Surah Az-Zumar
Surah Az-Zumar
Surah Az-Zumar adalah surah Makkiyah ke-39 dan terdiri dari 75 ayat. Nama Az-Zumar berarti rombongan-rombongan, merujuk pada rombongan orang kafir yang digiring ke Neraka dan rombongan orang bertakwa yang digiring ke Surga.
Tafsir Ibnu Abbas
Ringkasan ini memuat 14 atsar Ibnu Abbas pada riwayat [1102]–[1115], yang diverifikasi dari teks Arab dan terjemahnya pada halaman 430–434.
Tauhid ibadah dan syirik, QS 39:3
Ibnu Abbas menjelaskan ancaman bagi orang yang mengambil pelindung selain Allah dan mengaku menyembah mereka hanya agar lebih dekat kepada Allah. Agama yang bersih dari syirik adalah milik Allah semata.
Hamba Allah yang ikhlas, QS 39:7
Hamba Allah yang ikhlas adalah orang-orang yang Allah wajibkan bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, lalu Allah menjadikan kecintaan kepada tauhid itu dalam diri mereka.
Al-Quran bukan makhluk, QS 39:28
Ibnu Abbas menafsirkan Al-Quran yang berbahasa Arab dan tidak bengkok sebagai Kalamullah yang bukan makhluk.
Perselisihan di hadapan Allah, QS 39:31
Pada Hari Kiamat, orang yang jujur berbantah dengan pendusta, orang yang dizalimi dengan orang yang menzalimi, orang yang mendapat petunjuk dengan orang yang sesat, dan orang yang lemah dengan orang yang sombong.
Seruan tobat, QS 39:53
Allah menyeru kepada ampunan-Nya orang yang telah melakukan kekafiran dan kesyirikan, selama ia kembali kepada Allah dengan bertobat dan memohon ampun. Ibnu Abbas juga menyebut Fir'aun sebagai orang yang sangat lancang dalam perkataan, tetapi seruan tobat tetap berlaku sebelum datangnya batas akhir yang Allah tetapkan.
Penyesalan orang yang lalai, QS 39:56–58
Orang yang menyia-nyiakan kewajiban akan menyesal pada Hari Kiamat. Ia akan berkata bahwa seandainya Allah memberinya petunjuk, ia tentu termasuk orang bertakwa, dan seandainya dikembalikan ke dunia, ia akan berbuat baik. Ibnu Abbas mengaitkan penyesalan ini dengan penjelasan bahwa mereka akan kembali kepada larangan yang dahulu mereka tinggalkan.
Kunci-kunci langit dan bumi, QS 39:63
Kunci-kunci perbendaharaan langit dan bumi adalah milik Allah. Lafaz tersebut bermakna kunci-kunci perbendaharaan itu.
Mengagungkan Allah dan beriman kepada takdir, QS 39:67
Orang yang tidak mengagungkan Allah dengan semestinya adalah orang kafir yang tidak beriman kepada takdir Allah. Orang yang beriman bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu akan mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.
Para saksi pada Hari Kiamat, QS 39:69
Para nabi dan saksi-saksi menyaksikan bahwa para rasul telah menyampaikan risalah kepada umat mereka dan bahwa umat-umat tersebut mendustakan para rasul.
Pokok bahasan
- Ikhlas beribadah kepada Allah dan penolakan terhadap syirik.
- Al-Quran adalah Kalamullah dan bukan makhluk.
- Pintu tobat dan ampunan Allah terbuka bagi orang yang kembali kepada-Nya.
- Perbedaan antara orang bertauhid dan orang musyrik digambarkan melalui perumpamaan seorang budak yang dimiliki banyak tuan dan seorang budak yang dimiliki satu tuan.
- Keadaan manusia ketika dibangkitkan, dihisab, digiring dalam rombongan, dan menerima keputusan Allah.
- Iman kepada takdir termasuk pengagungan yang benar kepada Allah.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Perintah ikhlas dan bantahan terhadap syirik
Pembukaan surah menegaskan bahwa Al-Quran diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Nabi Muhammad ﷺ diperintahkan beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama hanya untuk-Nya. Perumpamaan pada ayat 29 menjelaskan perbedaan orang musyrik yang tunduk kepada banyak sesembahan dan orang bertauhid yang hanya tunduk kepada Allah.
Takut dan berharap dalam ibadah
Ayat 9 memuji orang yang beribadah pada waktu malam, berdiri dan bersujud, takut kepada azab akhirat, serta berharap rahmat Rabbnya. Orang yang berakal mengambil pelajaran dari perbedaan antara hamba yang beribadah dan orang yang menolak kebenaran.
Al-Quran sebagai petunjuk
Al-Quran disebut sebagai perkataan terbaik, kitab yang ayat-ayatnya saling menyerupai dan berulang. Kulit orang yang takut kepada Rabbnya gemetar ketika mendengarnya, kemudian hati dan kulit mereka menjadi tenang ketika mengingat Allah.
Kematian, tidur, dan kembalinya manusia
Allah memegang jiwa ketika kematian dan memegang jiwa orang yang belum mati ketika tidur. Jiwa yang ditetapkan kematiannya ditahan, sedangkan jiwa yang lain dikembalikan sampai waktu yang ditentukan.
Seruan tobat dan syafaat
Allah melarang hamba-hamba-Nya berputus asa dari rahmat-Nya. Ayat ini memberi kabar bahwa dosa apa pun dapat diampuni bagi orang yang bertobat. Ancaman bagi orang yang mati dalam kekafiran tetap berlaku sesuai ayat-ayat lain yang menjelaskan keadaan mereka.
Hari Penghakiman
Pada tiupan pertama, makhluk yang Allah kehendaki akan mati, kemudian pada tiupan berikutnya mereka dibangkitkan. Para nabi dan saksi dihadirkan, catatan amal diberikan, dan keputusan ditetapkan dengan adil. Orang kafir digiring ke Neraka, sedangkan orang bertakwa digiring ke Surga dalam keadaan dimuliakan.
Asbabun Nuzul
- Ayat 3 berkaitan dengan kaum musyrik yang menganggap berhala sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah.
- Ayat 9 dikaitkan dengan keutamaan ibadah malam dan keadaan Utsman bin Affan رضي الله عنه. Riwayat yang digunakan perlu dibaca bersama penilaian sanadnya.
- Ayat 53 dikaitkan dengan seruan tobat kepada Wahsyi bin Harb dan orang-orang yang telah melakukan dosa besar.
- Ayat 64–65 memuat penolakan terhadap ajakan menyembah selain Allah dan peringatan keras agar tidak menyekutukan-Nya.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Pembahasan Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa Jilid 13 berkaitan dengan tauhid ibadah, perumpamaan tauhid dan syirik pada QS 39:29, keluasan seruan tobat pada QS 39:53–55, pendengaran yang diperintahkan Allah pada QS 39:17–18, serta tafsir tentang tiupan sangkakala pada QS 39:68.
Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa QS 39:53 mencakup berbagai jenis dosa sebagai kemungkinan yang dapat diampuni melalui sebab yang Allah tetapkan, terutama tobat. Ayat tersebut tidak berarti setiap orang yang terus-menerus berada dalam kekafiran atau dosa pasti mendapat ampunan tanpa tobat. Tobat menghapus hak Allah yang dilanggar, sedangkan hak manusia yang dizalimi tetap harus diselesaikan.
Pada QS 39:17–18, perkataan yang paling baik adalah Al-Quran. Mendengarkan Al-Quran dengan memahami dan menerimanya berbeda dari sekadar mendengar suara tanpa memahami atau menerima maknanya. Mengamalkan kewajiban dan menambahnya dengan amalan yang dianjurkan termasuk mengikuti apa yang paling baik.
Catatan penelitian
- Atsar Ibnu Abbas [1102]–[1115] telah dicatat lengkap sesuai rentang bacaan yang diverifikasi.
- Beberapa riwayat asbabun nuzul memiliki catatan tentang kelemahan sanad. Catatan tersebut dipertahankan sebagai bagian dari penilaian sumber.
- Pembahasan sifat Allah pada ayat 67 perlu dibaca bersama penjelasan aqidah yang menjadi rujukannya, tanpa menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- الزمر
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah