusinya.
- Ringkasan publik mempertahankan tema utama dan rujukan sumber tanpa mengubah Wiki Ulama.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- إبراهيم
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah, tafsir, makkiyah