Surah At-Takwir
Surah At-Takwir
Surah At-Takwir adalah surah ke-81 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 29 ayat dan termasuk surah Makkiyah.
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Azzam, melalui riwayat Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas.
Riwayat [1381]–[1384] telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan naskah Arab pada halaman 520.
Pokok riwayat
- QS 81:1: matahari digulung dan dijadikan gelap.
- QS 81:2: bintang berubah dan jatuh berguguran.
- QS 81:8–9: bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup akan ditanya tentang dosa yang menimpanya.
- QS 81:12: malam berlalu dan fajar menjelang sebagai tanda hari kiamat.
Pokok bahasan
- Tanda-tanda kehancuran alam pada hari kiamat.
- Keadilan Allah terhadap bayi perempuan yang dibunuh pada masa jahiliah.
- Catatan amal yang dibuka.
- Jibril sebagai pembawa wahyu.
- Al-Qur'an sebagai peringatan bagi seluruh alam.
- Kehendak manusia yang berada di bawah kehendak Allah.
Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul
QS 81:29 — Kehendak manusia dan kehendak Allah
Ayat ini menjelaskan bahwa manusia dapat memilih jalan lurus, tetapi kehendak tersebut tidak terlepas dari kehendak Allah, Rabb seluruh alam.
Kaitan
Tafsir (Jalalain) — ringkasan
Sumber: Tafsir Jalalain — terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Al-Kautsar. Halaman ini memuat ringkasan tematik; rincian ayat demi ayat terdapat dalam terjemah sumber.
Surah At-Takwir menggambarkan tanda-tanda hari kiamat: matahari digulung dan gelap, bintang berjatuhan, gunung bergerak, unta bunting ditinggalkan, binatang liar dikumpulkan, lautan dinyalakan, ruh dipertemukan, bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya tentang dosa pembunuhannya, catatan amal dibuka, langit dilenyapkan, neraka dinyalakan, dan surga didekatkan.
Surah ini bersumpah dengan bintang-bintang yang beredar dan bersembunyi, malam, dan fajar. Al-Qur'an adalah firman Allah yang dibawa oleh Jibril, utusan yang mulia, kuat, tinggi kedudukannya, ditaati, dan terpercaya.
Surah ditutup dengan penegasan bahwa Nabi Muhammad ﷺ bukan orang gila, telah melihat Jibril, tidak menyembunyikan wahyu, dan Al-Qur'an bukan perkataan setan. Al-Qur'an adalah peringatan bagi seluruh alam bagi orang yang ingin menempuh jalan lurus, sedangkan kehendak manusia berada di bawah kehendak Allah.
Lihat Tafsir Ibnu Abbas dan bagian Asbabun Nuzul pada halaman ini untuk rincian sanad dan riwayat yang sama.
Tafsir Ibnu Katsir
Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa takwir berarti mengumpulkan dan melipat sesuatu, sehingga matahari digulung, cahayanya hilang, dan bintang-bintang berjatuhan. Gunung dihancurkan, unta bunting yang sangat berharga ditinggalkan, binatang liar dikumpulkan, dan lautan dinyalakan.
Bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya sebagai penghinaan bagi pelaku kezaliman, bukan sebagai celaan bagi korban. Catatan amal dibuka, neraka dinyalakan, surga didekatkan, dan setiap jiwa mengetahui amal yang telah dikerjakan.
Al-Qur'an dibawa Jibril yang kuat, mulia, ditaati, dan terpercaya. Nabi Muhammad ﷺ melihat Jibril di ufuk yang terang. Al-Qur'an adalah peringatan bagi seluruh alam dan tidak ada kehendak yang terlepas dari kehendak Allah.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah menggunakan ayat-ayat At-Takwir untuk membahas ruh yang dipertemukan, larangan membunuh orang yang tidak berdosa, pembawa Al-Qur'an, serta hubungan kehendak manusia dengan kehendak Allah.
Catatan penelitian
- Empat riwayat Ibnu Abbas telah dikonfirmasi pada sumber Arab.
- Tafsir ayat 3–7, 9–11, dan 13–27 masih memerlukan pemeriksaan sumber lanjutan dalam catatan penelitian.
- Redaksi tafsir panjang dipublikasikan sebagai ringkasan tematik, sedangkan teks sumber tetap berada di Wiki Ulama.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- التكوير
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah