Surah Fushshilat
Surah Fushshilat
Surah Fushshilat adalah surah Makkiyah ke-41 dan terdiri dari 54 ayat. Fushshilat berarti dijelaskan dengan terperinci. Surah ini juga dikenal dengan nama Haa Miim As-Sajdah.
Tafsir Ibnu Abbas
Delapan atsar Ibnu Abbas pada riwayat [1124]–[1131] telah dicatat sesuai verifikasi halaman 438–440.
QS 41:6–7
Ibnu Abbas menafsirkan tidak menunaikan zakat pada ayat ini sebagai tidak bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Penafsiran ini mengaitkan zakat dengan penyucian jiwa melalui tauhid.
QS 41:8
Pahala orang beriman dan beramal shalih yang tidak terputus berarti pahala yang tidak berkurang.
QS 41:17
Kaum Tsamud telah diberi penjelasan tentang jalan petunjuk, tetapi mereka memilih kesesatan daripada petunjuk.
QS 41:30
Orang yang mengatakan Rabb kami adalah Allah lalu istiqamah adalah orang yang terus melaksanakan perintah Allah. Malaikat turun kepada mereka dengan kabar bahwa mereka tidak perlu takut dan bersedih, serta mendapat kabar gembira tentang Surga.
QS 41:34
Allah memerintahkan orang beriman untuk bersabar ketika marah, bersikap bijaksana ketika tidak mengerti, dan memaafkan ketika disakiti. Dengan akhlak ini, musuh dapat berubah menjadi teman dekat.
QS 41:35
Kesabaran yang diperlukan untuk membalas keburukan dengan kebaikan adalah karunia bagi orang yang memperoleh keberuntungan besar dan dijanjikan Surga.
QS 41:47
Ketika orang-orang musyrik ditanya tentang sekutu-sekutu Allah, mereka menyatakan bahwa tidak seorang pun di antara mereka yang dapat bersaksi bahwa Allah memiliki sekutu.
Pokok bahasan
- Tauhid dan penolakan terhadap syirik.
- Pahala amal shalih yang tidak berkurang.
- Istiqamah dalam melaksanakan perintah Allah.
- Kesabaran, sikap bijaksana, dan memaafkan ketika menghadapi keburukan.
- Al-Quran sebagai petunjuk dan penawar bagi orang beriman.
- Tanda-tanda kekuasaan Allah pada penciptaan bumi, langit, malam, siang, matahari, dan bulan.
Kaitan
Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Aqidah | Fiqh
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Asbabun Nuzul
QS 41:22
Ayat tentang pendengaran, penglihatan, dan kulit yang menjadi saksi dikaitkan dengan orang-orang yang berdebat tentang Al-Quran dan menyangka Allah tidak mengetahui percakapan mereka.
QS 41:40
Riwayat tentang orang-orang Quraisy yang meminta Al-Quran diturunkan dalam bahasa selain bahasa Arab disebut sebagai konteks turunnya ayat. Riwayat ini perlu dibaca bersama penilaian sanadnya.
QS 41:44
Orang-orang Quraisy meminta Al-Quran diturunkan dalam bahasa selain bahasa Arab dan bahasa Arab. Ayat ini menjelaskan bahwa Al-Quran adalah petunjuk dan penawar bagi orang beriman. Riwayat yang menyebut sebab turun ayat ini memiliki sanad lemah sehingga tidak dijadikan penetapan pasti.
Tafsir Ibnu Katsir
Pendahuluan
Fushshilat adalah surah Makkiyah yang menjelaskan ayat-ayat Al-Quran secara terperinci. Ibnu Katsir menyebut kisah Utbah bin Rabi'ah yang mendengarkan awal surah ini dari Rasulullah ﷺ lalu mengakui bahwa bacaan tersebut bukan sihir, syair, atau ramalan.
Tauhid dan penciptaan
Rasulullah ﷺ diperintahkan menyeru bahwa Allah adalah satu-satunya Ilah. Bumi diciptakan dalam dua hari, gunung dan rezekinya ditetapkan, kemudian langit yang masih berupa asap dijadikan tujuh langit. Penciptaan ini menjadi bukti bahwa hanya Allah yang berhak diibadahi.
Kaum 'Ad dan Tsamud
Kaum 'Ad menyombongkan diri dengan kekuatan mereka. Kaum Tsamud telah diberi petunjuk melalui penjelasan, tetapi memilih kebutaan daripada petunjuk. Allah menyelamatkan orang-orang yang beriman dan membinasakan orang-orang yang mendustakan.
Kesaksian anggota tubuh
Pada Hari Kiamat, pendengaran, penglihatan, dan kulit akan bersaksi terhadap orang-orang yang mengingkari ayat Allah. Mereka tidak dapat menyembunyikan perbuatan dari Allah karena Allah mengetahui yang tersembunyi dan yang tampak.
Istiqamah dan kabar gembira
Orang yang mengucapkan Rabb kami adalah Allah lalu istiqamah akan didatangi malaikat dengan kabar agar tidak takut dan tidak bersedih. Para malaikat menjadi pelindung mereka di dunia dan akhirat, dan mereka mendapatkan apa yang diinginkan di dalam Surga.
Dakwah dan akhlak
Perkataan terbaik adalah perkataan orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih, dan menyatakan diri sebagai orang yang berserah diri. Keburukan dibalas dengan cara yang lebih baik. Sifat ini hanya dapat dijalankan oleh orang yang sabar. Jika syaitan membisikkan gangguan, seorang mukmin memohon perlindungan kepada Allah.
Tanda-tanda kekuasaan Allah
Malam, siang, matahari, dan bulan adalah tanda kekuasaan Allah. Semua itu tidak boleh disembah. Bumi yang kering lalu hidup setelah hujan menjadi bukti bahwa Allah mampu menghidupkan orang yang telah mati.
Al-Quran sebagai petunjuk dan penawar
Al-Quran adalah kitab yang mulia dan tidak didatangi kebatilan dari arah mana pun. Ia menjadi petunjuk dan penawar bagi orang yang beriman. Orang yang menolak Al-Quran berada dalam sumbatan dan keraguan.
Tanda-tanda di ufuk dan dalam diri
Allah akan memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya di penjuru langit dan bumi serta pada diri manusia sampai jelas bahwa Al-Quran adalah kebenaran. Allah cukup menjadi saksi atas seluruh perkataan dan perbuatan.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah membahas QS Fushshilat dalam Majmu' Fatawa Jilid 13, antara lain tentang penyucian diri dari syirik pada QS 41:6–7, kesabaran para rasul menghadapi pendustaan pada QS 41:43, cara orang kafir menghalangi manusia dari mendengarkan Al-Quran pada QS 41:26, petunjuk umum yang telah dijelaskan kepada kaum Tsamud pada QS 41:17, dan Al-Quran sebagai petunjuk serta penawar pada QS 41:44.
Penyucian dalam ibadah dimulai dengan meninggalkan syirik. Pendustaan yang dialami Rasulullah ﷺ telah dialami oleh para rasul sebelumnya. Al-Quran menjadi petunjuk dan penawar bagi siapa pun yang mendengarnya lalu beriman, bukan hanya bagi orang yang telah beriman sebelumnya.
Catatan penelitian
- Atsar Ibnu Abbas [1124]–[1131] telah dicatat lengkap sesuai rentang bacaan yang diverifikasi.
- Riwayat sebab turun QS 41:44 memiliki sanad lemah dan tidak dijadikan penetapan pasti.
- Pembahasan Jalalain, Ibnu Katsir, dan Ibnu Taimiyah diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- فصّلت
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah