Surah Faathir
Surah Faathir
Surah Faathir adalah surah Makkiyah ke-35 dan terdiri dari 45 ayat. Surah ini juga dikenal dengan nama Al-Malaaikah karena pembukaannya menyebut para malaikat yang memiliki dua, tiga, dan empat sayap.
Pokok bahasan
- Allah adalah Pencipta langit dan bumi, pemberi rahmat, dan pemberi rezeki.
- Syaitan adalah musuh nyata yang memperdaya manusia dari janji Allah.
- Perkataan yang baik harus disertai amal shalih.
- Hanya Allah yang memiliki kekuasaan mutlak; sesembahan selain-Nya tidak memiliki sesuatu walaupun setipis kulit ari biji kurma.
- Orang yang benar-benar berilmu adalah orang yang takut kepada Allah karena mengetahui kekuasaan-Nya.
- Pewaris Al-Quran terbagi menjadi orang yang menzalimi diri, orang yang pertengahan, dan orang yang lebih dahulu berbuat kebaikan.
- Surga adalah tempat tinggal yang tidak memiliki kelelahan dan kelesuan.
Kaitan
Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Ali bin Abu Thalhah
Asbabun Nuzul
QS 35:8
Ayat tentang orang yang menganggap baik amal buruknya dikaitkan dengan Abu Jahal dan orang-orang musyrik Makkah yang menganggap kesesatan mereka sebagai kebenaran.
QS 35:29
Ayat tentang orang yang membaca Kitabullah, mendirikan shalat, dan menginfakkan rezeki yang Allah berikan dikaitkan dengan orang-orang yang bertanya tentang keutamaan membaca Al-Quran dan ibadah.
QS 35:42
Orang-orang Quraisy dan bangsa Arab pernah bersumpah bahwa jika seorang pemberi peringatan datang kepada mereka, mereka akan menjadi umat yang paling mendapat petunjuk. Ketika Rasulullah ﷺ diutus, kedatangan beliau justru membuat mereka semakin jauh dari kebenaran.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah Pencipta dan pemberi rahmat
Faathir berarti Pencipta pertama kali langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya. Apa yang Allah anugerahkan berupa rahmat tidak dapat ditahan, dan apa yang Allah tahan tidak dapat dilepaskan. Allah Mahaperkasa dan Mahabijaksana.
Tauhid rububiyah dan ibadah
Allah mengingatkan manusia agar melihat nikmat-Nya dan bertanya: adakah pencipta selain Allah yang memberi rezeki dari langit dan bumi? Sebagaimana Allah satu-satunya Pencipta dan pemberi rezeki, Dia juga satu-satunya yang berhak diibadahi.
Syaitan adalah musuh yang nyata
Janji Allah tentang kebangkitan adalah benar. Kehidupan dunia tidak boleh memperdaya manusia, dan syaitan tidak boleh dijadikan sebagai penuntun. Syaitan adalah penipu, pendusta, dan musuh yang mengajak manusia menjadi penghuni Neraka.
Perkataan baik dan amal shalih, QS 35:10
Perkataan yang baik mencakup zikir, bacaan Al-Quran, dan doa. Amal shalih adalah pelaksanaan kewajiban. Perkataan tidak diterima apabila tidak disertai amal. Orang yang mengingat Allah tetapi meninggalkan kewajiban tidak mendapatkan manfaat dari perkataannya sebagaimana orang yang menunaikan kewajiban.
Kebangkitan dan kehidupan manusia
Allah menghidupkan bumi yang mati dengan hujan sebagai perumpamaan kebangkitan. Allah menciptakan manusia dari tanah, air mani, dan tahapan kehidupan yang telah Dia tetapkan. Umur, kematian, dan keadaan manusia tercatat dalam ketetapan-Nya.
Kekuasaan Allah atas ciptaan
Dua lautan yang tawar dan asin sama-sama mengandung manfaat. Dari laut keluar makanan dan perhiasan, sedangkan kapal berlayar dengan pertolongan Allah. Matahari dan bulan berjalan pada waktu yang telah ditentukan. Sesembahan selain Allah tidak memiliki sesuatu walaupun setipis kulit ari biji kurma.
Manusia membutuhkan Allah
Manusia adalah makhluk yang membutuhkan Allah, sedangkan Allah Mahakaya dan Maha Terpuji. Orang yang menyucikan dirinya memperoleh manfaat bagi dirinya sendiri. Seseorang tidak memikul dosa orang lain, dan kepada Allah semua makhluk kembali.
Makna ulama, QS 35:27–28
Perbedaan warna buah, gunung, manusia, dan hewan menunjukkan keluasan ciptaan Allah. Orang yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah orang yang berilmu, karena ilmu yang benar melahirkan rasa takut dan pengagungan kepada Allah.
Pewaris Al-Quran, QS 35:32
Allah mewariskan Kitab kepada umat Muhammad ﷺ. Mereka terbagi menjadi tiga golongan:
- Orang yang menzalimi diri dengan meninggalkan sebagian kewajiban dan melakukan sebagian yang diharamkan.
- Orang yang pertengahan, yaitu orang yang menunaikan kewajiban dan meninggalkan perkara haram, meskipun terkadang meninggalkan amalan yang dianjurkan.
- Orang yang lebih dahulu berbuat kebaikan, yaitu orang yang menunaikan kewajiban dan amalan yang dianjurkan serta meninggalkan perkara haram, makruh, dan sebagian perkara mubah.
Surga dan Neraka
Orang-orang yang beriman masuk ke Surga 'Adn, mengenakan perhiasan, dan tidak merasakan kelelahan. Orang kafir berada di Neraka Jahannam; mereka tidak mati dan azab mereka tidak diringankan.
Sunnah Allah dan penangguhan azab
Allah mengetahui perkara yang tersembunyi di langit dan bumi. Dia menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi. Kesombongan dan rencana jahat akan kembali kepada pelakunya. Sunnah Allah terhadap para pendusta tidak berubah, sementara azab ditangguhkan sampai waktu yang telah ditentukan.
Tafsir Ibnu Abbas
Tujuh atsar Ibnu Abbas pada riwayat [1043]–[1049] telah dicatat dari halaman 413–415.
QS 35:5
Al-gharur berarti syaitan, yaitu penipu yang memperdaya manusia.
QS 35:10
Perkataan yang baik adalah zikir kepada Allah, sedangkan amal shalih adalah menunaikan kewajiban. Orang yang berzikir tetapi tidak menunaikan kewajiban akan dikembalikan perkataannya kepada amalnya.
QS 35:13
Al-qithmir adalah kulit tipis yang berada di atas permukaan biji kurma.
QS 35:27
Gharabib sud berarti hitam yang sangat pekat.
QS 35:28
Ulama adalah orang-orang yang mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Pengetahuan ini melahirkan rasa takut kepada Allah.
QS 35:32
Tiga golongan pada ayat ini adalah umat Muhammad ﷺ yang diwarisi seluruh kitab yang Allah turunkan. Orang yang menzalimi diri diampuni, orang yang pertengahan dihisab dengan hisab yang mudah, dan orang yang lebih dahulu berbuat kebaikan masuk ke dalam Surga tanpa hisab.
QS 35:35
Lughub berarti lelah.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah membahas QS Faathir dalam Majmu' Fatawa Jilid 13, terutama makna peringatan pada QS 35:37 dan makna ulama pada QS 35:28.
Pada QS 35:37, umur yang diberikan kepada manusia dan kedatangan pemberi peringatan menjadi hujah yang tegak atas manusia. Manusia menerima kesempatan untuk berpikir, mengingat, dan mengikuti kebenaran.
Pada QS 35:28, rasa takut kepada Allah menjadi tanda ilmu yang benar. Pembatasan pada kata ulama menunjukkan bahwa orang yang benar-benar memiliki ilmu tentang Allah akan memiliki khasyah kepada-Nya. Orang yang bermaksiat karena tidak mengetahui perintah Allah disebut jahil dalam penjelasan salaf dan tabi'in.
Catatan penelitian
- Atsar Ibnu Abbas [1043]–[1049] telah dicatat lengkap sesuai rentang bacaan yang diverifikasi.
- Riwayat asbabun nuzul dicantumkan bersama sumber periwayatan yang disebut dalam bahan.
- Tafsir Ibnu Katsir pada halaman ini memuat pembahasan tentang tauhid, kebangkitan, ilmu, amal, pewaris Al-Quran, serta balasan di akhirat.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- فَاطِر
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah