Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Ath-Thuur

Surah Ath-Thuur

Surah Ath-Thuur adalah surah ke-52 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 49 ayat dan termasuk surah Makkiyah.

Tafsir Ibnu Abbas

Sumber: terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Azzam, melalui riwayat Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas.

Riwayat [1204]–[1215] telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan naskah Arab pada halaman 467–469.

Pokok riwayat

Pokok bahasan

Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul

QS 52:30 — Tuduhan bahwa Nabi menunggu kematian

Kaum Quraisy meminta Nabi ﷺ mengikuti agama mereka dan meninggalkan dakwah. Mereka menyebut beliau penyair dan menunggu kematiannya. Ayat ini turun sebagai jawaban terhadap tuduhan tersebut.

Kaitan

Tafsir (Jalalain) — ringkasan

Sumber: Tafsir Jalalain — terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Al-Kautsar. Halaman ini memuat ringkasan tematik; rincian ayat demi ayat terdapat dalam terjemah sumber.

Surah Ath-Thuur dibuka dengan sumpah atas Bukit Thur, Kitab yang ditulis, Baitul Ma'mur, atap yang ditinggikan, dan laut yang penuh. Semua itu menegaskan bahwa azab Rabb pasti terjadi dan tidak ada yang dapat menolaknya ketika langit berguncang dan gunung berjalan.

Neraka digambarkan bagi orang-orang yang mendustakan, sedangkan surga digambarkan bagi orang bertakwa dengan kenikmatan, dipan yang berhadapan, pasangan yang suci, dan anak cucu beriman yang dipertemukan tanpa mengurangi pahala amal mereka. Piala surga tidak menimbulkan perkataan batil atau dosa. Surah ini membantah tuduhan bahwa Nabi ﷺ adalah penyair atau penyihir, menantang orang yang mendustakan Al-Qur'an, lalu memerintahkan kesabaran dan tasbih.

Lihat Tafsir Ibnu Abbas dan bagian Asbabun Nuzul pada halaman ini untuk rincian sanad dan riwayat yang sama.

Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan sumpah pembuka, Baitul Ma'mur yang didatangi malaikat, langit, laut yang dinyalakan, dan kepastian azab. Orang yang mendustakan didorong ke neraka, sedangkan orang bertakwa memperoleh kenikmatan dan perlindungan dari azab.

Allah mempertemukan keturunan orang beriman dengan orang tua mereka tanpa mengurangi pahala amal. Surah ini menolak tuduhan bahwa Nabi ﷺ adalah penyair atau penyihir, menantang orang yang mendustakan Al-Qur'an, dan mengarahkan mereka kepada dalil tauhid dari penciptaan langit dan bumi.

Tafsir Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiyah membahas ayat-ayat Ath-Thuur tentang tauhid, kebangkitan, azab kubur, serta perbedaan antara pengetahuan yang yakin dan kenyataan akhirat.

Riwayat yang diringkas

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya; kepunyaan-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (Dzikir yang dianjurkan, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)

Catatan penelitian

Data sumber

jenis
surah
Arab
الطور
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah