Surah Ghaafir
Surah Ghaafir
Surah Ghaafir adalah surah Makkiyah ke-40 dan terdiri dari 85 ayat. Surah ini juga dikenal dengan nama Al-Mu'min. Ghaafir berarti Yang Mengampuni, sesuai dengan penyebutan Allah sebagai Pengampun dosa dan penerima tobat.
Tafsir Ibnu Abbas
Delapan atsar Ibnu Abbas pada riwayat [1116]–[1123] telah dicatat sesuai verifikasi halaman 435–437.
QS 40:1
Huruf muqatta'ah Haa Miim termasuk huruf yang maknanya Allah lebih mengetahui.
QS 40:2
Allah adalah Pengampun dosa, Penerima tobat, keras hukuman, dan memiliki karunia. Tidak ada tuhan selain Dia dan kepada-Nya tempat kembali.
QS 40:15
Yaumut Talaaq adalah hari ketika manusia bertemu dengan Allah. Pada hari itu seluruh makhluk keluar dari kubur dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari Allah.
QS 40:31
Allah mengingatkan umat Muhammad ﷺ kepada nasib kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, dan kaum-kaum setelah mereka. Allah tidak menghendaki kezaliman bagi hamba-hamba-Nya.
QS 40:37
Fir'aun meminta Haman membuat menara agar ia dapat melihat Tuhan Musa. Permintaan itu adalah tipu daya Fir'aun untuk menghalangi manusia dari jalan Allah.
QS 40:43
Berhala yang diseru selain Allah tidak dapat memperkenankan doa di dunia dan tidak dapat memberi pertolongan di akhirat.
QS 40:52
Pada hari para rasul dan orang beriman ditolong, permintaan maaf orang-orang zalim tidak bermanfaat bagi mereka. Mereka mendapat laknat dan tempat kembali yang buruk.
QS 40:60
Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berdoa dan menjanjikan jawaban. Orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada Allah akan masuk Neraka dalam keadaan hina.
Pokok bahasan
- Ampunan Allah, penerimaan tobat, dan kerasnya hukuman bagi orang yang terus menolak kebenaran.
- Malaikat yang memikul Arasy memohonkan ampun bagi orang beriman.
- Bantahan terhadap orang yang berdebat tentang ayat Allah tanpa ilmu.
- Kisah orang beriman dari keluarga Fir'aun yang membela Musa.
- Kematian, azab barzakh, kebangkitan, dan pertengkaran penghuni Neraka.
- Perintah berdoa dan ancaman bagi orang yang sombong dari ibadah.
Kaitan
Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Ali bin Abu Thalhah
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Asbabun Nuzul
QS 40:4
Riwayat tentang perdebatan orang kafir terhadap ayat-ayat Allah dicantumkan sebagai konteks ayat. Catatan periwayatan menyebutkan kelemahan sanad sehingga riwayat ini tidak dijadikan penetapan pasti sebab turun ayat.
QS 40:56
Ayat tentang orang yang membantah ayat Allah tanpa bukti dikaitkan dengan kesombongan orang-orang yang menolak kebenaran.
QS 40:66
Ayat tentang larangan menyembah selain Allah dikaitkan dengan tekanan kaum Quraisy kepada Nabi Muhammad ﷺ agar mengikuti sesembahan mereka. Riwayat ini juga memiliki sanad lemah dan tidak dijadikan penetapan pasti.
Tafsir Ibnu Katsir
Nama dan pembukaan surah
Ghaafir adalah surah yang juga disebut Al-Mu'min. Pembukaannya menyebut ampunan Allah, penerimaan tobat, kerasnya hukuman, dan karunia-Nya. Al-Quran diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahamengetahui.
Malaikat dan doa bagi orang beriman
Para malaikat yang memikul Arasy dan yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Allah, beriman kepada-Nya, dan memohonkan ampun bagi orang-orang beriman. Mereka meminta agar Allah memasukkan orang beriman bersama keluarga mereka yang shalih ke dalam Surga dan melindungi mereka dari keburukan.
Perdebatan terhadap ayat Allah
Orang kafir berdebat tentang ayat Allah tanpa hujah. Mereka dibutakan oleh kesombongan. Allah menghukum umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul dan menolong para rasul serta orang-orang beriman.
Penciptaan dan Hari Pertemuan
Allah meninggikan derajat dan memiliki Arasy. Yaumut Talaaq adalah hari ketika seluruh manusia bertemu dengan Allah. Pada hari itu tidak ada kezaliman; setiap jiwa menerima balasan sesuai amalnya.
Kisah orang beriman dari keluarga Fir'aun
Seorang laki-laki beriman dari keluarga Fir'aun menyembunyikan imannya. Ia mengingatkan kaumnya agar tidak membunuh Musa hanya karena Musa membawa keterangan dari Rabb mereka. Ia memakai sejarah kaum Nuh, 'Ad, dan Tsamud sebagai pelajaran bahwa pendustaan terhadap rasul berakhir dengan hukuman.
Ia menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan sementara, sedangkan akhirat adalah tempat tinggal yang kekal. Ia menyeru kaumnya agar mengikuti jalan keselamatan dan meminta perlindungan kepada Allah dari kesombongan dan kesesatan.
Azab barzakh dan pertengkaran di Neraka
Keluarga Fir'aun diperlihatkan Neraka setiap pagi dan petang sebelum Hari Kiamat. Pada Hari Kiamat, mereka dimasukkan ke dalam azab yang lebih berat. Penghuni Neraka yang lemah menyalahkan para pemimpin mereka, sedangkan para pemimpin menjawab bahwa mereka semua berada dalam Neraka.
Pertolongan Allah dan kepastian Kiamat
Allah menolong para rasul dan orang-orang beriman di dunia serta pada hari para saksi berdiri. Hari Kiamat pasti datang. Penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia, tetapi banyak manusia tidak mengetahuinya.
Perintah berdoa
Allah berfirman bahwa Dia dekat dan memerintahkan hamba-Nya berdoa. Ibadah adalah bagian dari doa, sehingga orang yang menyombongkan diri dari ibadah akan masuk Neraka dalam keadaan hina.
Nikmat dan tahapan penciptaan
Allah menjadikan malam untuk istirahat dan siang untuk melihat, menyediakan bumi sebagai tempat tinggal, dan menciptakan manusia dari tanah, air mani, darah yang menggumpal, lalu mengeluarkannya sebagai bayi hingga mencapai usia dewasa dan tua. Semua tahapan itu terjadi dengan ilmu dan ketetapan Allah.
Akhir orang yang mendustakan
Orang-orang yang mendustakan ayat Allah akan mengetahui akibat kesombongan mereka. Mereka dahulu menikmati kehidupan dunia, lalu dibinasakan karena dosa. Allah menangguhkan hukuman sebagian manusia dengan rahmat-Nya, tetapi tidak ada yang dapat melarikan diri dari keputusan-Nya.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah membahas QS Ghaafir dalam Majmu' Fatawa Jilid 13, terutama hubungan antara mengambil pelajaran, kembali kepada Allah, rasa takut, penyucian jiwa, dan syukur.
QS 40:13 mengaitkan pengambilan pelajaran dengan kembali kepada Allah. Orang yang menerima peringatan akan terdorong untuk takut kepada Allah dan kembali kepada-Nya. Penyucian jiwa, mengingat Allah, dan shalat membentuk rangkaian amal yang saling berkaitan.
Syukur adalah pengakuan atas nikmat Allah dan penggunaannya dalam ketaatan. Musibah mendorong seorang mukmin untuk mengingat dosa dan memohon ampun. Nikmat mendorongnya untuk bersyukur. Dengan demikian, mengingat nikmat dan mengambil pelajaran dari peringatan menjadi dasar bagi istighfar, syukur, dan amal shalih.
Catatan penelitian
- Atsar Ibnu Abbas [1116]–[1123] telah dicatat lengkap sesuai rentang bacaan yang diverifikasi.
- Riwayat sebab turun ayat yang memiliki sanad lemah tidak dijadikan penetapan pasti.
- Pembahasan Ibnu Taimiyah pada halaman ini menekankan hubungan antara mengambil pelajaran, rasa takut, kembali kepada Allah, penyucian jiwa, dan syukur.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya; kepunyaan-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah." (Dzikir yang dianjurkan, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- غافر
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah