Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Ath-Thariq

Surah Ath-Thariq

Tafsir (Ibnu Abbas)

Sumber: terjemahan Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Catatan pembacaan: Riwayat [1402]–[1406] telah lengkap, berdasarkan verifikasi dengan naskah Arab asli pada 19 Juli 2026, halaman cetak/PDF 527. Seluruh isi surah berada pada satu halaman. Nomornya sesuai dengan wiki dan tidak ada koreksi yang diperlukan.

QS 86:3 — Bintang yang cahayanya menembus

[1402] Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata tentang "bintang yang cahayanya menembus": **"Lafaz ats-tsaqib maknanya adalah yang bersinar."** Ath-thariq adalah bintang yang menembus kegelapan malam dengan sinarnya.

QS 86:3 — Asal penciptaan manusia dari air yang memancar

[1403] Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata tentang "antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan": "Maksudnya adalah antara tulang dada perempuan." Air mani yang menjadi asal penciptaan manusia memancar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada, atau tara'ib, perempuan.

QS 86:13 — Al-Quran adalah firman pemisah antara hak dan batil

[1404] Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata tentang "sesungguhnya Al-Quran itu adalah benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil": "Maksudnya adalah perkataan yang hak dan batil." Al-Quran adalah qaul fashl, perkataan yang memisahkan hak dan batil secara tegas.

QS 86:14 — Al-Quran bukan senda gurau

[1405] Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata tentang "dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau": Al-Quran adalah firman Allah yang serius dan benar, bukan permainan.

QS 86:17 — Beri tangguh orang-orang kafir

[1406] Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata tentang "karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka barang sebentar": "Maksudnya, tidak berapa lama." Nabi ﷺ diperintahkan untuk bersabar dan memberi tangguh kepada orang-orang kafir karena azab Allah pasti datang.

Tema utama

Terkait

Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Al-Buruj

Asbabun nuzul dari Lubab An-Nuqul

Sumber: terjemahan Pustaka Al-Kautsar (2014). Penerjemah Andi Muhamad Syahril dan Yasir Maqasid. Muhaqqiq: Hamid Ahmad Thahir Al-Bayyumi.

QS 86:5 — Abu Al-Asyad berdiri di atas kulit lembu untuk menentang Rasulullah ﷺ

Diriwayatkan dari Ikrimah bahwa Ibnu Abi Hatim meriwayatkan tentang firman Allah, "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah ia diciptakan." Ayat itu turun berkenaan dengan Abu Al-Asyad yang berdiri di atas kulit lembu dan berkata, "Barangsiapa memiliki pohon kurma maka aku akan menimpakan diri." Allah kemudian menurunkan ayat ini. Ia juga berkata, "Sesungguhnya Muhammad berkata, 'Apakah engkau termasuk orang yang sanggup melawan seorang diri, sedangkan kalian semua akan melawan sembilan orang?'"

Catatan manhaj: Muhaqqiq menilai hadis ini tidak sahih, lihat catatan kaki 1006. Ibnu Katsir (6/327) dan Imam Muslim tidak memasukkannya. Riwayat ini dicatat As-Suyuthi, tetapi statusnya lemah. (Catatan ini disampaikan kepada pembaca dan bukan fatwa.)

Takhrij: Catatan kaki 1005 menyebut Ibnu Katsir (6/292) dan keterangan bahwa surah ini Makkiyah, sebagaimana disebut Al-Qurthubi (10/7375). Catatan kaki 1006 menyatakan hadis ini tidak sahih, sebagaimana dikatakan Ibnu Katsir (6/327) dan Imam Muslim.

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir (Ibnu Katsir)

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i dalam 8 jilid. Tafsir bil-ma'tsur yang memuat rujukan silang Al-Quran, hadis dengan perawi dan kitab sumber, serta atsar ulama. Riwayat lemah dan Israiliyyat dihapus oleh peringkas, sedangkan penilaian hadis dicantumkan dalam catatan kaki.

QS 86:1–3 — Sumpah dengan langit dan bintang yang menembus

Allah bersumpah dengan langit dan segala yang ada padanya, termasuk bintang-bintang yang bersinar. "Demi langit dan yang datang pada malam hari" (86:1), kemudian dijelaskan dengan firman-Nya, "Yaitu bintang yang cahayanya menembus" (86:3). Qatadah dan ulama lainnya menjelaskan bahwa bintang disebut thariq karena terlihat pada malam hari dan tidak terlihat pada siang hari. Hadis sahih juga melarang seseorang mengetuk pintu rumah istrinya dan mendatangi keluarganya secara mendadak pada malam hari.

QS 86:4 — Setiap jiwa memiliki penjaga

Ibnu Abbas menafsirkan ats-tsaqib, yaitu yang bercahaya, dengan firman Allah bahwa setiap jiwa memiliki penjaga. Setiap jiwa memiliki penjaga dari Allah yang melindunginya dari berbagai bencana, sebagaimana firman-Nya dalam QS Ar-Ra'd:11.

QS 86:5–7 — Penciptaan manusia dari air yang terpancar

Ayat ini mengingatkan manusia tentang asal dirinya yang lemah dan membimbingnya untuk mengakui Hari Kebangkitan. Allah yang mampu memulai penciptaan pasti mampu mengembalikan manusia. Air mani keluar dari seorang laki-laki dan seorang perempuan sehingga lahirlah anak dengan izin Allah. Ayat 86:7 menjelaskan bahwa air itu keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.

QS 86:8 — Allah berkuasa mengembalikan manusia

Ibnu Katsir menyebutkan dua pendapat. Pertama, Allah berkuasa mengembalikan air mani yang terpancar ke tempat asalnya. Pendapat ini dinisbatkan kepada Mujahid, Ikrimah, dan ulama lainnya. Kedua, Allah berkuasa mengembalikan dan membangkitkan manusia ke alam akhirat. Pendapat ini dinisbatkan kepada Adh-Dhahhak dan dipilih Ibnu Jarir.

QS 86:9–10 — Hari Kiamat: rahasia ditampakkan

Pada Hari Kiamat, semua rahasia akan tampak sehingga segala yang tersembunyi menjadi nyata. Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari Ibnu Umar, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setiap pengkhianat akan dipasangkan satu bendera di belakangnya dan disebutkan, "Inilah pengkhianatan fulan bin fulan." Pada hari itu manusia tidak memiliki kekuatan dan tidak ada penolong yang mampu mengeluarkannya dari azab.

QS 86:11–12 — Sumpah dengan langit dan bumi

Langit yang mengandung hujan disebut ar-raj'u. Ibnu Abbas menjelaskan bahwa kata itu berarti hujan atau awan yang membawa hujan. Qatadah menjelaskan bahwa rezeki para hamba Allah turun setiap tahun. Bumi yang memiliki tumbuh-tumbuhan adalah bumi yang terbelah agar tanaman dapat tumbuh.

QS 86:13–14 — Al-Quran adalah firman pemisah

Al-Quran adalah firman yang memisahkan hak dan batil. Ibnu Abbas menyebutnya sebagai kebenaran, sedangkan ulama lain menyebutnya sebagai hukum yang adil. Al-Quran bukan senda gurau, tetapi perkara yang serius dan benar.

QS 86:15–17 — Tipu daya orang kafir dan perintah bersabar

Orang-orang kafir mendustakan Al-Quran dan menghalangi manusia dari jalan Allah. Mereka merencanakan tipu daya terhadap manusia, lalu Allah membalas tipu daya tersebut. Nabi ﷺ diperintahkan memberi mereka tangguh dan tidak tergesa-gesa menghadapi mereka. Mereka akan mengetahui azab, hukuman, dan kebinasaan yang menimpa mereka.

Pertanyaan terbuka

Data sumber

jenis
surah
Arab
الطارق
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah